
Pukul 22.00 Gendis dan Firdaus lelah menyusuri malioboro,mereka duduk di tepi jalan malioboro.Kota Jogja yang selalu identik dengan kayunya.Disepanjang jalan Malioboro ada banyak kursi berjejer di tepian jalannya,biasanya banyak orang berdatangan dan mengabadikan moment mereka dengan berfoto.Gendis dan Firdauspun tak lupa berfoto."capek...?"tanya Firdaus sambil menyodorkan sebotol air mineral."iyaa duduk disini dulu yaa..."jawab Gendis merapatkan duduknya disamping Firdaus."iyaa...sesukamu aku turuti..."jawab Firdaus sambil menyodorkan sebungkus roti."eeehm...besok pulaang..?"tanya Gendi pelan."besok aku ada meeting lagi,kamu sama Sulis nanti kalo mau makan do aja..."kata Firdaus,Gendis mengangguk."kamu sering kesini ya...?"tanya Gendis sambil memakan rotinya."iyaa dulu waktu belum nikah sering,tapi sudah lama aku ngga kesini...biasanya cuma lewat aja..?"jawab Firdaus sambil memakan roti bekas gigitan Gendis.Firdaus terus memandang wajah Gendis dari samping membuat Gendis malu."jangan liatin gitu..malu banyak orang lewat..mas.."kata Gendis memalingkan wajahnya.Firdaus tidak perduli dan mencium pipi Gendis.Tangan Gendis di pegang erat dan Gendis menyuapi roti ke mulut Firdaus."sama...cewek...?"tanya Gendis pelan."apanyaaa...?"balik tanya Firdaus.
"kesini dulu sama cewek...?"tanya Gendis sekali lagi.Firdaus tak mau menjawab dan mengusap lembut jemari Gendis.Gendis yang tau Firdaus tak mau menjawab tak mau bertanya lagi.
__ADS_1
Pukul 23.00 Gendis dan Firdaus berjalan santai ke parkiran.sambil melihat lampu menyala suasana Malioboro yang tidak pernah sepi,membuat perjalanan nya tidak terasa.Keduanya pun masuk kedalam mobil."sepi....disini yaa...aku pengen..."kata Firdaus sambil mencium bibir Gendis.Gendis menggeleng."dikost aja...lebih leluasa...jangan sampai dilihat orang bisa jadi aib..mas.."jawab Gendis sopan.Firdaus menurut dan pulang ke kost.
Sampai di kost Pak Berong dan pak Joko terlihat di teras kos."belum tidur pakde..?"tanya Gendis."belum....ini masih ngobrol..."jawab Pak Joko."aduuh...ngga bawa makanan tadi..."kata Gendis.disambut gelak tawa pak Joko dan Pak Berong."ngapain bawa makanan..disini tiap meter penjual makanan...pakde sudah bosan makanan disini...ngawur...."kata Firdaus sambil menggandeng pundak Gendis ke kamar."lanjuut pakde...."teriak Firdaus."monggo mas....lanjut..jangan capek..capek..besok ada meeting..wahahahahahaah."jawab Pak Berong.Firdaus ikut terbahak,Gendis hanya menatap wajah Firdaus heran.
__ADS_1
"aku mau lagi..."bisik Firdaus pelan ditelinga Gendis.diturunkan tubuh Gendis ke ranjang yang masih berantakan,tubuh Firdaus menindih tubuh Gendis,sehingga Gendis tidak bisa berkutik,hangat bibir Firdaus menempel di bibir Gendis."eeehm...apa mas pernah melakukan hubungan badan dengan wanita lain...sebelum denganku..?"tanya Gendis pelan,Firdaus menatap mata Gendis dan mencium bibirnya tanpa memberi jawaban."maas...pernah nggak...?"tanya Gendis sekali lagi."kenapa....?"tanya balik Firdaus."cuma pe....ngeeen...na.....aaaaach...."kata Gendis tak dilanjutkan karena Firdaus mulai aksinya.
Pagi hari setelah solat subuh Gendis mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut yang sudah disiapkan Firdaus."semua sudah lengkap disini mas...apa ini sengaja mas siapkan..atau memang dari dulu sudah ada...?"tanya Gendis sambil melirik Firdaus yang sedari tadi merangkul Gendis di depan cermin."ituu lihat...baru apa udah lama...!"jawab Firdaus."nanti kalo ngga ngajak aku kesini mas pakai sama siapa...?"tanya Gendis sambil menatap keatas wajah Firdaus.Firdaus secepatnya membungkam mulut Gendis dengan mulutnya."aku mau lagi...."kata Firdaus pelan."haaaah....belum kering ini..."jawab Gendis.
__ADS_1