Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Episode 52


__ADS_3

Kondisi Gendis makin membaik,Firdaus begitu bahagia melihat senyum istrinya.


"apa kamu ingin makan sesuatu?"tanya Firdaus sambil mengelus rambut Gendis.Gendis hanya menggeleng pelan.


"jangan sakit lagi....aku ngga sanggup lihat kamu seperti kemarin..."kata Firdaus sambil terus menatap wajah Gendis,Gendis tersenyum manis.


"kenapa kamu malah cengengesan?"tanya Firdaus sedikit jengkel.


"kamu ngga tau apa yang aku rasakan melihat kamu di kondisi kritis masuk ICU....haa...kepalaku pusing...aku mual...muntaah...isi perutku seakan mau keluar entah dari mana..semua sakit dari ujung kepala sampai kakiku...aku ingin menggantikanmu tidur disana...aku takut kehilangan kamu...kamu keluargaku satu..satu nya..!"cerocos Firdaus tanpa jeda.


"kamu baik mas....maafin aku ya...udah bikin kamu khawatir....tapi mana mungkin...ada manusia di dunia ini yang ga sakit....?sakit adalah pelebur dosa mas...bersyukur masih diberikan sakit kemudian sembuh....berarti Allah masih memberi kesempatan padaku..untuk memperbaiki diri .."jawab Gendis dengan lembut.


"mana mungkin aku bisa tanpa kamu...."kata Firdaus manja sambil memeluk tubuh Gendis yang masih terbaring.


"bisa laaaah...dulu sebelum kenal aku...mas juga bisa hidup....hehehehehe...."jawab Gendis bergurau.


"jangan menggantungkan hidupmu kepadaku mas....doakan saja agar kita bisa selalu bersama...namun seandainya kita harus berpisah...tidak ada kata putus asa...hidup harus terus berjalan...kepedihan akan dilupakan...kesakitan akan terhapuskan...oleh waktu...jadi apapun yang terjadi harus tetap semangat"jawab Gendis membuat hati Firdaus pilu.


"heeem....heeem..."suara batuk Firman mengagetkan Firdaus dan Gendis."heeeh ngapain kamu disini....masuk tanpa permisi..."kata Firdaus memarahi Firman.


"heeeeh..jangan lupa ini rumah sakit....kamu kira kamar hotel?haaa??"jawab Firman dengan berani.


"singkirkan tanganmu..aku akan memeriksa Gendis"kata Firman sambil sedikit mendorong tubuh Firdaus.kemudian meletakan stetoskop ke atas dada Gendis.


"heeeh...jangan macam...macam...kamu"bentak Firdaus sambil menyingkirkan tangan Firman dari dada Gendis.


"laaah...terus aku mriksanya gimana...?ini..kamu aja yang mriksa...niih.."kata Firman sambil menyodorkan stetoskopnya.


Firdaus melotot,Firman pun tersenyum lebar karena tau Firdaus bingung.


"suamimu itu protektif...kamu akan dikekang seumur hidup jadi istrinya...kalo saja dulu aku kenal kamu duluan...kamu pasti akan bebas....kemana..mana...tapi kemana..mana ...sama aku....hahahahaaaha..."kata Firman membual.


"dasar bejat...."kata Firdaus pelan.Gendis hanya tersenyum.


"jangan senyam senyum kalo di depan orang...."kata Firdaus sedikit membentak istrinya,Gendis semakin lebar senyumnya.


"betul kan kataku...kamu itu sebagai manusia sudah direnggut kebebasanmu...bahkan senyum saja dilarang...keterlaluan..."guman Firman pelan.


"kondisi kamu semakin baik...besok kemungkinan sudah boleh pulang..tapi jangan capek..capek dulu ya...jangan paksa istrimu untuk kerja keras...biarkan dia istirahat...."kata Firman mengejek Firdaus.


"pergi sana...pasienmu banyak tuuu....mereka juga bayar kali...."kata Firdaus sambil sedikit mendorong tubuh Firman.


"ow...bagoooos...ngga ingat kemarin....kamu nangis...nangis..minta tolong sama aku...??haaaa....?fiiirman...tolong istriku....bantu aku..."Firman terus mengejek hingga Firdaus mendorong Firman sampai ke pintu agar segera keluar."udah..jangan masuk kesini lagi...."kata Firdaus lirih.


"eeeehm....punya istrimu gede juga ya...fir...."ejek Firman sekali lagi ,dan membuat Firdaus hampir memukul kepala sahabatnya itu.

__ADS_1


"mas firman tadi bisik..bisik apa mas...?"tanya Gendis heran.


"biasa lah dia..tukang ngaco.."jawab Firdaus salah tingkah,Firdaus menggenggam tangan Gendis dan mencium bibirnya lama.


"sebenarnya aku pengen....tapi...aku bisa tahan..."kata Firdaus berbisik di telinga Gendis,Gendis melotot.


"iyaaa kan aku bilang aku bisa tahan...."jawab Firdaus celingukan,


Gendis hanya menggeleng.


"cepat sembuh...ya..."kata Firdaus sambil merebahkan dirinya di dekat tubuh Gendis.


"heeeem...."kata Gendis menggumam,Firdaus tersenyum manja.


"mas...aku pengen makan masakan padang...boleh ngga....?"tanya Gendis pelan,Firdaus mengernyitkan keningnya.


"sebentra aku telpon Firman ya..boleh ga makan itu..soalnya kan makan mu kemarin masih bubur"jawab Firdaus sambil meraih hp nya.


di telepon Firman menjelaskan kalo Gendis harus makan yang banyak agar segera pulih dan boleh makan apa saja kecuali pedas dan asam.


