Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Acara Syukuran


__ADS_3

Siang itu acara syukuran kehamilan Gendis,banyak sekali tamu yang diundang,warga desa,teman kantor,keluarga Firdaus dan Gendis semua hadir.


Gendis memakai gamis syar'i dengan balutan jilbab menjuntai,warna putih dengan renda di bawah gamis,Gendis sangat anggun dan cantik.Begitu pula Firdaus dengan kemeja nya warna putih terlihat sangat gagah dan tampan.


"astagaaaa.....gagah sekali...calon ayah satu ini...."kata Firman sontak membuat Firdaus kaget,Firman langsung memberi salam dan memeluk hangat Firdaus.Mata Firdaus tak henti menatap sosok yang menggandeng tangan Firman."kenapa wanita ini datang kemari...?dia yang hampir membuat rumah tanggaku kacau..."gumam Firdaus dalam hati.


"firdaus...selamat yaa...mau jadi bapak..."kata Vera sambil mengusap lembut tangan Firdaus.Firdaus membuang muka dan menyingkirkan tangan Vera.


"kenapa kamu ajak dia kesini...?"tanya Firdaus pada Firman sembari menarik tangan Firman dan menjauh dari Vera.


"dia ngotot mau ikut kesini...!memang ada masalah?yaaa....aku tau..dia pernah menjalin hubungan denganmu...tapi kurasa dia sudah dewasa dan tidak akan berbuat yang tidak..tidak.."jawab Firman sambil menepuk pundak Firdaus dan pergi.


Firdaus menghampiri Gendis.


"sayang...Firman bersama...."kata Firdaus terputus karena Gendis menggenggam jemari Firdaus."maaas aku baik..baik saja...vera kaan...?aku ngga mau mengulang kesalahan lagi...insyaAllah aku bisa menghadapinya..."kata Gendis menenangkan Firdaus.


Acara begitu akrab,karena acara diadakan di taman,sehingga semua tamu leluasa bergerak .


"eeeehm...gendis yaa....,kenalkan....saya vera..."kata Vera sambil menyodorkan tanganya.


"iyaa....saya Gendis..."jawab Gendis sopan.Di kejauhan Firdaus melayani teman-teman kerja dan keluarga nya.


"kamu lulusan universitas apa ndis..?kayaknya kog kamu masih muda sekali..."tanya Vera dengan wajah licik.


"ehm...saya ngga kuliah mbak...saya anak yatim piatu..untuk biaya makan saja susah bagaimana kuliah..."jawab Gendis sopan.


"ooow...begitu yaa...tumben banget Firdaus seleranya kayak kamu ya...dulu sih setau aku...firdaus suka wanita yang cerdas..seksi...yang modern...sekarang berubah ya..."kata Vera menyindir.


"mungkin dulu mas Firdaus belum sadar mbak..kalo hidup ngga melulu tentang bodi seksi...tapi juga kenyamanan dan iman...,dan tentunya mas firdaus akan mencari wanita yang baik untuk dinikahi...kalo yang ga baik biasanya sih cuma untuk main-main aja..."kata Gendis berani.

__ADS_1


Vera melotot kearah Gendis dan pergi.Dari kejauhan Firdaus memandang Gendis dan Vera,ada rasa takut dihatinya dan Firdaus buru-buru menghampiri Gendis.


"dia bilang apa ndis..."tanya Firdaus gelisah.


"engga...dia ngga bilang apa..apa...sudah sana..temui tamu..."kata Gendis mengusap pundak Firdaus.


Firdaus menggenggam tangan Gendis dan mengecup kening Gendis.Orang-orang menatap mereka dengan penuh iri,Firdaus beranjak pergi menemui tamu sedangkan Gendis pergi mengambil puding untuk Arya,"heeeh...masih ingat aku...?"kata Firman mengagetkan Gendis.


"owh...iya..pak dokter...?"jawab Gendis tersenyum.


