
"kamu di dalam sini aja ya...aku meeting dulu..butuh apa..apa...bilang sama mita aja...."kata Firdaus mencium kening Gendis dan pergi.
Belum lama Firdaus pergi tiba-tiba diluar terdengar suara mita sedang ribut diluar ruangan Firdaus.
"mbak..clara...saya mohon..jangan masuk atau saya panggilkan satpam....please mbak...ini perintah pak Firdaus....,"teriak Mita kepada gadis cantik.
Dengan memaksa akhirnya gadis itu membuka pintu ruangan Firdaus dan melihat Gendis yang sedang berdiri di samping meja.
"maaf mbak...ini maksa...maksa masuk...sudah saya panggilkan satpam..."kata Mita sambil mengernyitkan dahinya,dengan penuh ketakutan menunggu satpam datang.
"ow...ini l***e baru nya Firdaus...?belagak pake jilbab lagi..eeeh...lo..ditiduri berapa kali sehari haa....?muka pas..pas an ..aja..udah beraninya bikin firdaus ngusir aku .."teriak Clara sambil berusaha menjambak jilbab Gendis namun ditahan Mita."mbaak ampun..mbak..jangan..ini istrinya bos mbak..."kata Mita menyadarkan Clara.
"oooh...nooo....ngga mungkin...dia...?.kampungan kaya gini....?semua gadis ditolak cuma untuk ngejer dia....cuuuih...."kata Clara sambil seolah-olah meludah.
Gendis hanya diam terpaku."seperti ini semua kah mantannya suamiku...?"gumam Gendis dalam hati terheran-heran.
"sini...biar aku hajar...di.......dia...."teriak Clara sambil berusaha mendekati Gendis.Namun,dua satpam sudah meraih badan Clara dan memaksanya keluar.
"aduuuh mbak gendis..maafin saya ya mbak...jangan diambil hati mbak...wanita..wanita ..itu udah kayak kakus mbak..yang keluar dari mulutnya semua kayak ***...wkwkwkwkwkwwkwk"kata Mita menenangkan Gendis.
"eeeh...ngga papa mbak mita...emang kenyataannya saya kampungan kog...hihihihi...."jawab Gendis tersenyum kecil.
"aduuuh kata siapa..mbak gendis tu pakai baju meskipun sederhana namun menawan..pantas pakai baju apa aja..bikin iri beneran mbak..."jawab Mita melihat Gendis dari atas sampai bawah.
"aaah bisa aja..."jawab Gendis merendah.
"baiklah mbak..saya tutup lagi..saya jamin..ngga ada keonaran lagi ya..."kata Mita pelan.Gendis mengangguk.
Satu jam berlalu Firdaus berjalan keruanganya.
__ADS_1
"p....paaak...maaf..tadi mbak clara datang. .ngamuk..sama mba gendis ..sudah saya halangi tetap masuk..akhirnya diusir paksa sama pak satpam..."kata Mita mengejar Firdaus yang berjalan cepat.
"astagaaaa....gimana siih mita..udah di bilangin...jangan sampai ada yang masuk kenapa bisa lolos....,gimana istriku...?"balik tanya Firdaus sambil mengacak-acak rambutnya.
"mba gendis diam saja pak..tapi sepertinya dia ngga kenapa...kenapa..."jawab Mita takut.
"sekali lagi ada kejadian kayak gini aku potong gajimu mit...adeeeh bikin susah aja..,perang lagi..ini..."kata Firdaus melangkah masuk.
Setelah membuka pintu Gendis hanya menatap Firdaus,dan Firdaus tersenyum aneh.
"kenapa cengengesan....ngga salam...malah nyengir...."kata Gendis heran.
"oiyaa..assalamaualaikum...."kata Firdaus merayu.
"waalaikumsalam..."jawab Gendis sambil mengelus perutnya.
"udaah sana lanjutin kerjanya...."kata Gendis sambil melangkah ke ranjang samping ruangan Firdaus.
Setengah jam berlalu,Firdaus serius dengan tumpukan kertas di atas mejanya.
Gendis akhirnya mendekati Firdaus dan mengelus lembut pipi Firdaus."haaa...sudah mulai anak ini mau menggangguku..."gumam Firdaus dalam hati.
Gendis tiba-tiba memaksa duduk di pangkuan Firdaus.Firdaus membiarkan Gendis manja,
Gendis dengan cekatan mencium bibir Firdaus lama dan berkali-kali.Firdaus hanya diam dan tidak aktif karena terus menandatangi surat-suratnya.
"kenapa..anak ini...bisa liar kaya gini..hadeeeh...junior...sabar....masih banyak kerjaan..."gumam Firdaus menahan hasratnya.
Gendis mengusap-usap dada Firdaus dan terus menyerang bibir Firdaus sampai Firdaus kehabisan nafasnya.
__ADS_1
"pengeen...."bisik Gendis manja di telinga Firdaus.
"iyaa..bentar lagi ya..."jawab Firdaus membalas ciuman Gendis.
Namun Gendis tak henti menggoda Firdaus dan mengunci pintu serta melepas semua bajunya,kemudian duduk lagi dipangkuan Firdaus.Ciuman bertubi-tubi di bibir Firdaus membuat pertahanan Firdaus terkoyak."baiklaaaaah..kita selesaikan misi dulu yaa..melayani ratu...aku hanyalah hamba...."kata Firdaus sembari mengangkat tubuh Gendis yang sudah telanjang,keatas kasurnya.Keduanya kelelahan dan merebahkan diri mereka diatas kasur.
Selesai dengan aktifitasnya Firdaus mengambil baju Gendis yang tercecer di lantai dan menutupi tubuh Gendis dengan selimut tebal.Firdaus merapikan dirinya dan lanjut bekerja.
Dua jam berlalu Gendis menunggu dan jenuh,duduk di sofa beralih tiduran di kasur.
"eeehm...besok aku dirumah aja..mas...ngga mau ikut...bosan...aku..."kata Gendis sambil memainkan hp nya.
"tapi dirumah ngga nyuruh aku pulang kan..."tanya Firdaus sambil fokus ke kertasnya.
"belikan obat biar aku ngga gini....kenapa aku kaya gini sih...jangan..jangan kebanyakan vitamin hamil ini...ya.."kata Gendis mengelus perutnya.
"eeeh ngapain diobati...itu normal...kata dokter karena hormon meningkat..."jawab Firdaus.
"haaah..mas cerita ke dokter kalo aku kaya gini..."tanya Gendis kaget dan tak percaya.
"aaaah nggak....mana mungkin aku cerita..."jawab Firdaus gelabakan.
"carikan obatnya.."rengek Gendis.
"kenapa....orang aku siap melayani kog...aku...ini pengikutmu...."jawab Firdaus.
"apaan...sih...ngga pasti ada yang salah sama aku..."kata Gendis dalam hatinya.
"enak aja diobati...kalo kamu yang minta duluan kan aku ngga perlu maksa kamu...waahahahahaha...kamu ketagihan sama pelukanku ndis....junior...siap melayanimu....wkwkwwkwkwkwk,"Firdaus tertawa dalam hatinya.
__ADS_1