
"apa yang terjadi sama kamu gendis.....kenapa kamu ninggalin aku....??apa kamu selingkuh...?siapa laki...laki itu...??apa kamu ngga bahagia sama aku...?jika laki...laki itu mengancamu kenapa kamu pasrah dan diam saja tanpa memberontak..?jalanmu juga terlihat santai...tidak seperti orang yang ketakutan...inikah balasanmu kepadaku gendis...!"suara hati Firdaus terus menggelitik dalam hatinya tanpa menemui jawaban.
"mas polisi bilang sudah mengerahkan anggotanya untuk mencari keseluruh kota ini...jangan khawatir mas gendis akan baik...baik saja.."kata pak Berong membuyarkan lamunan Firdaus.
"temukan gendis pak....aku akan menunggu anaku lahir dan setelah itu biarkan dia pergi....dia ngga pantas jadi ibunya anaku.."kata Firdaus penuh amarah,matanya berapi-api seolah tidak terima dengan yang dikatakan nya.
"jangan gitu mas...kita tidak tau...apa yang terjadi dengan gendis saat ini...keyakinanku laki..laki...itu orang jahat"sahut pak Joko.
"apa pakde melihat gendis seperti orang ketakutan?lihat ini...diaberjalan sambil berpelukan...bahkan dia berpelukan sambil memegangi perutnya...dia anaku..."kata Firdaus putus asa.
"semua belum jelas....ada banyak pihak yang ingin menjatuhkanmu...mereka bisa saja menggunakan gendis sebagai alat..karena tahu gendis adalah kelemahanmu.."kata pak Joko mendinginkan hati Firdaus.
"dia bukan kelemahanku lagi...aku akan lebih kuat sekarang tanpa wanita....sudah pakde..tinggalkan aku sendiri...kalian silahkan tidur"kata Firdaus dengan wajah dingin.
Setelah kepergian pak Joko dan pak Berong,Firdaus tak kuasa menitikan air matanya,dalam hati berkecamuk namun yang ada dihatinya hanya ada keyakinan bahwa Gendis telah mendua.
"gendiiiiiiiiis"kata Firdaus meratapi foto gendis dalam dekapannya.
"aku tidak akan memaafkanmu...bahkan sampai keluar air mata darahmu..."gumam Firdaus dalam hatinya.
Hari demi hari pencarian Gendis juga tak kunjung ada titik terang,Firdaus semakin menyimpan rasa dendamnya,dia mengira Gendis berselingkuh.
...----------------...
Di tempat lain disebuah pelosok desa,desa yang sangat terpencil,untuk ke kota pun membutuhkan waktu lima jam,harus naik perahu kecil untuk bisa sampai kedesa itu.
"pak budi....saya sering mendengar suara tangisan perempuan di malam hari dirumah pak budi...hiiiii takut..."kata seorang perempuan genit kepada Rusmin,Budi adalah nama samaran nya.
"haaaa....jangan...jangan suara hantu...makanya...jangan kluyuran malam..malam yaaa!"jawab Rusmin sambil mencolek dagu wanita itu,si wanita pun membalas manja.
Rusmin pun masuk ke ruang dimana dia membekap Gendis.
"pakleeek...tolong lepaskan gendis paklek...gendis janji...akan menuruti semua keinginan paklek..."kata Gendis memelas.Dengan wajah lebam bekas pukulan dan tangan serta kaki yang penuh luka karena tendangan Gendis begitu kuat meskipun dalam kondisi hamil.
__ADS_1
"aku tidak akan melepaskan mu...aku akan membiarkanmu melahirkan anak itu lalu aku akan menjualmu...dan saat itu akan ku kirimkan videomu pada Firdaus setan....laknat itu..."kata Rusmin mengancam,Gendis menggeleng ketakutan sambil mengelus perutnya.
"tenaang...aku akan merawat anakmu...jika dia perempuan...akan kujadikan wanita panggilan...jika dia lelaki akan kujadikan dia brandalan...lalu akan kuadu dia dengan Firdaus....wahahaahahahahah....aku akan menunggu saat itu tiba..."kata Rusmin sembari terbahak-bahak.
"bunuh saja aku palek...."kata Gendis menghiba.
"enak sekali hidupmu...dari bayi sudah numpang...besar enak..enakan sama orang kaya....lalu membuangku begitu saja....haaaa...plaaaaaak"kata Rusmin dan disusul tamparan dan jambakan.
"aaaaaaauw....ampun ....paklek....ampuuun"jerit Gendis memohon.
