
pagi itu dirumah sangat ramai,orang sibuk mempersiapkan acara untuk besok malam.Firdaus yang baru datang dari rumah sakit,turun dari mobil dengan menggandeng Gendis.Semua orang memandang Gendis,Gendis merasa bersalah atas sikapnya.Gendis tertunduk seolah olah tidak ada yang menyukainya.
"aku ke kamar dulu mas...."kata Gendis.
Firdaus mengangguk."gimana pakde...sudah beres semua...?"kata Firdaus menghampiri Pak Joko."gimana keadaanmu mas?"tanya balik pak Joko.
"yaaach...begini...tidak ada yang sakit...hahahahahahaa...."kata Firdaus tertawa.Pak Joko menggeleng jengkel,"menyusahkan semua orang...lihat disini semua bingung..karena ulahmu mas..di sini semua orang menyayangimu..tapi kamu hanya peduli sama istrimu saja..kenapa sampeyan bisa senekat itu...?"kata Pak Joko pelan."gimana...mas...udah ngga lemes..?"tanya Yu Darmi sambil merangkul tubuh Firdaus,Gendis menatap dari lantai atas,
"mereka sangat menyayangi suamiku..."kata Gendis dalam hati.
"sudah mbook semua baik..."kata Firdaus sambil mengelus punggung yu Darmi.
Firdaus menyusul ke kamar.
"kenapa ngga turun?"tanya Firdaus.
"ngga papa...aku capek...lagian dibawah aku juga ngga ngapa..ngapain kan...."kata Gendis pelan.
"baiklah tugasmu hanya memeluku..menciumku....dan kamu cukup di sampingku sudah..."kata Firdaus memeluk erat tubuh Gendis.
"jangan terlalu berlebihan mas...aku takut menyakiti orang lain..."kata Gendis pelan.
"siapa yang tersakiti...?"kata Firdaus berbisik.
"mas....."kata Gendis jengkel karena Firdaus tidak serius.
"aku merasa kalo semua orang mengutukku karena kejadian kemarin...."kata Gendis pelan.
"siapa...pak Joko...?pak Berong...?mbok darmi...?mereka sangat menyayangimu....jangan suudzon...."kata Firdaus meniup niup rambut Gendis.
"tok...tok...tok..."suara orang mengetuk pintu.Gendis cepat membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"ada apa mbok...?"tanya Gendis pada Yu Darmi.
"ayo makan dulu...."kata yu Darmi.
"mbook tolong masuk gendis mau bicara kayaknya..."kata Firdaus mengagetkan Gendis.Gendis melotot kearah Firdaus.
"aku tinggalkan kalian berdua yaa...rahasia wanita ..aku ngga mau ikutan..."kata Firdaus kabur.
"ada apa....ayo ngomong..."kata Yu Darmi pelan dan menarik tangan Gendis ke sofa.
"eeehm...aku..aku salah mbok...aku tergesa..gesa membuat keputusan...tapi..saat itu..aku juga sangat sakit hati...dan tidak kuasa menahan emosiku...aku juga tersiksa mbok...aku...berusaha mengobati lukaku sendiri..jika disini mas Firdaus banyak yang meyanyangi maka beda denganku...aku harus merawat diriku sendiri..."kata Gendis meneteskan air mata.Yu Darmi mengusap rambut Gendis."tidak ada yang marah padamu...kami menyayangimu..kamu adalah bagian dari mas Firdaus...jangan berfikiran buruk...kami disini juga sangat menghawatirkanmu..tidak ada tempat yang tidak didatangi...semua sudut dicari dan kami putus asa...lain waktu...bicarakan baik..baik...jangan menyiksa dirimu ataupun suamimu..kalian sama..sama anak yatim piatu...bersatulah..dewasalah yaa...ndis..."kata Yu Darmi merangkul pundak Gendis dan menggoyang-goyangkanya.
"ayoo pakai jilbabmu dan turu kebawah..kita makan dulu..."kata Yu Darmi sabar.