"terus yang beli siapa mas..?"tanya Gendis ragu."ada pak berong di tempat parkir biar dia yang belikan..."jawab Firdaus sambip meraih hpnya lagi untuk menelpon pal Berong.Namun Gendis melarangnya.


"mas....entah kenapa aku pengen mas yang belikan...kayaknya enak....kalo mas yang beli..."jawab Gendis pelan.


"maaaas...pakde gausah kesini...aku sendiri aja...aku canggung kalo ada orang lain..."jawab Gendis sekali lagi.


"pak berong biar di depan pintu.."jawab Firdaus memaksa.


"ini...yang paling aku ga suka dari kamu mas...kamu itu terlalu berlebihan...aku ingin kita hidup wajar..."kata Gendis sedikit ngambek.


"iyaaaaa....iyaaa..baik...bos..kamu aku kunci dari luar kalo gitu..."jawab Firdaus pasrah.


"maaaaaas"keluh Gendis tidak setuju.


"heeem...beraninya dia..awas aja nanti kalo udah sehat...ga ada ampun kamu..."gumam Firdaus dlam hatinya.


Firdauspun melenggang pergi tanpa mengunci pintu dari luar dan tanpa ada pak Berong yang menemani.


tidak jauh rumah makan padang dari rumah sakit,Firdauspun berjalan ke tempat yang dituju.setibanya di sana Firdaus kaget melihat antrean panjang pembeli.


"astaga.....kalo bukan demi kamu ogaaah...ogaaaah....demi..anak istri beneran ini...."keluh Firdaus dalam hatinya.


"lo...firdaus....?"sapa seorang wanita cantik kepada Firdaus.


"heeey...apa kabar....kamu antri juga?"tanya balik firdaus kepada indri,yaa..indri namanya teman perempuan Firdaus yang juga tergila-gila dengan Firdaus.

__ADS_1


"laaah ini punya mama ku lo fir...."jawab Indri sambil menepuk pundak Firdaus.


"waaaah...berarti kamu bisa nolong aku...ni...hahahahahaa..."jawab Firdaus sambil tertawa.


"iyaaa aku paham..sini...mau pesan apa..ke dapur langsung aja..ayo...gaenak sama..pembeli lainya..."tangan Indri menggandeng tangan Firdaus namun Firdaus segera melepaskan dan meminta Indri jalan di depan nya,Indri hanya nyengir.


"untuk siapa sih mas...kog cepat..cepat kelihatanya..."tanya Indri setelah menyerahkan pesanan Firdaus.


"istriku sakit dia hamil dan ngidam ini..."jawab Firdaus dan sambil melihat jam di tanganya,"waduh sudah setengah jam aku ninggalin Gendis."aku buru...buru..makasih yaa..."kata Firdaus segera berlari tanpa mendengar jawaban Indri.


Tiba dikamar Firdaus tidak melihat sosok Gendis."sayaaang...kamu didalam ya...!"tanya Firdaus di depan toilet.Firdaus membuka pintu kamar mandi dan ternyata kosong.


Firdaus sedikit panik.


"pak berong....kesini..."kata Firdaus menelpon pak Berong.


"mungkin dia cari udara segar di luar....tapi kemana..."tanya Firdaus masih panik.Tiba-tiba matanya tertuju pada selang infus yang menggelantung.


"seharusnya itu masih nyambung di tangan gendis...apa yang terjadi...ini..ada yang ga beres..."kata Firdaus pelan.Firdaus berlari kearah perawat disekitar ruangan Gendis.


Dengan kebingungan Firdaus menceritakan bahwa istrinya tiba..tiba menghilang.


"coba lihat cctvnya...sekaraaaang..."bentak Firdaus kepada perawat.


Firdaus segera berlari mengikuti perawat.


dilihat lima menit setelah kepergian Firdaus...tidak ada tanda Gendis pergi...sepuluh menit pun masih tidak ada,namun setelah menit ke dua puluh,ada sosok laki-laki memakai jaket biru dan masker menuntun tubuh Gendis berjalan beriringan,lelaki itu memegang pundak Gendis terlihat mesra di kamera cctv.


Betapa hancur hati Firdaus,apa yang terjadi siapa laki-laki itu,semua pertanyaan tumpah di benak Firdaus.


"cari lagi arah keluar kemana mereka selanjutnya"kata Firdaus geram.


"ini..pak...mereka naik taksi..namun tidak bisa dilihat berapa plat nomornya karena cctv dari samping mobil pak..."jawab petugas rumah sakit.


Firdaus mengepalkan tangannya dan berlari keluar,dengan naik mobilnya Firdaus bertanya-tanya kenapa Gendis pergi begitu saja...apa dia berselingkuh?apa dia diculik...kenapa seolah Gendis pasrah...apa dia diancam...?apaaa...."Firdaus segera ke kantor polisi dan melaporkan kejadian di rumah sakit.


Malam itu Firdaus tidak pulang...dia terus menyusuri jalan dan tidak berhenti mencari istrinya.


"kenapa dia pergi?dengan siapa laki..laki..itu...?kenapa dia begitu memaksaku untuk beli makanan..seolah dia berencana akan pergi...Gendis tega sekali kamu....atau mungkin dia di culik...tapi laki-laki itu sepertinya tidak membawa senjata..apaaa.....apaaaa....yang terjadi...tuhaaaan..."jerit Firdaus dalam hatinya perih.


Di dalam ruangan yang gelap gendis begitu kesakitan,mulutnya penuh darah karena tamparan paklek Rusmin.


"ampun...pakleeek...ampuuun....aku sedang hamil pak leek...."iba Gendis memohon pada Rusmin.


"kamu harus merasakan apa yang aku rasakan selama ini...aku akan menyiksamu...dan Firdaus harus merasakan sakitnya dipisahkan dari anak dan istrinya.."jawab Rusmin bengis.

__ADS_1


__ADS_2