
"ayoo...pulang..."kata Firdaus sambil menatap Gendis penuh dengan kemarahan."eeehm..tadi ngga sengaja ketemu ahmad disini pak..."suara Sulis terbata-bata menjelaskan,Firdaus ta menggubris dan terus menatap Gendis.Gendis berdiri dan menunggu Sulis membayar makananya.".eehm...aku pergi dulu ya..mad..."kata Gendis pelan.Firdaus ta kuasa menahan emosinya dan menecengkeram tangan Gendis dan menariknya berjalan.Gendis berlari kecil mengikuti langkah Firdaus yang terus menggandengnya.Sulis berlari mengikuti dari belakang.
__ADS_1
"suliiis..masuklah ke kamarmu..."perintah Firdaus pada Sulis."sebentar ya...."kata Sulis berpamitan sambil menyentuh tangan Gendis.Gendis mengangguk "dia marah sekali ..aku mau diapakan...kenapa dia semarah ini....?"ucap Gendis dalam hatinya penuh ketakutan.Firdaus menarik tangan Gendis ke salah satu kamar.Firdaus membuka pintu dan menarik tangan Gendis.Kamar yang lebih luas dari kamar Sulis,Gendis duduk di sofa dan menunduk.Firdaus melepas dua kancing bajunya dan dadanya terlihat jelas,lalu menghampiri Gendis.Firdaus menatap wajah Gendis yang ketakutan.
__ADS_1
"kamu bahagia...?..kenapa aku lihat tadi kamu tertawa lepas dengan mereka..tapi denganku wajahmu selalu masam....kenapa...?"tanya Firdaus sedikit keras.Gendis yang ketakutan hanya diam."ayoooo senyum seperti kamu senyum..senyum di depan ahmad tadi...ayoo senyuum..."teriak Firdaus sambil mencengkeram dagu Gendis.Gendis menteskan air matanya.Firdaus melepaskan tangannya dan mengusap air mata Gendis."sini...."kata Firdaus sambil menuntun Gendis duduk di sampingnya."solatlah...nanti selesai solat kesini duduk...cepat..."kata Firdaus meredam emosinya.Gendis pergi untuk solat di dalam kamar,seperti sudah tertata rapi mukena dan sarung pun sudah tersedia di kamar itu.
__ADS_1
Gendis membersihkan dirinya di kamar mandi sambil terus menangis."kenapa dia seperti itu...kenapa dia kadang jahat kadang baik...?"tanya Gendis dalam hatinya."ndiiis...jangan mandi..nanti masuk angin..mandi besok pagi aja..."kata Firdaus di atas ranjangnya.Gendis lalu keluar tanpa mandi.Firdaus bergegas mandi dan solat.Lalu duduk disebelah Gendis diatas ranjang."bersiap sana..ayoo aku antar ke malioboro..kamu pengen kesana kan...?kita berdua kesana..."kata Firdaus sambil mencium punggung tangan Gendis lembut."eeehm..ngga usah pak...eehm maaas...kita tidur aja..."kata Gendis malas."ayoo..pakai jilbabamu..sekarang kita berangkat...,"kata Firdaus sekali lagi dan Gendis menuruti.Firdaus mengemudi mobilnya tanpa pak Berong.
__ADS_1
Tiba di Malioboro Firdaus menggandeng erat tangan Gendis,di kerumunan para penjual baju batik dan pengunjung yang malam itu sangat ramai,Firdaus terus memegang pundak Gendis seolah tidak rela tubuh gendis tersentuh orang lain.Gendis yang semula sedih kini berubah riang,dia kagum melihat sekitar,banyak turis asing dan penjual yang tidak terhitung jumlahnya."itu...apa..."tanya Gendis menunjuk kerumunan dengan suara yang indah."itu pertunjukan angklung...ayo kesana..."jawab Firdaus sambil menggandeng tangan Gendis menyeberang jalan.Gendis sangat bahagia,membeli beberapa baju batik untuk bulek LuLuk dan Arya serta untuk semua pembantu dirumah dan anak-anak."kamu..ngga beli buat kamu sendiri...?"tanya Firdaus.Gendis menggeleng."bajuku yang mas belikan masih banyak aku bingung mau pakai masih baru semua...lagian kalo tidur mas juga suka nya aku pakai ituu kan...?"kata Gendis sambil menunjuk baju seksi di toko.Firdaus tesenyum sambil mengusap kepala Gendis."nanti aku mau lagi...kamu siap..siap menerima sisa hukumanmu...sekarang bersenang..senanglah..sampai malam kita disini..kamu mau kemana saja disini..."bisik Firdaus di telinga Gendis.Gendis yang mendengar kata Firdaus hanya menggeleng sambil nyengir."belum puas tadi merkosa aku..."kata Gendis pelan."tapi kamu kan menikmati..."jawab Firdaus juga pelan.Keduanya tersenyum dan saling bergandengan menyusuri malioboro,naik becak dan delman.
__ADS_1