"ini makan...kamu harus sehat...setelah itu mandi badanmu sudah kayak sampah aja baunya..."kata Rusmin sambil melempar nasi bungkus dan baju bekas perempuan entah baju siapa.
dengan isak Gendis melahap makanan nya.Rusmin beranjak pergi,karena dirumah kecil itu rusmin hanya memberikan makanan saja untuk Gendis,Rusmin termasuk orang kaya di desa terpencil itu,uang yang dulu pernah diberikan Firdaus sebagai bayaran kepergian nya dipakai untuk bisnis narkoba dan dia pun menjadi orang kaya dan bersembunyi di desa itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Enam bulan berlalu,dan Gendis masih dengan siksaan kejam Rusmin,sementara Firdaus semakin membenci Gendis.
"tok... tok...."suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Firdaus di kursi kerjanya.
"masuk..."kata Firdaus.Kemudian masuklah seorang wanita cantik dengan pakaian seksi nya.
"malam ini kita kemana....sayang...."rayu hilda,ya ..hilda adalah seorang wanita panggilan.
Firdaus menarik nafas panjang dan dingin menyambut Hilda.
"siapa yang mengijinkanmu masuk?"bentak Firdaus.
"jangan gitu dong...aku kan cuma mau nemenin...."jawab Hilda sambil memeluk erat tubuh Firdaus.
"pergi....pergiiiii...."teriak Firdaus,dan terdengar pak Joko.
Pak Joko pun masuk dan menyeret tubuh Hilda agar pergi.
__ADS_1
...****************...
Di tempat Gendis
"mas.....apa kamu masih ingat aku....?kenapa kamu ngga nyari aku mas...nak....mari kita lalui bersama...ini akan segera berakhir ya nak..."kata Gendis sambil mengelus perutnya.Namun tiba-tiba rasa mulas pun datang,Gendis mulai merasakan tanda akan melahirkan.
"aku harus menyelamatkan anaku....aku harus pergi dari sini ..."kata Gendis berfikir keras.Tiba-tiba Rusmin datang dengan keadaan mabuk berat.Gendis pura-pura tidur dan Rusmin melempar nasi bungkus tepat di wajah Gendis,Gendis pura-pura makan dan menahan rasa mulas di perutnya.
"sabar naak...kamu harus selamat...kamu harus kuat..."kata Gendis dalam hati.
terlihat Rusmin tertidur pulas dengan suara dengkurannya,Gendis berusaha keluar dengan pelan dibuka pintu yang sudah berkarat."kreteeeeeek....teeeek..."suara pintu berbunyi saat Gendis membuka pelan.Gendis lansung bersembunyi karena takut Rusmin terbangun,namun ternyata tidak.Gendis bergegas keluar dan mencari jalan,namun karena kondisi sangat gelap Gendis terjatuh di lumpur becek dan bau.
"tahan gendiiiis kamu kuat anakuu ...ayoo kita lalui ini semua..."kata Gendis berjalan tertatih menuju perahu kecil.
"paaaak....tolong seberangkan saya....saya ingin ke kota pak...."pinta Gendis kepada seorang yang biasa melajukan perahu.
"oooh iyaaa marii.....mariii ..adek mau melahirkan ini yaaa....masyaAllah....ayo bapak bantu....kenapa bajumu penuh lumpur....dimana suamimu....??tega sekali membiarkanmu sendiri..."kata pak tua iba melihat Gendis.
Sesampainya di seberang sungai ,Gendis mulai susah berjalan,sehingga pak tua itupun membantu Gendis berjalan.
"ayooo nak..sini...bapak bonceng motor bapak antar ke puskesmas ya .."kata pak tua dan tanpa menunggu jawaban dari Gendis dia langsung membonceng Gendis menuju puskesmas terdekat.
Di puskesmas Gendis mendapat perawatan yang baik,karena kondisi Gendis yang lemah Gendispum dirujuk ke rumah sakit kota atas ijin pak tua.Pak tua yang baik itupun ikut mengantar Gendis ke rumah sakit kota.Dengan penuh kesabaran pak tua melantunkan doa untuk Gendis.
...****************...
Ditempat Firdaus
"mas...lokasi persembunyian Rusmin ada di desa ini...dia bandar narkoba dan polisi sedang kesana saat ini!"kata Pak Joko memberitahu,namun Firdaus tak merespon,"untuk apa aku ambil pusing tentang Rusmin...harusnya dulu biarkan saja dia menguasai gendis sehingga aku tidak bertemu wanita itu."jawab Firdaus sadis.
"tapi mas...siapa tau rusmin ada hubungannya dengan penculikan Gendis mas..."kata Pak Joko meyakinkan.
"haiyaaaaah.....jangan mengada...ada pakde....aku sudah tidak percaya lagi sama kepolosanya...aku masih sangat ingat dia memintaku pergi membelikan makanan padang ..dia memaksaku pergi...agar dia bisa kabur....setelah ketemu akan kuceraikan dia...."kata Firdaus penuh benci.
__ADS_1