Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Bertemu Sovia


__ADS_3

Gendis membawa 5set baju muslim dan kembali ke arah Firdaus."ambil lagi.....sekalian beli untuk keluar jalan dan sewaktu-waktu ke kantorku....," perintah Firdaus sambil duduk di sofa tunggu dan memandangi Gendis.Gendis menuruti dan mencari baju serta jilbab."astagaa.....pak Fir....."jerit sesorang yang tiba tiba keluar dari dalam ruangan,cantik dan memakai baju muslim terlihat sangat anggun."eh....sovia....apa kabar...?"kata Firdaus sembari menjabat tangan sovia.Sovia menyambut hangat tangan Firdaus dan enggan melepaskan."tumben pak fir datang kesini.....?"tanya Sovia penasaran."mungkinkah dia mau mendekatiku ..?Ya Allah laki laki idaman....ganteeng...tajir...soleh...."gumam Sovia dalam hati mengagumi Firdaus."ituu..ngantar...."jawab Firdaus sambil menunjuk ke arah Gendis."looo adeknyaa....perasaan pak fir..anak tunggal katanya....?"jawab spontan Sovia."wahahahaahahahaha.....bukaaan....dia istriku."jawab Firdaus bangga.Sovia yang mendengar kata-kata istri seperti disambar petir,sudah lama Sovia mengagumi Firdaus,Sovia pernah bertemu diacara perkumpulan pengusaha muda di Surabaya,dan mulai saat itu mereka sama-sama menukar nomor hape dan Sovia intens mengirim wa.Walaupun Firdaus dingin,namun selama ini Sovia tidak pantang menyerah."ini...kenalkan temanku sovia..."kata Firdaus mengegang pinggang Gendis dan memeperkenalkan Sovia."eeeeehm....Gendis....!"kata Gendis sopan."sovia......"balas sovia menahan tangis."cantik juga...istrinya...apa kelebihanya..sampai sampai pengusaha dan model sepertiku ditolak dan memilih wanita ini....,"gumam Sovia benci."cantik sekaliii wanita ini....kenapa sialan ini ga naksir dia ajaa siih..."gumam Gendis mengagumi wajah Sovia.lalu pergi memilih baju lagi,Firdaus mengikuti dari belakang."udaaah kamu duduk sana aja sama temenmu ituu loo gaenak..."kata Gendis membujuk."udaaah kamu selingkuh aja sama diaaa...aku ikhlas koog..."kata Gendis dalam hatinya."apa kamu mau pindah ganti toko??"biar bisa memilih model yang lain...gimana...?tanya Firdaus sambil membawakan baju yang sudah dipilih Gendis."nggaa disini aja....ini tinggal satu..sudah..aku cape..."jawab Gendis menolak."oiyaa kamu jangan cape..cape..soalnya kita nanti giat nya banyak sayang....,"bisik Firdaus ditelinga Gendis,Sovia yang menatap dari kejauhan hanya cemberut."kita mau kemana lagiiii....giat apa lagi.....?"tanya Gendis heran."kamu kan harus melayani aku nanti di kasur.....,"jawab genit Firdaus sambil mencium pipi Gendis.Gendis cuek dan memilih baju di depanya,selama ini Gendis belum pernah merasakan beli baju sendiri dan memilih sendiri bajunya.Firdaus menatap wajah Gendis dan membuat Gendis risih."ayooo sudah....pulang....,"kata Gendis jengkel.

__ADS_1


"sov.....berapa semua....?"tanya Firdaus sambil membuka dompetnya,dan membayar semua dan pergi dari toko setelah berpamitan dengan Sovia.Sovia yang melihat Firdaus begitu kecewa dan hanya bisa melihat dari jauh punggung Firdaus.

__ADS_1


"paaak..sudah..waktunya dzuhur..kita mampir pom bensin sekalian isi bensin.. saya dan Gendis solat...pak Berong nanti setelah kami yaa..soalnya..takut kalo Gendis kesasar."kata Firdaus kepada pk Berong.Firdaus tau Gendis belum pernah sekalipun ke kota.Sampai di depan mushola pom Gendis dan Firdaus turun dan masuk ke ruang masing masing karena ruang wanita dan laki-laki terpisah.Keluar dari mushola pom Gendis diajak masuk kedalam mobil.Firdaus nempel langsung ke tubuh Gendis karena barang begitu banyak."dasar...lintah ..ga bisa lepas .nempel terus...".gumam Gendis jengkel "sayaaaang....aku mau...disini...."kata Firdaus sambil mencium bibir Gendis,lama ciuman itu dan dengan gesit Firdaus melakukan nya lagi dan kali ini di dalam mobil.Seolah tidak terjadi apa-apa.Firdaus merapikan baju Gendis yang acak-acakan setelah pak Berong masuk ke dalam mobil."makasih sayang....."bisik Firdaus pelan."memang diotakmu itu ga ada yang lain selain mesum..yoo...,kalo saja bukan karena Sulis sudah aku tendang kamuuu....huuuuuuft...kenapa aku harus selalu pasrah sama orang ini....!"kata Gendis menyesali dirinya."paak kita makan direstaurant dulu..."kata Firdaus memerintah.

__ADS_1


__ADS_1


__ADS_2