Gondo Kembang

Gondo Kembang
Bab 55: Gosib


__ADS_3

Embun pagi menempel pada kaca jendela, udara dingin menyapu lembut membangun kan para pekerja yang masih terkantuk-kantuk. Mereka berseliweran, mengerjakan tugas nya masing masing.


Seorang pekerja yang membawa seember air dan sapu pel menghampiri seseorang yang tengah tidur di salah satu ranjang, dengan lembut pekerja itu meminta nya untuk pergi, karena ruangan itu akan segera di tempati pasien yang baru datang.


Danu terkesiap, buru buru meminta maaf karena telah tidur disana tanpa izin. Dia segera pergi, melewati lorong hingga tiba di halaman depan rumah sakit. Seingatnya semalam ia hendak langsung menuju desa Laweh. Tapi, entah mengapa ia bisa berakhir di sana.


Danu segera pergi, ia memiliki janji dengan Alingga. Namun, sebelum pergi ia menghubungi istrinya terlebih dahulu. Ia menjelaskan kejadian mengapa ia tidak bisa pulang malam tadi. Dia juga meminta agar istrinya tidak perlu mencemaskan nya.


Perjalanan menuju desa Laweh dapat di tempuh dalam waktu setengah hari. Perjalanan nya memang jauh, dan medan nya juga tidak bisa dianggap enteng.


Danu sengaja ingin pergi malam tadi, tapi entah mengapa semuanya menjadi kacau. Mungkin saja ia kelelahan, hingga tanpa sadar terlelap di dalam ruangan itu.


Saat di jalan ia mampir sebentar untuk membeli sarapan di sebuah warung kecil di pinggiran jalan. Ia memesan seporsi nasi beserta lauk pauknya. Warung itu meskipun kecil, tetapi di padati begitu banyak pembeli. Kebanyakan dari mereka adalah supir truk angkutan dan para driver travel.


Danu duduk di salah satu sudut, sendirian menikmati hidangan yang di sajikan oleh pemilik warung. Saat di pertengahan makan nya, seseorang datang ke warung itu. Lelaki bertubuh kekar dengan kepala plontos duduk di sudut yang cukup jauh dari tempat Danu duduk. Laki laki itu memiliki luka di bagian wajahnya yang masih terlihat kemerahan. Ia tidak membalutnya dan langsung datang ke warung itu.


Setelah beberapa saat, lelaki itu nyatanya tidak memesan apapun. Dia hanya menyandarkan tubuhnya sampai seseorang dari arah pintu datang menghampiri nya.


Laki laki yang baru datang langsung duduk di samping pria berkepala plontos. Mereka berbincang, samar samar Danu dapat mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Pembicaraan mereka nyata nya mampu menarik perhatian Danu.


"Gak sudi aku lewat Hutan itu lagi!" ucap si lelaki kekar dengan nada kesal, ia meneguk segelas air setelah menyelesaikan ucapannya. Lelaki di sebelahnya dengan perawakan kurus masih belum menanggapi.


"Perempuan itu, kira kira siapa dia." ucap si lelaki kekar itu lagi.


"Sudah pasti bukan Manusia, Siluman ataupun iblis, Mungkin!" jawab Pria kurus dengan ekspresi datar. Ia menatap riak air di dalam gelas.


"Apa kamu ingat kisah tentang Lima iblis penguasa Alas Ruwah?" tanya si lelaki kekar, ia berbicara sambil menyandarkan tubuhnya pada dinding. Ucapan pria itu membuat teman di sebelahnya tergugah, ia menunjukkan ketertarikan.

__ADS_1


"Ratu Ranggas!"


"Nah, itu dia. Jika dia memang salah satu iblis penghuni Alas Ruwah, kenapa ia begitu jauh dari rumahnya?" tanya si lelaki kekar lagi.


Danu yang berada di meja paling ujung masih menyimak pembicaraan mereka, sangat kebetulan hal semacam ini terjadi. Ia sedang terlibat dengan para pengguna ilmu hitam, lalu mendengar tentang munculnya salah satu iblis penghuni Alas Ruwah.


"Ini aneh, orang orang tua dulu selalu menceritakan kisah ini untuk menakuti anak anaknya yang nakal. Tapi, ternyata cerita itu bukan sekedar mitos belaka."


" Tapi, sebenarnya aku masih belum yakin. Hanya karena dia memiliki kekuatan besar, bukan berarti dia benar benar iblis itu."


