
"Syukurlah...kondisi ibu dan bayi baik....kemungkinan besok sudah boleh pulang...ga perlu kontrol kesini...entar aku aja yang main kesana....gendis jangan sampai stres ya...nanti asi bisa..bisa ga keluar kalo kamu stres"kata Yuli menjelaskan kondisi Gendis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua hari berlalu akhirnya Gendis doperbolehkan untuk pulang,Gendis dengan kondisi yang mulai membaik menggendong firly sementara Firdaus menggendong finly.Pak Joko dan Pak Berong yang ada di depan sesekali melihat kearah Gendis.
"paaak...saya mau pulang kerumah bulek luluk saja..."kata Gendis.
"siaaaaaap......"jawab Pak Berong sambil menatap Firdaus,namun mobil melaju kencang kearah rumah Firdaus.
"looo....kog kesini....saya mau kerumah bulek saja...pak..."kata Gendis menahan marahnya.
"ayooo cantiiik kita masuk ke rumahmu....ayo...."kata Firdaus pada anaknya.
Gendis kesal namun ikut turun.
Semua orang menyambut Gendis dan si kembar dengan bahagia.bahkan mereka memeluk Gendis dengan tetesan air mata.
"piyeee kabarmuuuu nduuuk....mbok darmi....sangat menghawatirkanmu...."kata Yu Darmi sambil memeluk tubuh Gendis erat.
"saya baik...baik saya mbok.....saya kangen sama mbok darmi..."kata Gendis menangis.
"ayoo kita keatas...kamu bisa istirahat sama anakmu.."kata yu Darmi.
"ngga mbok...aku mau dikamar mbok darmi aja..."jawab Gendis sambil mengusap air matanya.
Yu Darmi menatap Firdaus bingung.
"bawa Gendis ke kamar almarhum mama mbok..."kata Firdaus sambil berkedip ke arah Yu Darmi.
Yu Darmi menuntun Gendis ke bekas kamar almarhum orang tua Firdaus.
"sini....ayo...ini kamar nenek dan kakek kalian...."kata Firdaus pada anaknya .
Yu Darmi keluar dan meninggalkan Gendis bersama Firdaus.
"aku....tidak ingin memperpanjang masalah kita....kita akan berpisah secara baik..baik...ijinkan aku mengurus anak..anak...kamu boleh kapanpun mau menjenguknya" kata Gendis memulai pembicaraan.
"tataplah anak kita...apa kamu tega...melihat mereka??mereka masih sangat kecil..butuh kita berdua...aku mohon padamu....kasihanilah...aku..."kata Firdaus sambil berlutut dan menangis sejadinya di pangkuan Gendis.
"apa mas juga berfikir begitu...sewaktu berniat menceraikanku?apa mas ngga berfikir sakitnya aku bahkan mas tega..mau misahin aku dan anakku?anak yang ku kandung...rela aku mati demi anaku dan mas dengan mudahnya memisahkan ku..." kata Gendis terbata-bata.
"aku mohon.....aku minta maaf...aku salah....aku...ngga pantas....bersikap begitu....aku hilang akal...ndis...aku...ngga tau...kenapa tidak bisa berfikir jernih saat itu...aku terus mencarimu....bahkan sampai kemarin saat kamu masuk rumah sakit aku masih terus mencarimu" kata Firdaus memelas.
__ADS_1
"kamu mencariku karena hanya menginginkan anaku...dan ingin menceraikan ku..iya kan...kenapa mas begitu mudah percaya pada hayalan buruk??mas hanya menduga..duga...kenapa mas tidak menggunakan hati...mana mungkin aku berkhianat...kalo cinta harusnya saling percaya...jika hubungan tidak ada kepercayaan maka akan jadi percuma.."jawab Gendis dengan isak tangisnya.
"maafkan aku....maafkan aku....aku ngga mau pisah sama kamu..."kata Firdaus memelas di pangkuan Gendis.
"biarkan aku sendiri dulu mas...aku ingin sendiri dulu ..."kata Gendis pelan.
Firdaus lalu memeluk Gendis erat dan mencium kening Gendis,lalu pergi ke kamarnya.
Firdaus mandi dan solat hingga sore dia tertidur di ruang solatnya.
Sementara Gendis di kamar ditemani bulek Luluk dan Yu Darmi.
banyak nasehat dari mereka untuk Gendis,dan bu Luluk menceritakan kondisi Firdaus selama ditinggal Gendis sangat terpukul dan hancur.Setiap hari mondar mandir kerumah bu Luluk dan tidak berhenti mencari Gendis.
"baiklah....bulek...aku akan memaafkan mas Firdaus..."kata Gendis pelan.
"tolooong....tolooong....mas...firdaus...."teriak bu Selamet dari kamar Firdaus.
Yu Darmi segera berlari kearah kamar Firdaus dan melihat Firdaus tergeletak di lantai samping tempat tidurnya.
"astagfiruLLah.....mas.....kenapaaa...ini...ada...apa...." teriak yu Darmi sambil mengangkat kepala Firdaus.
