
Selesai makan malam bersama dibawah,Gendis dan Firdaus duduk di teras kamarnya.Firdaus duduk dengan posisi bersandar."sini.....heeh....sini...."kata Firdaus meminta Gendis duduk di dekatnya."iiiih..gerah ini..habis makan...sini aja ...ah...perutku kayaknya udah mau besar ya...nanti keluarnya gimana.....?"kata Gendis pelan sambil mengelus perutnya.Firdaus mendekat dan mendekap tubuh Gendis."kamu takut.....?maaf ya....kalo nanti sudah lahir kamu ngga usah hamil lagi...aku takut kamu kesakitan...udah satu anak ngga papa...."kata Firdaus sambil meletakan Gendis di depan kakinya,dibiarkan Gendis duduk di sela-sela kakinya.Gendis menoleh sehingga wajahnya bertatapan dengan wajah Firdaus.Firdaus langsung mencium bibir Gendis."eng....aku mau banyak anak...ngga mau satu...aku pengen nanti kalo tua banyak anak yang mendatangiku...aku kuat...tau....nanti apa kata dokter aku lakukan...biar aku bisa melahirkan normal..jangan lupa...berdoa...biar anak kita sehat..."kata Gendis sambil nyengir."kamu kog cantik sih....kenapa aku semakin cinta sama kamu setiap hari..."kata Firdaus dalam hati."eeehm..kamu pengen anak laki..apa perempuan..."tanya Gendis penasaran."terserah yang penting ibunya kamu....heheheheeheh"jawab Firdaus nyengir.Gendis mencubit pelan bibir Firdaus."emangnya kalo ibunya selain aku kamu milih.....?"tanya Gendis judes."ngomong apa siih....."tanya Firdaus balik."kalo aku mati pas melahirkan...kamu sayang kan sama anak ini....?"tanya Gendis ngelantur.Firdaus mencengkeram pundak Gendis."kamu ngga usah ngomong kayak gitu lagi...ngomong ngga bisa yang baik....aneh..."kata Firdaus jutek dan pergi naik ke ranjangnya.Gendis mengernyitkan dahinya heran."yaa...namanya manusia kita ngga tau kan...."kata Gendis pelan,Dan mengikuti Firdaus ke ranjang.Gendis memeluk tubuh Firdaus dan memejamkan matanya untuk tidur.
"aku..kenapaa..aku...tidak pernah bisa tidur jika dia tidak di sampingku...jika aku tidak memeluknya...apa aku sudah kecanduan keringatnya....aaah..entahlah yang penting aku tidur..."gumam Gendis dalam hati."jangan bicara kaya gitu lagi...nanti anak kita satu aja....udah cukup...."kata Firdaus sambil memijat kepalanya.Lalu dengan lembut Gendis menyingkirkan tangan Firdaus dan memijat kepala Firdaus."pijatanmu enak sekali....oiyaa..apa kamu tidak merasakan mual..muntah atau pusing....?"tanya Firdaus penasaran.
"eeeehm...engga....?"Jawab Gendis singkat.
__ADS_1
"kepengen apa gitu..mangga...pempek...nasi pecel ...nasi soto...jangan ditahan mau apa..bilang..."kata Firdaus mengusap rambut Gendis."ngga pengen apa..apa...aku pengen kerumah bulek...tapi pasti ngga boleh...ya kan...."kata Gendis sambil mengedipkan matanya.Firdaus menghela nafas panjang."baiklah besok kita kesana...tapi ingat..sebentar saja..."jawab Firdaus terpaksa.
"beneran.....?beneraaaan...aaaaaach.....kamu kog baik siih..sejak lahir baik gini yaa....?"kata Gendis sambil mencium paksa Firdaus,Firdaus hanya nyengir namun bahagia melihat Gendis bahagia.Gendis mencium lembut bibir Firdaus,Firdaus membalas hangat.Gendis merayu Firdaus dengan mengendus ditelinga Firdaus."jangan sayang....tahan yaa..sehari sekali aja...kasian kamu....aku bisa nahan..."kata Firdaus melepas ciuman Gendis.Namun,Gendis semakin merajalela dan memaksa Firdaus berhubungan badan malam itu.
Malam sudah larut,Gendis tertidur pulas di lengan Firdaus,sementara Firdaus entah kenapa belum bisa tidur.Tanganya meraih hape di meja samping ranjangnya."des....lusa aku mau cek kandungan istriku..kamu praktek jam berapa..?"tulis Firdaus di aplikasi wa nya."aku jam 4 sore sampai jam 8 malam..kamu jam 8 aja ngga papa biar enak ngobrolnya."balas chat wa dari kontak bertuliskan desy.
__ADS_1
"ngga papa...asalkan hati..hati..kamu jangan kaya singa..asal nerkam aja..posisi juga hati..hati..."jawab Desi.
"itu normal..banyak wanita hamil mengalami peningkatan hormon sehingga nafsu seksualnya meningkat"balas Desi lagi.
Firdaus meletakan Hp nya dan mengelus rambut Gendis.Akhirnya Firdaus tertidur pulas.
__ADS_1
Pukul 04.00 Firdaus terbangun dan bergegas ingin mandi dengan pelan Firdaus membuka selimut yang menutupi tubuhnya dengan Gendis,namun,Gendis meraih tangan Firdaus dan meletakan tangan Firdaus ke dadanya sehingga Firdaus tertidur lagi."mandi sayang...solat..ngaji..."bisik Firdaus.Tangan Gendis menggerayangi tubuh Firdaus dan Gendis mencium leher Firdaus,sehingga Firdaus tak kuasa menahan nafsunya."nanti malam lagi sayang...."kata Firdaus mencium kening Gendis."mau sekarang...."jawab Gendis dengan suara mendesah.Firdaus seperti anak bayi yang hanya menuruti ibunya.