Gendis Anak Yatim Piatu

Gendis Anak Yatim Piatu
Selesai Acara


__ADS_3

"Sayang.... kamu ngga makan? " tanya Vera sambil bergelayut di lengan Firdaus.


"tolooong jangan panggil sayang.... panggil namaku... firdaus... faham? " tanya Firdaus ketus.


Vera melepaskan tangan karena malu.


Firdaus kembali bercengkerama dengan teman-temannya.


Sementara Gendis sedang asik bercanda dengan Arya dan bu Luluk.


"ndook kamu ngga ikut gabung sama suamimu disana...? lihat itu.. mosok suamimu sendiri melayani tamu... kurang pantas lo ndok.... " kata Bu Luluk sambil mengusap lengan Gendis.


"biarkan mas firdaus menghabiskan waktu sama temannya bulek... mereka juga sudah lama tidak berkumpul... aku takutnya malah membuat mereka canggung... lagian aku kurang suka juga dengan orang kota... suka blak.. blakan... ngomongnya.. ngga cocok aku bulek... " jawab Gendis sambil memandang ke arah Firdaus.


"jangan bilang begitu... sekarang kan kamu sudah jadi istrinya pak Firdaus.. harus bisa menempatkan diri beradaptasi... " jawab bu Luluk.


"iyaa.... tapi hari ini aku mau sama aryaaaa.... " kata Gendis sambil menggelitiki pinggang Arya.


"ampuuuun.... ampuuun.... mbaaaak.... " teriak Arya geli.


Firdaus menatap dari kejauhan wajah Gendis yang tersenyum membuat teman-temannya berdecak kagum bahkan Firdaus sendiri.


"istrimu cakep juga.... bro....! " kata bobi teman Firdaus.


"dia nguntit bocah.... dia kan masih bayik...umurnya aja baru delapan belas tahun gilaa Firdaus diembat juga... " celetuk Firman.


"mulut dijaga.... orang baik dapatnya yang baik tau ngga lu.... " jawab Firdaus jengkel.


"carikan satu buat gue lah fir... jauh.. jauh gue dari jakarta barangkali masih ada stock satu yang kaya gitu....? " kata Bobi masih memandangi Gendis.


"gilaa.. kamu kira handphone....? masih ada stock.... " jawab ketus Firdaus. Yuli dan Vera hanya cemberut.

__ADS_1


"istrimu hamil tapi kog langsing sih... istriku kemarin beratnya aja nambah lima kilo.. hadeeeh sekarang susah turun beratnya... ampun ampuun.... " kata Yudi teman Firdaus menyela.


"iyaaa.... laah.. mana mungkin dia bisa gemuk... orang tiap hari digenjot sama si mesum... dia kan hyper...istrinya pasti kualahan menghadapi..mana mungkin bisa gemuk..yang ada malah kurus istrinya..keluar kringat terus..hahahahahha... " jawab ketus Firman dilanjut tertawa. Vera memandang sengit pada Firman.


"mulutmu man... kaya kakus.. keluarnya ***.. semua... hahahahahahahah..... " jawab Firdaus terbahak-bahak.


"iyaaa tu.. lihat dia kan masih bocah... masih aja elu embat...pasti mewek tu yaa.. pas malam pertama... elu...pasti sibuk nenangin tu bocah laah fir... biar ngga nangis" kata Bobi menyahut.


"ngomong apa an siiih ngga malu... ada kita....? " jawab ketus Vera, Yuli membuang muka. "hahahahahaha" suara terbahak Firdaus dan teman-temannya.


Acara berjalan lancar dan selesai berdoa semua tamu berpamitan. Bu Luluk pun ikut pamit pulang bersama Arya, Gendis masuk kamar membersihkan diri.


"udah solat belum...? " kata Firdaus melihat Gendis merebahkan diri diatas ranjang.


"heeeem..... udaah...! " kata Gendis sambil menoleh kearah suaminya. Ternyata Firdaus melepas pakaiannya, "heeeeh.. mau ngapain.... " tanya Gendis.


"mau sekarang laaaah.... " jawab Firdaus sambil menaiki ranjang dan tak menggubris ucapan Gendis. "astagaaa.... mas udah solat duhur belum...? " kata Gendis sambil berteriak karena Firdaus seperti singa kelaparan.


"udaaaah.... " jawab Firdaus memaksa.


