
Pagi hari setelah solat subuh,Firdaus bersiap-siap ke kantor.""gendis.....tolong ambilkan baju kerjaku...,"perintah Firdaus keluar dari kamar mandi.Gendis menganguk dan memilih baju untuk Firdaus."ini...mau?"kata Gendis sambil memeperlihatkan kemeja biru muda dan celana hitam."trimakasih sayang...dalamanya mana?"jawab Firdaus sembari mencium dan memeluk Gendis,Gendis mengernyitkan dahi."sialaan.....semoga dia lupa jalan pulang dan tak bisa kembali kerumah ini,"kutuk Gendis dalam hati."nanti kamu kebawah aja kalo bosen di kamar ya...nanti aku vcall...sebenarnya aku malas kerja..tapi ada urusan yang harus aku selesaikan,"kata Firdaus sambil merapikan dasinya."aku aja malas sama kamu....wuuus...wuuus...sana pergi....jangan pulang yaa....,"gumam Gendis dalam hati.Lalu Firdaus menggandeng tangan Gendis menuju lantai bawah,dari atas sudah kelihatan semua asisten sibuk,ada yang merapikan ruang tamu ada yang mengepel ada yang memasak ada yang mempersiapkan anak-anak mereka masing-masing untuk bersekolah.Pagi itu pertama kalinya Gendis ikut sarapan bersama,ternyata setiap hari Firdaus berkumpul dengan semua pekerja dirumah untuk makan pagi dan makan malam,Gendis duduk di sebelah Firdaus karena Firdaus sedari tadi memegangi tangan Gendis.Gendis yang risih menjadi tidak nyaman dan malu melihat semua orang melihat ke arahnyaa,pelan tangan Gendis melepas genggaman Firdaus dan pura-pura mengambil sendok.Gendis menaruh nasi goreng ke piringnya sendiri dan siap untuk mengambil satu sendok dari piringnya,tapi tiba-tiba yu Darmi mengagetkan Gendis."lolololo.......kog calon suamimu tidak kamu ambilkan nasi to ndoook...,"kata Yu Darmi mengagetkan.Gendis lalu cepat menaruh sendoknya,dan mengambil nasi dan menaruhnya ke piring Firdaus,Firdaus hanya tersenyum melihat wajah lucu Gendis."mboook..nanti temeni Gendis...kalo butuh apa-apa...bantu ya...oyaa..kamu bisa berenang kan??kalo kamu pengen berenang kamu berenang dilantai tiga...jangan di belakang yaa...di belakang khusus pegawai dan anak-anak,"kata Firdaus sambil menatap wajah Gendis."aku tidak bisa berenang...,"jawab Gendis pelan dan malu..karena seolah setiap kata yang keluar dari mulut Gendis ditunggu-tunggu oleh semua orang."ow...baiklah besok kita belajar renang,"jawab Firdaus sambil memegang jemari Gendis,mata Gendis melotot tak percaya ternyata jawabanya salah."Ya Allah ...kenapa aku tadi musti jawab gitu....."gumam Gendis dalam hati sambil menyantap nasi goreng.Setelah makan Firdaus bersiap-siap berangkat,Pak Joko dan Pak Berong pun bergegas mengikuti,Gendis yang hanya diam di meja makan disenggol oleh yu Darmi dan di minta untuk mengikuti sampai depan rumah."aku berangkat dulu..ya..tunggu aku..."pamit Firdaus sambil mencium kening Gendis."iyaaaa..."jawab Gendis pelan sambil mencium punggung tangan Firdaus."semoga kamu ga bisa kembali kesini..."ucap Gendis dalam hati.
__ADS_1
Setelah kepergian Firdaus,Gendis ikut membantu membereskan meja makan tapi tidak diijinkan oleh yu darmi,lalu Gendis pergi ke taman sambil membawa handphone nya.Ditaman Gendis duduk sendiri dan tanpa disadari ada pak Selamet yang selalu mengawasi gerak gerik Gendis.Lama Gendis duduk termenung dan tanpa sadar banyak kupu-kupu yang menghampiri dan hinggap di rambutnya,Gendis tertawa sambil mengusir lembut Kupu-kupu di depan nya.Pak Selamet yang tau pemandangan itu langsung memotret dan mengirimkan ke Firdaus lewat Wa.
__ADS_1
"tiiiing...tiiing....."suara hp Firdaus berbunyi,Firdaus membuka hp nya dan melihat isi pesan pak Selamet,sambil tersenyum Firdaus mengusap hp nya.Pak Joko yang melihat tingkah majikan nya ikut senyum."tak lihat...sejak kemarin malam aura mas Firdaus berubah ya rong....,"ucap Pak Joko kepada Pak Berong yang sedang menyetir mobil.Firdaus yang duduk di sebelah Pak Joko hanya tersenyum."sudah lama aku mengagumi Gendis....dan sehari lagi dia akan jadi istriku..."jawab Firdaus."besok adalah hari patah hati nasional..,"jawab pak Berong dan disusul gelak tawa Firdaus dan pak Joko.Sebenarnya selama ini banyak sekali gadis-gadis yang mengejar Firdaus,ada model,ada bintang film,ada pengusaha,ada penyanyi dangdut.Tapi Firdaus tidak pernah menggubris,ada aura lain di dalam diri Gendis.Dulu Firdaus pernah bercerita bahwa kelak dia akan mencari istri yang sudah tidak punya ayah dan ibu seperti dirinya.Firdaus mempunyai kriteria wanita idaman,dia harus cantik,harus baik,harus solehah,dan dalam diri Gendis Firdaus mendapatkan.Sesampai di kantor Firdaus sibuk bekerja.
__ADS_1