Pak Joko,Pak Berong,Pak Selamet dan yang lain berusaha mengangkat Firdaus ke atas kasurnya.
"panggil dokter di klinik kita sekarang..." kata Pak Joko meminta pada salah satu karyawan.
"ada apa buleeek...ada apa dengan mas firdaus...?"tanya Gendis gelisah.
"astaga....mas...firdaus..ada apa denganmu.....aku memaafkanmu..mas...jangan pisahkan kami lagi Ya Allah..."kata Gendis dalam hatinya.
"ada apa...ini...kenapa mas firdaus..."tanya Gendis khawatir melihat suaminya pingsan.
Tak berapa lama dokter datang dan memeriksa Firdaus.
"AlkhamduliLlah pak Firdaus tidak apa..apa...beliau kelelahan...tekanan darahnya rendah dan kelihatannya belum makan...sebentar lagi insyaAllah sadar..tidak perlu panik..." kata dokter dengan tenangnya,sementara Gendis dengan raut muka khawatir semakin gelisah melihat Firdaus tak juga bergerak.
"sini....ndis...dekati suamimu...." kata Pak Joko pada Gendis.Gendis pun mendekati Firdaus dan mengusap dahi Firdaus.
"badan nya panas dok??"tanya Gendis bingung.
"iyaa...nanti setelah bangun biar makan dan minum obat ini nanti akan reda panas nya...ditunggu ya bu..." jawab dokter dengan sabar.
Tidak lama benar kata dokter,Firdaus sadar dari pingsan nya,melihat banyak orang di dalam kamarnya Firdaus berusaha bangun.Namun,kepalanya pusing.
__ADS_1
"kamu pingsan mas....sejak kapan kamu ga makan??.." tanya Pak Joko sambil mendekap tangan nya sendiri.
"mas firdaus ngga makan?jadi dia mengurusku siang dan malam...menyuapiku dan dia sendiri ngga makan?" tanya Gendis dalam hatinya.
"dasar.....kalo soal istrimu kamu memang lembek....ayoo semua keluar...biar diurus istrinya sendiri...bu...selamet..siapkan makanan biar disuapin istrinya "kata Pak Joko memerintah Bu Selamet.
semua pergi dari ruang Firdaus dan bulek LuLuk pergi menemani si kembar.
"aku...memang lembek kalo urusan nya soal kamu ndis...."kata Firdaus pelan.
Gendis diam dan menatap wajah suaminya.Sementara,Firdaus memejamkan matanya karena pusing.
"mba....ini...makan mas firdaus...ayoo lekas dimakan...biar sehat...biar bisa momong anaknya..ya tooo....!" kata Bu Selamet menyodorkan senampan nasi dan lauk.
"maturnuwun bude...." kata Gendis sopan.
Bu Selamet menganguk dan pergi sambil menutup pintu kamar Firdaus.
"ayoo mas..makan...aku suapin..."kata Gendis baik.
"kamu mengkhawatirkanku?" tanya Firdaus.
"iyaaalah..mas kan suamiku...ayahnya anak..anaku..."jawab Gendis sambil tersenyum.
"apa kamu memaafkanku ndis?...apa aq masih ada kesempatan?" tanya Firdaus meyakinkan hatinya.
Gendis mengangguk dan tersipu.
Firdaus bangun dan memeluk istrinya erat.dicium rambut dan kening istrinya tanpa henti.
"maaaas....ingat..kan jahitankuuu.....sakit..."kata Gendis mengingatkan Firdaus.
"ooowh ...maaf....jangan sampai kenapa...kenapa...perut ini harus sehat karena adeknya finly sebentar lagi ada disini....." celetuk Firdaus dan membuat keduanya tertawa.
tiba-tiba hp Firdaus berbunyi dan ternyata Sulis vcall.
"gendiiiiis.....selamaaaat....mana...ponakankuuuu.....!" sapa Sulis di seberang teleponya.
"sama bulek lis...Ya Allah kamu tambah cantik....gimana kabarmu sulis....aku kangen sama kamu...kapan kamu pulang?"tanya Gendis sambil berkaca-kaca.
"besok aku libur dua minggu akan kuhabiskan waktuku bersamamu ...ndis..kita bisa ngobrol dan tidur bersama lagi..dua minggu ini..."sahur Sulis sambil terbahak.
"eeeeh....kamu tidur sama bulek luluk jaga anaku...enak aja....Gendis ga boleh tidur selain sama aku..." celetuk Firdaus di belakang punggung Gendis. ketiganya tertawa dan setelah hari itu mereka menggelar acara aqiqah untuk kedua anaknya,semua hadir disana berkumpul dengan bahagia.
__ADS_1
Gendis anak yatim piatu kini menemukan kebahagiaanya dan hidup rukun bersama suami dan anak kembar mereka,tapi namanya manusia hidup tetap saja ada ujian yang datang silih berganti,Namun,keduanya bisa mengatasi kerikil rumah tangga mereka dan hidup bahagia.
sekian...trimakasih...maaf ya sudab menunggu lama...dan setia baca novel pertamaku...🙏