Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Fidaus Cemburu


__ADS_3

Satu jam berlalu,Firdaus keruanganya menemui Gendis."heeeem....sebentar lagi aku ada pertemuan di hotel di dekat malioboro...kamu mau disini apa ikut ke hotel...?"tanya Firdaus tanpa menatap Gendis dan fokus dengan hape nya."eeehm...boleh ngga aku ke kost nya Sulis...?aku kangen sama Sulis..,"pinta Gendis dengan wajah memelas.Firdaus menghela nafas panjang dan berat sambil berfikir."iyaa...tapi hati..hati..."kata Firdaus dingin."eeehm...kalo sulis ngajak jalan..jalan keliling malioboro boleh ngga...?aku be.....lum...per...nah..."tanya Gendis sekali lagi,Firdaus menatap Gendis dengan muka sedikit masam,membuat Gendis ciut nyalinya."yasudaah....nggak...."kata Gendis kecewa,Firdaus hanya diam.


Pukul 14.00 Firdaus dan Gendis tiba di kost Sulis,kost yang cukup bagus sepeti asrama namun terlihat elite,"ayoo turun..."kata Firdaus sambil membuka pintu mobil untuk Gendis,Gendis mengikuti dari belakang sambil berlari kecil mengikuti langkah Firdaus yang sangat cepat."haaaaaaa....Gendiiiiiis....."teriak tiba-tiba Sulis dari arah belakang."haaaaa....suliiiiis....,"balas teriak kegirangan Gendis,kemudian keduanya saling mencium pipi dan berpelukan,Firdaus hanya menatap wajah Gendis yang terlihat sangat gembira.


"sulis...jangan kemana...mana...telepon kalo ada apa..apa...ya..."kata Firdaus tegas kepada Sulis dan Gendis bergantian.Keduanya menganguk tanda paham,Gendis kemudian mencium punggung tangan Firdaus dan Firdaus mencium kening Gendis mesra,Sulis


yang melihatnya hanya bisa menahan ludahnya."hati...hati...."bisik Firdaus pelan.Gendis hanya mengangguk.

__ADS_1


Firdaus berlalu dan Gendis masuk ke kamar Sulis,"kamarmu besar juga ya...lis...sudah lengkap dapur kamar mandi semua ada....kamu memangnya tahan pakai ac..?"kata Gendis sambil berkeliling kamar Sulis."yaaa..awalnya kedinginan..sekarang sudah biasa....ini kan berkat pak Firdaus ndis...fasilitas semua yang milih pak Firdaus....disini kost khusus untuk putri jadi cowok ngga boleh masuk...keluarga pun masuk harus pakai kartu identitas..."kata Sulis menjelaskan."oooow.....laa tadi aku ngga diminta ktpku...?"tanya Gendis heran."kayaknya pak Firdaus punya akses disini...ada yang bilang kalo semua kost disini punya pak Firdaus...entahlah..."jawab Sulis sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal."laaah..bayarnya perbulan berapa...?ini mahal kayaknya ya...?"tanya Gendis sekali lagi."eeeeng...nggak tau...pak Firdaus juga yang ngurusi aq ditransfer uang katanya untuk beli jajanku dan makan kalo mau keluar...untuk biaya kuliah semua sudah diatasi suamimu ...."jawab Sulis sambil memegang tangan Gendis.Gendis langsung merangkul Sulis."syukurlaah jika kamu bahagia suliis...aku bahagia melihatmu seperti ini...,"kata Gendis dalam hati.


"eeehm....ndis...kamu belum cerita kenapa kamu bisa tiba..tiba nikah sama...pak Firdaus...dan meninggalkan Ahmad...,"kata Sulis mengagetkan Gendis."eeeehm.....eeehm....awalnya paklek memaksaku dan mengancam tapi setelah aku pikir..pikir ngga papa lah daripada paklik marah sama bulek..."jawab Gendis berbohong .


"apa sekarang pak Firdaus sudah bisa menggantikan posisi ahmad...ndis..?kamu sudah mencintainya...?"tanya Sulis penasaran.


"eeeeehm....nanti juga lama..lama cinta...perjodohan itu biasa lis..jaman dulu kata bulek juga ngga ada orang pacaran...semua dijodohkan..nyatanya juga sampai tua ..."jawab Gendis nyengir."tapi aku heran ndis..kenapa setelah kamu menikah..bapak malah pergi tanpa ada kabar ya..."kata Sulis sambil berfikir."apa..kamu sedih paklek pergi...?"tanya Gendis sambil menatap wajah Sulis."heeem...gimana ya ndis..antara senang dan sedih...sedihnya bagaimanapun dia bapaku ..tapi senengnya...ibuk sekarang..sudah aman ngga akan dihajar sama bapak lagi..."jawab Sulis sambil meneteskan air matanya.Gendis kemudian memeluk tubuh Sulis erat dan juga ikut menangis.

__ADS_1


Gendis mengambil handphone nya dan mengirim pesan di wa kepada Firdaus."paak...aku boleh keluar di depan kost ngga...beli makan sama sulis....nanti habis makan langsung pulang.."tulis Gendis dikirim ke Firdaus.


"langsung pulang..jangan lama..lama...,"balas Firdaus.


"makasih..,"balas Gendis namun tidak dibalas Firdaus.


Gendis dan Sulis pun keluar mencari makan di disebuah angkringan yang cukup ramai banyak sekali makanan yang di sajikan,ada bungkusan nasi dengan macam-macam lauk,ada sate usus,sate telur puyuh dan berbagai macam menu makanan angkringan.

__ADS_1


"loooo...Gendis....kamu disini...."kata Ahmad mengagetkan Gendis,seperti suara petir Gendis betul-betul tidak menyangka bertemu Ahmad di Jogja."kamu tambah cantik ndis..pakai jilbab..."kata Ahmad sambil tak henti memandangi Gendis.Gendis tertunduk malu,"heeeeh...sudah punya orang...maaad..ingaaat...oiyaa...ndis aku tadi lupa cerita kalo sudah dua hari ini Ahmad di jogja dia mau diwisuda dan wisudanya disini...,"kata Sulis menjelaskan.Gendis hanya tersenyum."waduuuuuh siapa niih..cakep amat....kenalin mad..."ledek salah satu teman ahmad mengagumi wajah Gendis."dia...tetanggaku di desa..."jawab Ahmad sambil menatap wajah Gendis."kamu..cantik sekali ndis....beruntungnya pak Firdaus mendapatkan kamu..."gumam Ahmad dalam hatinya."eeehm...ayoo..makan..kita duduk disana aja...ayoo..,"ajak Sulis sambil menggandeng tangan Gendis.Gendis duduk sejajar dengan Sulis sementara Ahmad dan ketiga temanya berhadapan dengan Gendis dan Sulis.sambil bercanda mereka makan.


Dari kejauhan Firdaus menatap Gendis dan Sulis yang sedang asik makan sambil bergurau dengan Ahmad,wajahnya seketika memerah dibakar api cemburu."pakde...kalian duluan aja ke kos aq turun disini dulu.."kata Firdaus.Pak Berong menghentikan mobil dan Firdaus turun.Firdaus menuju kearah Gendis,dilihatnya wajah Gendis yang ceria membuat kemarahan Firdaus semakin menjadi."makan nya sudah...?"tanya Firdaus mengagetkan semua."huuuuk...huuuuk...huuuk...."suara batuk Gendis,Sulis dan Ahmad bergantian.Dengan wajah pucat Gendis menghentikan makanya dan minum segelas es teh."eeeehm....su....sudah...."jawab Gendis terbata-bata.


__ADS_2