"kenapaa.. kamu. kesetanan gini... kamu tadi habis ngapain.. sih... pasti ngobrol jorok sama temenmu yaa.. " kata Gendis terus menolak. Namun Firdaus memaksa dan Gendis pun pasrah.


Setelah lelah mereka pun tidur sampai sore harinya.


" mbok...anak..anak dimana kog sepi..."tanya Gendis heran melihat ruangan bawah sepi tidak ada anak-anak."ilham...sakit...sekarang di klinik...anak..anak nusul kesana...,"jawab Bu Luluk.


"haaa...sakit apa mbok...kapan...tadi makan puding...baik baik aja..sama arya...!" kata Gendis penasaran.


"tadi di cek lab katanya demam berdarah...sudah kamu jangan jenguk kesana bahaya...dirumah saja..kata pak Joko rumah dan sekitarnya mau di foging besok..." jawab Yu Darmi .


"tapi aku pengen lihat kondisi ilham mbok..." jawab Gendis memaksa.

__ADS_1


"gendis....ngga usah macam...macam...diam dirumah..." kata Firdaus dari atas tangga. Gendis cemberut. Firdaus menatap wajah istrinya jengkel. "kamu itu..bawa dua anak ..harus betul...betul...jaga kesehatan..." kata Yu Darmi sambil mengelus kepala Gendis.


"bawakan makanan kesukaan ilham mbok...dia akan di rujuk kerumah sakit biar dapat pengobatan lebih baik..." kata Firdaus sambil memainkan hapenya duduk di anak tangga. Gendis hanya melirik suaminya. dan berjalan ke sofa.


Firdaus menyusul duduk di dekat Gendis.


"maraaah...?ga boleh jenguk ilham...aku tu khawatir sama kamu dan anak kita...kamu lebih rentan tertular..paham? " kata Firdaus pelan namun tak memandang istrinya.


"iyaa...." jawab singkat Gendis.


"ngapain disini...bengong..naik ke kamar kan enak tiduran..." kata Firdaus dengan wajah cuek.


"enggak...capek..di kamar ngga mungkin tiduran....kamu...." kata Gendis tak meneruskan kata-katanya karena melihat Firdaus tersenyum puas. Gendis kesal dan keluar ke taman.


"eeeh..bagus...gimana ilham...?" tanya Gendis pada bagus anaknya pak Selamet.


"dia menggigil mbak...muntah..muntah terus...badanya panas sekali..hiii ngeriii...jangan kesana mbak..anak..anak diusir ngga boleh kesana..." jawab Bagus ketakutan. Gendis mengernyitkan dahinya. "ndiiiis...dipanggil suamimu suruh naik...." kata Yu Darmi berteriak. Gendis menghela nafas panjang dan menatap keatas,Firdaus nyengir melihat Gendis dari depan teras kamarnya. Gendis membuang muka.


"heeeeh...ndiiis..itu loo dipanggil suamimu...nanti dikira mbokmu ini..ngga dengar kata..kata majikan..." teriak Yu Darmi sekali lagi.


Gendis menarik nafasnya sekali lagi dan beranjak ke kamarnya. Firdaus tersenyum puas.


"apaaaaa...siiih maaaas...bukanya tadi udaaah....ya ampuuun...aku capeeek....."kata Gendis setelah masuk ke kamarnya. Firdaus pura-pura tak mendengar dan fokus ke laptopnya.


" duduk disampingku... temani aku kerja... aku cari nafkah buat kamu sama anakmu.. itu... kamu enak.. enakan ngobrol sama anak.. anak... kamu pikir kamu masih SMP...? kamu itu calon ibu... "kata Firdaus judes.


" haaaaaa..... "Gendis melotot heran.


" yang kayak anak kecil bukanya kamu...? dikit.. dikit minta ditemeni... manja.... "kata Gendis pelan.


" heeeh kamu bilang apa tadi... berani.. kamu... ? mau dihukum...? yaudah karena aku masih kecil aku mau *****...! "jawab Firdaus sambil menatap Gendis.

__ADS_1


Gendis semakin kesal dan menutup tubuhnya dengan selimut. " dasar pria mesum.. sedikit.. sedikit. yang dibahas.. ituuuu... terus... apa isi otaknya cuma mesum.. "kata Gendis dalam hati.


Firdaus tersenyum puas melihat tingkah istrinya.


__ADS_2