***
Di meja makan
"ngga papa mas...itu kan obat kuat..biar makin jantan katanya..."jawab Heri.
"obat kuat gundulmu..."kata Pak Berong kesal.semua terbahak,pak Joko pun tertawa lebar.Tangan Firdaus memegang erat tangan Gendis sambil pura-pura nyemil buah.
"eehm...pakde...aku minta maaf ya...aku salah.."kata Gendis pelan membuat hening di meja makan.
"aku salah sudah kabur dari rumah dan membuat semua orang khawatir...jangan marah padaku...kalo kalian semua marah..aku tidak ada teman disini...bagaimana aku akan melalui hari..hariku..."kata Gendis meneteskam air mata.
"heeeeey..kenapa kamu minta maaf kepada mereka...minta maaflah padaku..."kata Firdaus sambil mengusap kepala Gendis.
"wahahahaahahahahhaah...."semua tebahak-bahak.
"sudah...sudah...yang penting kalian berdua yang rukun..rahasia awet rumah tangga adalah komunikasi...saling percaya dan jujur ...dan ingat saat suami istri marah jangan sampai orang lain tau..karena nanti kalo sampai orang lain tau suami istri marah dan kemudian mesra lagi..maka akan malu..."kata Pak Joko menasehati.
__ADS_1
"aku ngga malu pakde..."kata Firdaus sambil menatap wajah Gendis."apaan sih mas...ngga punya malu..."kata Gendis memalingkan mukanya.Semua orang terbahak-bahak melihat tingkah suami istri itu.
Setelah makan Gendis dan Firdaus masuk ke kamarnya.
"ayo kita duduk di teras..."kata Firdaus menarik mesra tangan Gendis.Gendis duduk di tengah-tengah kaki Fidaus dan Firdaus memeluk dari belakang sambil menyenderkan kepalanya di sofa.
"apa kamu merindukanku kemarin...?"tanya Firdaus berbisik,Gendis tak menjawab.
"heeeem...jawablah..."kata Firdaus.
"eeehm...bulek dan Sulis sudah kutelpon agar besok mereka ke sini pagi...aku ingin diacaraku mereka hadir..tapi sulis ngga bisa karena ada jam kuliah..kemarin dia bolos karena khawatir padaku..aku benar..benar menyusahkan banyak orang...."kata Gendis menyesal.
"heeem...itu lagi...kamu memang salah...dan harus membayarnya...hutangmu banyak sekali padaku..."kata Firdaus sambil mengendus-endus di kepala Gendis.
"apa kamu merindukanku kemarin...?"tanya Firdaus sekali lagi.
"aku takut...jika aku rindu aku akan kecewa...lebih baik aku biasa saja..."jawab Gendis pelan.
"heeeeh..kenapa bisa kecewa...?kamu takut aku ngga rindu kamu...?aku hampir mati karena rindu...lihat kan..?"tanya Firdaus sambil menarik wajah Gendis dan mencium bibir Gendis.
"mungkin suatu saat kamu bosan padaku..."kata Gendis sambil menghela nafas panjang.
"biarlah itu jadi rahasia Tuhan Gendis..apa kamu percaya jodoh di dunia dan akhirat...?aku selalu berdoa semoga kamulah jodohku dunia akhirat..."kata Firdaus mesra.
"aamiin......."jawab Gendis bahagia.
"apa itu artinya kamu juga menginginkan yang sama...?haaaa...?"tanya Firdaus sambil memutar-mutar jarinya di wajah Gendis.
Gendis mencium bibir Firdaus dan mereka melakukan adegan mesranya di teras kamarnya,dan kali ini Gendislah ratunya.
"ayoo disini dingin masuk "kata Firdaus mengangkat tubuh Gendis yang telanjang dan menaruhnya diatas ranjang.Gendis dan Firdaus tidur lelap hingga pagi dan lupa tidak tahajud.
__ADS_1