"silahkan...dok...puding nya enak..."kata Gendis sambil menyodorkan puding.


"beruntung banget Firdaus dapat istri dia...cantik..solehah...kenapa wajahnya begitu manis...aura kebaikannya ngena banget dihati gua....sialaan...istri orang Firman....kenapa dia begitu memikat...."gumam Firman dalam hati sambil tak henti menatap Gendis.


"pak dokter....ini pudingnya..."kata Gendis membuyarkan lamunan nya."ow..iyaa..yaa..."kata Firman sambil mengambil puding.


"apa kamu asli sini atau dari daerah lain..?"tanya Firman menyelidik.


Firman tak hentinya menatap kagum wajah Gendis,


"kamu cantik..."kata Firman pelan


"maaf...apa dok...?"tanya Gendis kaget.


"eeehm...bukan...ngga bilang apa..apa .."jawab Firman bingung.


"kalian disini...?kata Yuli mengagetkan Firman dan Gendis,


"eh..bu dokter...silahkan bu..."kata Gendis mempersilahkan Yuli.

__ADS_1


"gendis.. tau ngga... yuli ini...dulu pacarnya firdaus...."kata Firman membuat Yuli tersedak.Gendis tersenyum kecil mendengar ucapan Firman.


"looo kamu kog malah ketawa...."tanya Firman heran pada Gendis.


"pak dokter ini orangnya terbuka ya...ngga ada basa basinya...hihihi...orang kota kalo bicara apa adanya..."kata Gendis tersenyum membuat Firman semakin tergila-gila.


"kamu ngga cemburu sama saya...?"tanya Yuli


sinis.


"ndak....dok...pacarnya mas Firdaus buanyaaak...sampai susah ngitungnya...kalo tiap ada mantan nya saya cemburu saya capek....hihihihi..."kata Gendis tersenyum.


"dewasa bangeeet anak ini..kenapa kamu ngga jadi istriku aja siih...?"gumam Firman dalam hatinya.


"kamu masih sangat muda...kenapa kamu ngga kuliah...malah nikah...?"tanya Yuli penasaran.


"tadi mbak..vera juga tanya gitu sama saya....saya sering ditanya seperti itu...mungkin inilah yang dinamakan takdir dok. jodoh kelahiran kematian adalah takdir..."jawab Gendis.


Yuli menatap wajah Gendis dengan angkuh dan pergi,sementara Firman masih terus memandangi wajah Gendis sampai membuat Gendis risih.


"heeeh...kamu ngapain disini....itu. teman..teman disana"kata Firdaus sambil menepuk pundak Firman.


"dia gangguin kamu ya ndis..."tanya Firdaus sambil memegang pinggang istrinya.Gendis menggeleng dan memberi sesuap puding ke mulut Firdaus.


"heeeh...ngapain masih disini....makanya...nikah...biar ada yang nyuapin...."kata Firdaus sambil melotot kearah Firman.Firman nyengir dan pergi.


"jangan ngobrol sama mereka...apalagi Firman...aku ngga mau kamu digoda."kata Firdaus mengusap pipi Gendis


"ada..ada aja...sih mas .mana mungkin ada laki..laki yang godain aku..."kata Gendis menggeleng sambil terus menyuapi Firdaus.

__ADS_1


"apa kamu ngga sadar..semua temanku menatapmu begitu...?banyak wanita iri melihatmu...kamu sangat cantik malam ini...kenapa...nanti..setelah acara selesai..ya..."kata Firdaus namun tidak diteruskan karena Gendis buru-buru menyuapi puding lagi."cepat sana..."kata Gendis mendorong pelan tubuh Firdaus."baiklah..sekarang kamu bisa mengusirku..nanti di ranjang..kamu akan mencariku...iya kan....?"kata Firdaus menggoda Gendis,namun Gendis tak menggubris hanya menggeleng dan pergi menemui Arya dan Bu Luluk.


__ADS_2