Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Kabar Gembira


__ADS_3

"kita duduk disini...ini..minum dulu.."kata Firdaus membujuk Gendis sambil menyodorkan sebotol minuman.Gendis yang tak kuasa menahan air mata tiba-tiba menangis sejadi-jadinya.Firdaus mengusap air mata Gendis."jangan nangis sayang malu dilihat banyak orang..,"kata Firdaus sambil menyeka air mata Gendis.Gendis melihat kanan dan kiri dan benar kata Firdaus banyak orang yang melihat kearahnya.Gendis menghapus air matanya dan berdiri berlari ke arah mobilnya.Firdaus berusaha mengejar Gendis,Gendis masuk kedalam mobil di kursi belakang dan Firdaus duduk disebelahnya setelah menyalakan ac mobilnya."sayaaang...dia masa lalu..kamu jangan gini..."kata Firdaus khawatir.Tak seperti biasanya,kali ini Firdaus terlihat sangat bingung.Gendis hanya diam sambil mengusap air matanya."sayaang...maafin...."kata Firdaus memohon.Gendis tak juga memberi jawaban."Gendiiis..maaf...!"pinta Firdaus sambil mencium tangan Gendis berkali-kali.Lalu berusaha memeluk Gendis, namun Gendis menolak."jangaaan...jangan..gini..."kata Firdaus memaksa memeluk tubuh Gendis.Gendis diam dan Firdaus berusaha mencium bibir Gendis."pergiiii.....jangan sentuh aku....aku benci..sama kamu....,"teriak Gendis sambil mendorong tubuh Firdaus, sampai Firdaus hampir jatuh kebelakang karena kaget,kepalanya terbentur atap mobil."aaaaaaw...."kata Firsdaus mengusap kepalanya.Gendis tidak menghiraukan dan memalingkan wajahnya."sayaaang...dia masa lalu aku....aku kenal dia sebelum aku tau kamu...itu udah setahun yang lalu...sudah lamaa..."ucap Firdaus menjelaskan."jadi udah berapa perempuan yang kamu tiduri...?kamu tinggalkan...?haaaa....."teriak Gendis sambil terus menangis."itu masa lalu....aku belum faham saat itu....please...!"kata Firdaus memohon sambil memegang tangan Gendis namun Gendis menolak."apa kamu tau bergonta ganti pasangan bisa tertular hiv dan penyakit kelamin ..?jangan..jangan kamu sudah penyakitan ..."kata Gendis menghina,seketika wajah Firdaus merah karena marah."Gendis...jaga ucapanmu ...!"teriak Firdaus ."apaaa...kamu mau apa.....?aku wanita ******...kamu mau perkosa aku lagi ..?disini...?ayoo. kesini...aku layani...nanti kamu tinggal bayar aja..."kata Gendis sambil membuka kasar jilbabnya dan membuka kaosnya hingga hanya berbalut penutup dadanya.Firdaus semakin hancur melihat ulah Gendis dan berusaha memakaikan kembali kaosnya."jangaaan....ampuuun...aku....salah...jangan gini ndis.....please...!"kata Firdaus memohon."itu masa lalu...sebelum aku kenal kamu...percalayah...aku tidak serius dengan mereka...!"kata Firdaus memelas."sudah berapa banyak wanita yang tidur sama kamu....?"tanya Gendis sambil menatap Firdaus penuh amarah.Firdaus tak menjawab hanya memandang wajah Gendis berbinar."yaaa...aku tau jawabanmu...sudah tak terhitung...iya..kan..."ucap Gendis ketus.Firdaus masih terus berusaha memegang jemari Gendis."bukaaaan....bukan...begitu..."ucap Firdaus pelan."pulang.....aku mau pulang...."teriak Gendis membuat Firdaus bingung dan beralih duduk di depan setirnya.Perjalanan begitu sangat melelahkan karena Gendis masih saja menangis.Firdaus tidak bisa fokus dengan kendaraan nya,karena terus menatap