
Tiba di rumah sakit
perawat puskesmas turun dari ambulance dan mendorong ranjang Gendis dengan cepat,dibantu pak tua Gendis tampak sangat lemah.
"tolong selamatkan dia...dan....anaknya...ya .."kata pak Tua sedih.entah kenapa melihat Gendis,pak tua yang bernama pak samiren itu seperti teringat anaknya yang meninggal saat melahirkan cucunya.
"tolong bapak tunggu diluar ya..."kata perawat.
setelah menunggu lima menit,datanglah seorang dokter wanita,yaa Yuli....dokter kandungan itu.Yuli segera memeriksa perut Gendis dan memutuskan untuk mengoprasi segera karena kondisi darurat.
Tanpa menyadari bahwa wanita itu adlah Gendis karena wajah Gendis yang penuh dengan lumpur dan sangat kotor,wajah Gendis lebam dan banyak luka sehingga agak sulit dikenali.
Perawat menanyakan identitas Gendis.
"paak...dia tadi meminta tolong untuk diantar keseberang sungai...sementara tubuhnya sudah penuh lumpur..sepertinya dia jatuh karena lari...sepertinya dia korban kekerasan pak saya lihat luka di wajah dan tanganya.saya sepertinya ingat kejadian enam bulan lalu...dia dibawa seorang laki..laki...dan dengan ketakutan dia diancam dengan bom di perutnya namum saya tidak bisa berbuat apa...apa. saya takut...karena laki...laki itu...adalah bandar narkoba...di desa kami...saya takut pak..tapi melihatnya hari ini...saya merasa berdosa jika tidak menolongnya...biarlah resiko apapun akan saya tanggung"kata pak Samiren panik.
"haaaa....penculikan enam bulan lalu...?"kata perawat heran.
"apakah ini pak...orangnya...?bapak ingat tidak wajahnya pak...?"kata perawat sambil menyodorkan rekaman di hapenya.
"iyaaaa..betul ini....kasihan pak...dia disiksa sejak saat itu...warga disekitar juga tau namun tidak ada yang berani menolong...karena takut sama budi preman.."jawab Pak Samiren yakin.
"tuuuut....tuuut...tuuut.....haloo...pak firman....segera kesini pak ada kabar tentang istri pak firdaus yang hilang en bulan lalu..."katq perawat di telepon nya.
tak lama Firman pun datang,dan kaget mendengar cerita perawat dan pak Samiren.
"Budi....bandar narkoba...apa hubungan dia dengan Gendis..kenapa menculik Gendis...aaaah astaga...Firdaus kenapa aku belum memberi kabar dia..."jerit Firman lalu berusaha menelpon Firdaus.
Berkali-kali dihubungi Firdaus tidak juga mengangkat hpnya,karena sejak kepergian Gendis Firdaus jarang mau mengangkat telepon dari temannya.
"sialan....ini kabar tentang istrimuu broooo....angkat....astaga....aq chat aja...kalo begitu"gumam Firman dalam hati.
"bro..gendis ada dirumah sakit kondisinya sangat lemah sekarang ada di ruang oprasi" tulis Firman.
......................
dengan malas,Firdaus membaca wa dari Firman,betapa kagetnya Firdaus seperti mimpi,seperti nya detak jantung Firdaus tidak terkontrol,nafasnya sesak dan kaki serta tangannya tiba-tiba dingin seperti es.
Firdaus lalu menelepon Firman.
"apa yang kamu katakan...?anakku sudah lahir...?aku akan mengambil anaku dan terserah tentang dia..jangan sebut namanya lagi...?"kata Firdaus benci.
"fir....aku jelaskan......tuuut...tuuut..."dan suara telepon dimatikan Firdaus.
__ADS_1
Firdaus bergegas memanggil pak Joko dan pak Berong dan menceritakanya di mobil.
Dengan perasaan berkecamuk Firdaus pura-pura tidak mengkhawatirkan Gendis."segera setelah anaku lahir...urus perceraianku....hak asuh harus ditanganku...aku ga mau ketemu wanita itu...."kata Firdaus tegas,Pak Joko dan pak Berong saling bertatapan namun tak menjawab sepatah pun.
sampailah dirumah sakit,kaki Firdaus seakan lemas tak bisa berjalan,sehingg dia harus sedikit menyeretnya.
Tepat di depan ruang oprasi Firdaus menatap sinis wajah pak Samiren.
"siapa laki..laki itu...."gumam Firdaus.
"fir ...gendis sangat lemah...dia...."kata Firman namun Firdaus menghentikan kata-katanya.
"cukuuuuuup...aku hanya ingin dengar tentang bayinya...bawa keluar bayinya setelah itu pisahkan dari wanita itu..."kata Firdaus kejam.
"tapi...fir...kamu..ngga tau....asli..."sahut Firman dan sekali lagi dihentikan Firdaus.
"oeeeeeeewek......oweeeeeeeek..."suara Jerit tangis bayi bersahutan,tetes air mata Firdaus tak kuasa dibendung lagi.
pak Joko menepuk pundak Firdaus.
Dibawa bayi keluar dan diperlihatkan pada Firdaus.
