
"eeehm....bulek...gendis kerumah mbah siti dulu ya....mau jenguk sekalian kasih ini....,"kata Gendis berpamitan.Mbah siti adalah seorang nenek sebatang kara,dulu Gendis sering sekali bermain kerumah mbah Siti hanya sekedar membantu nya masak atau bercengkerama.Firdaus tak memberi jawaban,Gendis tak perduli dan langsung pergi.
Firdaus minum kopinya yang sudah hampir dingin."eeehm...bu luluk....tolong ceritakan bagaimana kehidupan Gendis dulu..."kata Firdaus memulai pembicaraan dengan bu Luluk.
"Gendis anak yatim piatu pak...dia anak yang baik....wajahnya yang cantik memang warisan dari bapaknya yang keturunan cina....saya adik kandung dari ibunya gendis..."kata Bu Luluk sambil menunduk.Firdaus hanya manggut-manggut.
"gendis tidak pernah sekolah...tapi dia pintar..karena setiap sulis pulang sekolah...sulis mengajarkan apa yang diajarkan gurunya di sekolah..jadilah sulis sangat pandai di kelasnya...jadi meskipun tidak sekolah gendis bisa membaca..berhitung...mengaji...dan bahkan bahasa inggris juga pintar...."kata bu Luluk sambil menarik nafas panjang.
"gendis tidak pernah merasakan bahagianya beli baju..bahkan saat lebaran..baju..baju yang dipakai gendis adalah baju bekas pemberian tetangga...semua tetangga tau bagaimana rusmin memperlakukan gendis makanya disini banyak sekali yang meyanyangi gendis...rusmin sangat kejam kepada gendis...pernah suatu hari dia membeli bakso empat bungkus ..gendis hanya menelan ludah karena rusmin tidak mengijinkan saya sulis dan arya untuk berbagi sama gendis..."kata bu Luluk sambil terisak .
"hanyaa semangkok bakso....?"tanya Firdaus melotot,sambil mengepalkan tangannya geram."keterlaluan kamu rusmin...aku ngga akan mengampunimu..."kata Firdaus dalam hatinya.
"bukanya setiap bulan ada bantuan dari saya uang dan sembako untuk warga disini..?apa tidak sampai...?siapa yang bertanggung jawab di rt sini?"tanya Firdaus penasaran.
"eeeehm....sampai..pak..semua warga rata dapat semua...tapi sama rusmin hanya diberikan sembako saja...uang di makan sendiri...kadang..kadang untuk membeli sabun..gendis dan saya buruh nyuci dirumah pak lurah..."jawab bu Luluk.
"kata orang gendis sering ke kebun teh dan bersama banyak lelaki...kenapa banyak yang bilang begitu...?"tanya Firdaus penasaran sambil menghadapkan mukanya ke bu Luluk.
"ooo...ituu hanyalah sebagian orang yang benci dan kecewa sama Gendis pak...banyak lelaki yang datang melamar gendis..tapi gendis menolak..bahkan rusmin pernah mengurung gendis di kamar sulis selama dua hari tanpa memberi makan karena menolak lamaran anaknya pak lurah...kasihan sekali anak itu...saat itu gendis sangat lemas dan dibawa ke klinik karena kondisinya sangat lemas...untunglah pak firdaus menggratiskan berobat....trimakasih nggih pak..."kata Bu Luluk sambil memegang penuh kasih tangan Firdaus.
"buleeek....."sapa Gendis tiba-tiba mengagetkan Firdaus dan bulek Luluk,Firdaus segera melepas tangan bu Luluk,dan pergi ke kamar mandi.Gendis hanya memandang heran pada suaminya.
Di dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Gendiiis....maafin aku...kenapa hidupmu sepedih itu....aku tidak menyangka..aku juga ikut andil dalam menyakitimu...maafkan aku gendis...kenapa aku setega ini sama dia.."kata Firdaus sambil mengepalkan tanganya ke tembok kamar mandi,menyesali perbuatanya.
"bruaaak...."tembok kamar mandi jebol.