Di sela sela pembicaraan mereka, Danu sepertinya sudah tidak tahan lagi hanya dengan menguping. Ia mendekati kedua orang itu untuk mendengarkan cerita mereka lebih jelas lagi.


"Mas, boleh saya Disini sama njenengan berdua?" Danu berbicara dengan seramah mungkin, ia harus mengorek informasi lebih banyak lagi dari mereka. Mereka tampak kebingungan, tetapi dengan cepat menanggapi. Laki laki bertubuh kurus mempersilahkan Danu untuk bergabung, sedangkan si lelaki kekar langsung terdiam tanpa melanjutkan ceritanya lagi.


Beberapa menit berlangsung dengan keheningan, Danu mencoba memancing mereka untuk kembali bercerita.


"Dari Kota sebelah, Mas. Kebetulan udah langganan juga disini, jadi sekalian mampir ngisi tenaga." ucap si lelaki kekar. Danu hanya manggut-manggut, ia masih menarik ulur, memancing mereka dengan sedikit pendekatan.


"Wah, sampean pasti Lewat Alas di Barat kan. Gak wedi, Mas?" ( Wah, kalian pasti lewat Alas di Barat kan. Gak takut, Mas?) tanya Danu melancarkan kembali pertanyaan.


Kedua orang itu saling pandang, mereka masih enggan menceritakan nya dengan orang asing. Tapi, Danu masih belum menyerah. Ia mencoba memancing mereka lagi.


"Setahun yang lalu, ada pengemudi truk yang lewat Hutan itu. Ada yang bilang dia ketemu sama siluman ular. Memang sih, cuma desas desus, tapi siapa sih yang tidak tau Hutan itu yang terkenal sekali dengan keangkeran nya." Danu memulai cerita. Sebenarnya ia hanya menceritakan kebohongan, mungkin saja dengan cara ini mereka akan tertarik.


"Siluman ular, Mas?" tanya si lelaki kekar.


Danu mengangguk, mengiyakan pertanyaan lelaki itu. Ia berhasil membuat mereka tertarik.

__ADS_1


"Iya, Mas!"


"Itu berarti legenda ke lima iblis Alas Ruwah itu benar-benar nyata."


Danu terdiam, mengapa mereka bisa tau tentang legenda itu. Tapi, ia tak ingin terlihat mencolok dengan menunjukkan pengetahuan nya. Ia berpura pura tidak mengerti maksud perkataan Lelaki kekar itu.


" Kelima iblis?" tanya Danu berpura-pura tidak tau.


Kedua orang itu saling pandang, setelah sepakat mereka akhirnya menceritakan pengalaman mereka saat melintas hutan di Barat.


"Kami awalnya tidak yakin. Tapi, setelah mendengar cerita Njenengan barusan, saya sekarang jadi yakin kalau yang kita temui di hutan malam tadi adalah iblis Alas Ruwah." ucap si Lelaki dengan sedikit berbisik.


"Iblis, Mas?"


"Semalam kami bertemu dengan perempuan di dalam hutan. Dia berjalan dari arah Utara menyeberang jalan tempat truk kami melintas. Saat itu, kebetulan saya yang menyetir, langsung aja saya bantingkan stir untuk menghindari wanita itu. " Danu mendengar kan cerita Lelaki itu dengan seksama, ia tidak ingin menyela sedikitpun.


"Awalnya kami pikir hanya babi lewat. Tapi, ternyata yang kami tabrak seorang perempuan. Kami panik, perempuan berkebaya itu hampir sekarat. Tapi, saat kami berbalik untuk mengangkat nya masuk kedalam truk, perempuan itu tiba-tiba hilang."


" Anehnya, tiba tiba dia muncul di belakang kami. Dan—"


"Dan apa?" tanya Danu yang sudah tidak sabar lagi.


"DIA PUNYA RAMBUT YANG HIDUP!"


"Rambut nya bisa bergerak, bisa memanjang, bisa melakukan apapun. Lihat semua luka di wajah ku, semua ini perbuatan wanita itu. Rambutnya seperti pisau!"


Danu terdiam, ia salah menerka. Dia berpikir iblis yang muncul di hutan itu adalah si siluman ular. Nyatanya dia salah. Jika yang diceritakan kedua orang ini adalah benar, itu artinya iblis yang tersegel di dalam sebuah cermin telah terlepas. Dan saat ini, ia sedang mengusai tubuh seseorang, dan menukar jiwa mereka. Si pemilik tubuh mengganti kan dia terkurung dalam segel cermin tersebut.

__ADS_1


__ADS_2