Gendis lewat cermin di depan nya."dia tidur...maafin aku ndis..aku harus gimana...itu masa laluku..kalo saja bisa ku ulang aku ngga mau kayak gitu..."kata Firdaus dalam hatinya,sambil menatap Gendis dari cermin."ndiiiis....ndiiis...."kata Firdaus khawatir karena tangan Gendis terlihat lemas.Firdaus mengehentikan mobilnya dan berputar menuju rumah sakit,secepatnya Firdaus mengangkat tubuh Gendis dan masuk keruang IGD."tolong dok....tolong istri saya..."kata Firdaus khawatir kepada salah satu dokter jaga."iya..berdoa yaa..tadi kenapa pak...?"tanya dokter."kecapaian dok...terus pingsan...,"jawab Firdaus terbata.Setelah dilakukan semua pengecekan dokter menyatakan kalo Gendis baik-baik saja,namun harus di berikan cairan beberapa jam agar segera pulih."untuk hasil lab bagus...nanti cek urin ya baru dikasih obat...yang tenang...ini biasa..."kata Dokter sambil menepuk pundak Firdaus."tolong pindahkan ke kamar yang paling bagus mbak..."kata Firdaus kepada salah satu perawat."bpjs apa umum pak...?"tanya perawat."umum mbak..yang terbaik kamarnya."jawab Firdaus sambil mengusap dan mencium tangan Gendis tanpa henti.Setelah di pindah ke ruang perawatan,Gendis akhirnya sadar,dan kembali menangis."maaf mbak...diambil urine nya dulu ya..!"kata perawat sambil menyodorkan wadah kecil.Gendis menurut apa kata perawat dan masuk ke kamar mandi."aku antar...."kata Firdaus sambil memapah tubuh Gendis namun Gendis menolak.Gendis keluar dari kamar mandi dan memberikan sedikit urine nya di dalam wadah kecil.Perawatpun keluar dari ruangan."sayang....kamu udah baikan...?makan apa...?"kata Firdaus bingung.Gendis memalingkan wajahnya dari Firdaus.Firdaus memeluk erat tubuh Gendis dan menciumi rambutnya."aku benciii sama kamu....benci..."kata Gendis sambil memukul paha Firdaus,Firdaus semakin erat memeluk Gendis."kamu tega sama aku ..kamu jahat bangeet...kamu cari istri yang perawan..yang belum disentuh orang..tapi kamu sendiri bekas banyak orang ..."kata Gendis dan menutup wajahnya sambil menangis.Firdaus begitu sedih mendengar ucapan Gendis dan pasrah."hukumlah aku....pukul dan caci maki...aku ikhlas....itu adalah masa laluku...kalau waktu bisa diputar aku ngga mau kayak gitu....aku menyesal..itu masa laluku biarlah Tuhan yang menghukumku...ndis...kamu jangan...aku ngga pernah menghianatimu...sejak melihatmu pertama kali..aku sudah jatuh cinta..saat mendengar cerita tentangmu aku berniat berubah...aku sungguh..sungguh denganmu ndiis....aku sayang sama kamu..."ucap Firdaus memelas,Gendis hanya terdiam.Tiba-tiba dokter masuk membawa beberapa kertas."eeehm...maaf...ini..hasilnya bu Gendis....dan ini hasil lab nya pak Firdaus....istirahat yang banyak ya..bu..trimester pertama memang begitu rasanya...kadang pingsan karena kelelahan karena tensinya rendah."kata Dokter menjelaskan."haaaa....maksud dokter...istri saya hamil....?"tanya Firdaus penuh semangat ,Dokter menganggukan kepalanya."dua bulan usia kandungannya..harus hati..hati ya ..untuk cek lebih lengkap nanti di dokter kandungan ya...sementara untuk berhubungan intim sedikit hati..hati...tapi tetap boleh...amaaan..."kata Dokter sambil melirik Firdaus,Firdaus tak henti menatap Gendis dan memegangi tanganya.


__ADS_2