
Semua orang makan dengan lahap,hanya Gendis yang tidak nafsu makan."ayoo ndook makan yang banyak...kamu biasanya suka tempe...bulek ambilkan ya...."kata bulek Luluk sambil menaruh tempe di piring Gendis."ow...jadi kesukaan Gendis tempe.."guman Firdaus dalam hati.Gendis hanya diam dan melanjutkan makan."maaf pak...apa Gendis nanti pulang sama saya??"tanya bulek Luluk penuh harapan.Gendis melihat kearah Firdaus dengan mata berbinar-binar."silahkan lanjutkan makan nya dulu..nanti baru kita ngobrol....santai aja bu Luluk..."jawab Firdaus membuat Gendis penasaran,semua terdiam dan melanjutkan makan yang terdengar hanya suara sedok bertatapan dengan piring.Selesai makan semua duduk diam menunggu kata-kata Firdaus."hari minggu nanti acara akad nikah....semua warga akan diberi undangan dan acaranya sederhana saja ...ijab qabul dan tidak ada pesta hanya makan-makan bersama....semua warga kampung akan diundang tanpa kecuali....hari minggu besok berarti tinggal 3 hari...."kata pak Joko mengawali perbincangan."laaaa...cepet banget..belum ada persiapan apa-apa....."jawab bulek Luluk kaget."apa yang Bu luluk butuhkan??"tanya Firdaus sopan kepada bulek Luluk."laaaa...seserahan nanti dari saya ke jenengan belum ada ...nanti saya temu manten juga apa ndak....??bukanya saya juga harus pesan terop dan sebagainya....?"tanya bulek Luluk kebingungan."tidak perlu bu Luluk...acara cukup dirumah ini saja...akad nikah sudah selesai...saya tidak mengundang rekan bisnis ...nanti kalau Gendis sudah siap..baru mengadakan pesta di kota....iya kan?"kata Firdaus dan menatap Gendis,Gendis menganguk sambil tersenyum paksa."ow....."kata bulek Luluk paham sambil mengernyitkan dahi kearah Sulis dan Sulis hanya menggeleng."nanti baju dan semua keperluan kalian bu Selamet yang menyiapkan...."sahut pak Joko sambil memberi kode kepada bu Selamet."siaaaaaaap...laksanakan....bereeees"jawab bu Selamet....sambil memberikan jempolnya ke arah pak Joko."bu luluk....ini sertifikat tanah dan rumah yang kamu tempati....sekarang resmi menjadi milikmu..."kata pak joko mengagetkan bulek Luluk,bulek Luluk rasanya mau pingsan mendengar kata-kata dari mulut pak Joko."buleeeek.....bulek ngga papa too??,"kata Gendis khawatir melihat bulek Luluk diam dan lemas."ini beneran apa mimpi??"kata bulek Luluk,semua orang tertawa terbahak-bahak melihat bulek Luluk,Gendis memeluk bulek Luluk dan mencium pipinya."buleeeeeek...."kata Gendis sambil menitikan air mata."dan ini handphone buat kamu.....besok diantar sopir...pergilah ke kota ...daftar kuliah di universitas kedokteran mana yang kamu suka...biaya kuliahmu makan dan kosmu disana aku yang biayain....nanti biar diurus pak Joko...kuliah serius agar kamu sukaes jadi dokter....ajaklah ibumu sambil jalan-jalan ke kota...."kata Firdaus sambil menatap Sulis,Sulis hanya melongo dengan perkataan Firdaus...sambil meneteskan air mata Sulis mengahampiri Gendis dan memeluk Gendis yang masih duduk di samping Firdaus."Gendiiiiis.....makasiiiiih...."ucap Sulis sambil mencium kening Gendis..bulek Luluk semakin keras tangisnya,ibu-ibu asisten juga ikut menangis haru.Gendis ta hentinya menangis,perih rasanya hati Gendis tapi bahagia melihat bulek Luluk dan Sulis."laaaa......kalo mbak Sulis jauh aku sama ibuk dirumah sama mbak Gendis aja?....bapak sudah dua hari ngga pulang"kata Arya memelas."apa...paklek Rusmin pergi karena penjahat ini??...tapi untunglah...bulek...kamu sudah aman...ngga ada paklek lagi".gumam Gendis dalam hati."kamu....besok dibelikan sepeda baru sama pak selamet...pilih sendiri ya...dan kamu dirumah sama ibuk mu hati-hati....jaga ibukmu yaa....mbak Gendis...sekarang tinggal disini..rumahnya disini....ga akan kemana-mana"jawab Firdaus dengan tegas,semua diam dan Gendis menunduk."bu Luluk...mulai sekarang karena jenengan sudah menjadi mertua mas Firdaus....jenengan tidak perlu susah payah lagi...untuk kebutuhan sehari-hari ...ambil...di mini market depan rumah..baju dan semua keperluan bilang sama saya....pak Berong atau pak Selamet nggih....".kata pak Joko menjelaskan.Bulek Luluk masih tidak percaya dengan semua,bulek Luluk terus mencubit-cubit tangan nya sendiri di bawah meja.Gendis merangkul pundak bulek Luluk.kemudian Sulis Gendis dan bulek Luluk berpelukan.