"haaaah..kenapa...ada apa mas...?"teriak Gendis kaget.
"eeehm ...anu...ngga sengaja..."kata Firdaus membersihkan sisa air matanya dan keluar dari kamar mandi.
"kenapa mas mukul tembok kamar mandi...?itu kan kasibot mas...bukan tembok beneran...!"kata Gendis sambil memegang tembok kamar mandi.Firdaus menggaruk kepalanya bingung.
"eeehm...besok...pak selamet akan membawa tukang kesini dapur kamar mandi harus segera dibetulkan...aku tadi hanya mau tes temboknya sudah rapuh apa belum...oyaa..nanti biar dibuatkan satu kamar lagi kalo..kalo gendis main kesini biar ada tempat."kata Firdaus sambil berkacak pinggang.
"tapi mau buat kamar dimana pak...tanahnya sudah habis..."kata bu Luluk bingung.
Gendis dan bu Luluk hanya saling berpandangan bingung.
Setelah berpamitan Gendis dan Firdaus pulang kerumah,di dalam mobil Firdaus melirik wajah Gendis yang sayu."eehm...paklek rusmin bagaimana ya...apa dia baik..baik saja..?"tanya Gendis pelan.
"memangnya kenapa...kamu sudah lupa bagaimana disakiti sama dia..?"tanya balik Firdaus.
"aku ngga pernah sakit hati sama paklik...sejak awal aku sudah memaafkan paklik..."jawab Gendis tulus.Firdaus hanya menggeleng sambil melotot matanya kearah Gendis.
"kenapa kamu cepat sekali melupakan kesalahan orang....haaa...?jangan polos..polos kamu nanti ditipu orang..tau...paham...?"kata Firdaus sebal.
__ADS_1
Gendis ganti geleng-geleng.
"eeeh...berarti aku ngga usah maafin kamu gitu...aku gausah lupain perbuatan kamu....aku dendam aja gitu...iyaa...?"kata Gendis balas meledek.
"yaaa..bedaa....akukan ayah dari anakmu...kamu kan butuh aku...kamu ngga bisa bobok kalo ngga aku keloni...kamu hanya membutuhkan badanku saja....iya kaaan....?"tanya Firdaus menutupi kesalahanya.
"aduuuh..anak ini..kenapa bahas kesalahanku..."gumam Firdaus malu.Gendis menggeleng sambil mencibir.
"eeeh..tunggu ...berarti kamu juga sudah maafin si ahmad...?jangan bilang..kamu sudah lupa ...?"tanya Firdaus berteriak.
"iyaaa....ahmad itu baik mas...dia begitu karena memang sudah cita..citanya kuliah dan kerja di kantor mas....aku faham hatinya...dia itu..baik..."jawab Gendis tak menyadari kecemburuan Firdaus.
"jadi..maksud kamu kalo ..dia mau balik sama kamu ...kamu..mau..?kamu masih cinta....sama dia..iya..."tanya Firdaus sambil menghentikan mobilnya di pinggir sawah.
"kog berhenti si...mas...."tanya Gendis kaget.
"jawab....."teriak Firdaus.
"aku..sudah maafin..tapi aku udah ngga cinta....lagian aku kan sudah mau jadi ibu...kenapa aku musti menyukai laki..laki..lain...aku sudah menerima semua ini sebagai takdir dari Tuhan...aku...percaya..suatu saat aku bisa mencintai mas firdaus...dan mas firdaus bisa mencintaiku...tapi seandainya mas nanti ngga cinta sama aku dan menikah lagi sama orang lain...insyaAllah aku ikhlas..mas...aku sadar diri siapa aku..ini..."jawab Gendis polos.Firdaus mengepalkan tanganya dan memukul setirnya,melajukan mobilnya kembali.
"berarti saat ini dia belum mencintaiku...teganya dia menyerahkan aku sama wanita lain...."gumam Firdaus meredam amarahnya.
"dia kenapa sih...marah..ga jelas...kadang senyum..kadang marah..aneh...",kata Gendis memalingkan mukanya.
__ADS_1