Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Gendis yang Aneh


__ADS_3

Gendis menghabiskan segelas es yang ada ditangannya,kemudian lanjut makan hidangan yang ada dihapadannya."tempe kaan....."kata Firdaus manja sambil menaruh tempe di piring Gendis,Gendis memang sangat menyukai tempe,beda dengan Firdaus yang suka ayam.Gendis mengambilkan ayam bakar dan ditaruh di piring Firdaus,mereka makan bersama-sama,suasana pun menjadi hening.Hanya bu Berong yang gelisah menatap Gendis."heleh ngga papa...mbak Gendis sudah menikah sama mas Firdaus nanti juga ada pelampiasanya...kikikikikik....,"bisik bu Selamet ke telinga Bu Berong,namun bu Berong tetap khawatir.Gendis mulai kepanasan,ada yang aneh yang dia rasakan."aduuuuh kenapa jadi gerah ya....kenapa dia begitu tampan dan menarik malam ini....astaga....kenapa aku....?..aku pasti sedang halusinasi...."kata Gendis dalam hati kebingungan sambil sesekali melirik Firdaus.Segera Gendis menghabiskan makanannya,karena begitu gelisah dengan perasaan nya Gendis naik ke atas."maaf..saya ke atas dulu nggiih...."ucap Gendis berpamitan."makan buah dulu ndook......,"kata yu Darmi sambil menyodorkan jeruk.Gendis hanya menggeleng,lalu segera naik keatas.di atas ranjang Gendis begitu kebingungan."Ya Allah kenapa aku ini...apa aku sakit...?aku tidak pernah merasakan seperti ini..apa aku masuk angin...?apa aku minta di kerok sama mbok darmi aja....?"kata Gendis sambil berjalan ke arah pintu.Tiba-tiba Firdaus masuk membuka pintu.Firdaus mencari-cari hpnya di meja samping ruang solat.Gendis tiba-tiba merangkul leher Firdaus,"haaaaa....kenapa anak ini...?"batin Firdaus kebingungan,lalu menaruh hpnya kembali diatas meja,dan berbalik menghadap Gendis.Gendis langsung mencium bibir Firdaus hangat,Firdaus yang seperti mendapat bulan jatuh tak menyiak-nyiakan kesempatan dan langsung membalas ciuman dari Gendis."eeehm.....aku mau....aku pengen sekarang...."kata Gendis mengeluh sambil terus menciumi wajah Firdaus."kenapa kamu begitu tampan....."kata Gendis nakal.Sambil membuka paksa kaos Firdaus,Gendis mendekap tubuh kekar Firdaus dan membelai lembut dada Firdaus."aku mau sekarang....."ucap Gendis menggoda dan menarik tangan Firdaus kearah ranjang."sayaang kita belum solat isya....ayoo solat dulu.."bujuk Firdaus,karena Firdaus tak ingin Gendis mandi malam-malam."ayoo solat dulu nanti kita teruskan.,"ajak Firdaus sambil mengajak berdiri.Tapi Gendis yang sudah kehilangam akalnya,terus mencium bibir Firdaus dan akhirnya mereka melakukanya.Keduanya pun berpelukan di dalam selimut,Firdaus tak habis fikir kenapa Gendis begitu kesetanan malama itu.sambil mengusap rambut Gendis Firdaus bertanya."kamu ngga papa kaan....,"pertanyaan Firdaus mengagetkan Gendis,Gendis hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


keduanya pun mandi dan solat isya berjamaah.Setelah solat Gendis duduk didepan cermin dan menatap Firdaus dengan begitu malunya,"yaa...ampun..kenapa aku seperti kesetanan tadi ya...apa aku sudah kecanduan dengan tubuhnya....lelaki bejat itu sudah merubahku jadi wanita ******....astaga...malunya akuu..."gumam Gendis dalam hati lalu mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


"sayaaaang...ayoo sini..bubuk...kamu ngga capek..."tanya Firdaus manja sambil menepuk kasur.Gendis menghela nafas panjang,"semoga aku tidak kesetanan lagi...,"gumam Gendis sambil beranjak ke kasur.

__ADS_1


Gendis mencoba tenang,menarik nafasnya dalam dan mengalihkan pikiran ke hal yang lain.Namun tangan Firdaus yang kemana-mana membuat Gendis tidak karuan,biasanya seaktif apapun Firdaus tak membuat Gendis berhasrat."aaaaaaach...."Gendis geram dan menarik tubuhnya keatas Firdaus dan mencium bibir Firdaus.Firdaus kaget dan senang."apa ini aslinya Gendis.....?"kata Firdaus dalam hati dan tidak menyiakan kesempatan.Firdaus membalas ciuman Gendis dan malam itu Gendis yang jadi pemeran utamanya.Selesai sudah percintaan mereka lalu keduanya tidur di dalam satu selimut.

__ADS_1


Pagi hari pukul 04.00 alarm berbunyi.Firdaus terbiasa bangun pagi dan alarmnya di setel jam 04.00 untuk solat subuh.Firdaus mencium kening Gendis yang tadi malam kesetanan."ayoo solat subuh.."bisik Firdaus sambil merekatkan tubuhnya yang telanjang ke tubuh Gendis.Gendis mulai bangun dan merasa ada yang aneh,pengaruh obat masih belum benar-benar habis Gendis masih belum sadar sepenuhnya."aku mau sekali lagi....."kata Gendis tepat dibibir Firdaus.Firdaus tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mereka melakukanya lagi.Setelah puas dengan Firdaus,Gendis mandi dan solat subuh."maafkan aku Ya Allah....aku telat subuh..karena aku melayani orang disampingku ini...dia yang salah Ya Allah..."kata Firdaus dengan posisi tangan menengadah seolah berdoa,Gendis yang tau doa itu sindiran untuknya menjadi merah wajahnya karena malu.

__ADS_1


__ADS_2