
bulek Luluk dan Sulis berpamitan,Gendis melihat Firdaus yang sibuk dengan pak Joko langsung menghampiri bulek Luluk."buleeeek....bulek bahagia kan....bulek jangan lupa priksa yaa...nanti kalo kesini kasih tau yaa..jadi aku bisa kedepan...."kata Gendis sambil merangkul pundak bulek Luluk."laaa...kamu mosok ga mau pulang to ndoook...."tanya bulek Luluk sambil menatap jauh Firdaus,"nanti aku usahakan bulek...aku nurut apa kata suamiku ya..itu kan kata bulek....iya too?"jawab Gendis berat ."pak Firdaus baik kan sama kamu ndook??..beruntungnya kamu ndook..inilah maksud kata-kataku..nanti kamu akan jadi orang yang mulia...tapi bulek heran kog kamu bisa tiba-tiba menikah sama pak Firda....."kata bulek Luluk terhenti karena Firdaus datang mendekati Gendis.Sulis menatap bulek Luluk dan berpamitan,tangan gendis enggan melepaskan tangan Sulis,Arya mencium pipi Gendis dan ketiganya berlalu.Gendis melihat semua beres-beres merapikan meja,Gendis menggulung lengan bajunya dan ikut membereskan piring berserakan."eeeeeeh...mau apa....sini...."kata seorang bernama bulek sumi,karena Gendis sebelumnya sudah kenal dengan asisten di rumah pak Firdaus jadi tidak sulit bagi Sulis untuk adaptasi."ngga papa bulek sumi...kaya sama siapa aja...."jawab Gendis memaksa."ayoo naik....."terdengar suara Firdaus seperti mencengkeram ditelinga Gendis,kata-kata Firdaus adalah perintah itulah yang Gendis ingat.Gendis menaruh piring kotor di meja dan bergegas naik ke kamar.di dalam kamar Gendis mencuci muka dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang dibelikan sekertaris Firdaus."apa ngga ada baju yang sopan...disini....kenapa baju tidur semua tipis-tipis dan kelihatan buah dada nya....masyaAllah...tukang mesum..pikiranya hanya mesum..."batin Gendis sambil putus asa mencari baju tidur yang tertutup dan tidak menemukan."kenapa......?..."kata Firdaus mengagetkan,Gendis yang hanya memakai bh dan cd kebingungan mencari penutup dan menarik satu baju terpaksa."cantik....."kata Firdaus sambil memeluk Gendis dari belakang dan mencium rambut Gendis.masih di dalam ruang ganti di depan cermin besar,Firdaus memeluk erat tubuh Gendis dan tidak melepaskan."apa kamu senang..?...kenapa kamu tidak berterima kasih?"tanya Firdaus berbisik di telinga Gendis."makasih....."kata Gendis pelan dan merasa risih dengan perlakuan Firdaus."cuma itu??"jawab Firdaus masih berbisik."aku tidak punya apa-apa untuk membalas,kamu tau aku tidak punya apa-apa bahkan satu-satunya milikku sudah kamu rampas."kata Gendis dengan tatapan benci namun membiarkan Tangan Firdaus menggerayangi perut dan pinggangnya."jika kamu puas dengan tubuhku maka ambilah...bukankah kamu bilang aku sudah tidak berhak atas tubuhku??"jawab Gendis penuh dengan kebencian,Firdaus tetap dalam posisinya dan mencoba menahan nafsunya."aduuuuh lama....lama...aku ga tahan juga...ini....nunggu hari minggu....Ya Ampuuuun...."kata Firdaus berbisik tanpa menghiraukan kata pedas Gendis.Firdaus melepaskan Gendis dan membiarkan Gendis pergi naik ke ranjang.Firdaus menuju ke sofa tempat tidurnya untuk saat ini."istirahatlah..setelah menikah...kamu ga bisa istirahat...kamu akan lelah...."kata Firdaus sambil menutup tubuh Gendis dengan selimut."jika kamu sudah tidak tahan kenapa kamu tidak melakukanya sekarang??bukankah biasa bagimu??atau mungkin kamu sudah biasa juga dengan wanita diluar??jangan pura-pura baik di depanku....aku tidak akan menganggapmu baik."kata Gendis sambil membuang muka."semakin kamu marah semakin aku suka..."kata Firdaus sambil menarik tubuh Gendis dan mencium bibirnya Lalu tidur di sofa.
Sekitar pukul 03.00 Firdaus terbangun karena ingin buang air kecil,melihat ranjang Gendis tidak ada orang Firdaus kebingungan dan ternyata Gendis di ruang solat sedang solat.Firdaus mengambil wudhu dan bergegas ingin ikut solat,tapi tiba-tiba Firdaus mendengar suara tangisan dari Gendis,Gendis memukul sajadahnya sambil menyandarkan kepalanya di tembok.melihat Firdaus datang Gendis segera duduk kembali dan melanjutkan berdoa,setelah selesai dua rokaatnya Firdaus duduk dan mengahadap ke Gendis,Gendis semakin keras tangisnya...Firdaus mendekap tubuh Gendis, Gendis hanya diam."marahlah padaku..."kata Firdaus sambil terus mendekap tubuh Gendis,lalu Gendis dengan keras memukul dada Firdaus berkali-kali."kamu adalah manusia kejam yang pernah kutemui...."kata Gendis sambil terisak di pelukan Firdaus.Firdaus hanya diam dan mengiyakan,lama tubuh Gendis di dekapan Firdaus hingga Gendis ketiduran.