"selamat Fir...anakmu perempuan keduanya sangat cantik seperti ibunya..."kata Firman menyerahkan salah satu putri nya untuk diadzani bergantian.Sambil adzan air mata Firdaus tak juga berhenti menetes bahkan semakin deras.
"astagaaa...Gendis....dia Gendis....kenapa wajahnya begitu....sekujur tubuhnya penuh luka..."jerit Yuli yang baru menyadari setelah di beri tahu Firman.
Lima jam Gendis baru benar-benar sadar.dan orang yang dia lihat pertama kali adalah Yuli,karena Yuli tidak tega melihat kondisi Gendis dan tidak mau meninggalkan Gendis.
"bu dokter yuli.....saya ketemu bu dokter....?AlkhamduliLLah...MasyaAllah...."tangis Gendis pecah dalam pelukan Yuli yang juga tak kuasa menahan tangis.
"dimana anak saya bu...anak saya laki..laki atau perempuan...?" tanya Gendis penasaran.
"iya..sementara...anak..anakmu di rawat dulu kamu istirahat disini dulu ya..."kata Yuli sambil mengelus rambut Gendis.
"tapi saya ingin bertemu dengan anak saya..."kata Gendis menghiba.
"apa mas firdaus sudah melupakanku...?kenapa dia tidak mencariku..?dimana anaku bu Yuli...?"tanya Gendis semakin kalut.
"jangan cemas Gendis jangan setres...nanti air susu mu tidak keluar..."kata Yuli menenangkan.
"sebentar ya aku ambil anakmu dulu..."kata Yuli sambil melangkah keluar.
Yuli menuju ruang dimana Firdaus bersama kedua putrinya,Firdaus menatap wajah kedua putrinya yang sangat mirip dengan Gendis.
__ADS_1
"kenapa wajah kalian mengingatkan ku pada wanita itu..."gumam Firdaus.
"fir...kamu jangan keterlaluan...ya...pertemukan gendis dengan anaknya ...."kata Yuli marah.
"siapa kamu....berani memerintahku....urusanku biarlah ku urus sendiri...."jawab Firdaus marah.
"aku mohon...kamu akan sangat menyesal....dia bertanya apakah kamu lupa sama dia...?dia terus mencari anaknya...."bentak Yuli sambil menitikan air mata.
"pergiii dari sini...."bentak Firdaus sambil menunjuk pintu.Dan tiba-tiba pak Joko datang.
"mas dengarkan...mbak Yuli benar mas..."kata Pak Joko membantu menenangkan Firdaus.
"diam semua....."jerit Firdaus,dan."plaaaaaak...."suara tamparan keras di pipi Firdaus dari tangan pak Joko.
Firdaus mengelus pipinya dan heran.
"keras kepalamu akan merugikanmu...gendis diculik rusmin....dia adalah bandar narkoba yang disebut...sebut budi itu....gendis di siksa setiap hari...dan kamu..hanya berfikiran buruk tentang dia....haaaaa??sadaaaaar ....."teriak pak Joko pada Firdaus.
Firdaus menggeleng kepalanya tak percaya.
"mas...sudah tak konfirmasi sama polisi dia sudah ngaku mas...rencananya gendis mau dijual setelah melahirkan dan akan menjual anakmu juga....dia dendam karena dipisahkan dari anak istrinya"kata pak Berong.
"nggaaak.....ngaaaaak mungkin....."kata Firdaus sambil berlari ke arah kamar Gendis yang cukup jauh.
di depan pintu,Firdaus melihat Gendis meratap menitikan air matanya di temani pak Samiren.
"tenanglah..nanti pasti ketemu anak..anakmu...disini orangnya baik semua sama kamu...nak.."kata Pak Samiren menenangkan Gendis.
Gendis menatap ke arah pintu dan dilihat suaminya yang sangat tampan dengan wajah yang sedikit berewokan,betapa berkecamuk hati Gendis kecewa karena selama ini merasa Firdaus tidak pernah mencarinya.
Begitupun Firdaus dengan beribu penyesalan,menghampiri tubuh istrinya yang pucat pasi dengan luka lebam di wajah dan sekujur tubuhnya.
Pecah tangis Firdaus seperti tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Gendis memeluk erat tubuh suaminya dan sambil memukul dada suaminya.
"dimana kamu...mas...kenapa tidak menolongkuu...kenapa tidak mencariku....aku lelah...disiksa...aku hampir putus asa....demi anak kita aku bertahan..minum air hujan makan nasi sisa...kenapa kamu tidak mencariku...!"kata Gendis lirih sambil terisak.
Semakin erat dekapan Firdaus,dalam hatinya menjerit menyesal dengan pikiranya selama ini,bahkan dia hampir saja tega memisahkan nya dengan kedua anaknya.
"gendiiiis...ini anakmu...perempuan cantiiik sepertimu...."kata Yuli yang tiba-tiba masuk menggendong salah satu anak Gendis dan yang satunya lagi di gendong pak Joko.
"ooooowh....putriku....sayangkuuuu....."kata Gendis menyambut kedua putrinya.Firdaus tidak melepaskan pelukan nya di tubuh Gendis.
__ADS_1
"aduuh ini sakit mas..."kata Gendis meringis kesakitan karena pelukan Firdaus.
dengan tangan penuh luka Gendis menahan sakitnya dan menaruh bayinya di dalam dekapannya.