
Kita tinggalkan cerita Aldo dan Uli sejenak yaa dan beralih sebentar ke Mario dan Bianca.Sebentar aja kokkkk,nggak lamaaaaaaa,author janji,,,,hehehehehe.Semoga para readers semua tidak bosan dengan ceritaku ini.Dan tak lupa terus sampaikan saran dan kritik yaa untukku.
Marioo......
Laki-laki itu nampak berat hati untuk segera meninggalkan tempat itu.Hatinya masih amat sangat rindu pada sosok yang dahulu menemani hidupnya.Sosok yang selalu ceria didepannya(entah yaaa kalau dibelakangnya) menyisakan rasa sakitt di dada ketika Mario mengingat semuaaanya.Setelah bercerai dari Bianca pun Mario masih selalu berkirim pesan,bertanya kabar walaupun Bianca jarang sekali membalasnya.
Namun sosok itu kini telah pergi untuk selamanya meninggalkan semua kenangan-kenangan indah yang telah mereka lalui bersama.Meninggalkan dia yang sampai detik ini masih sangat mencintainya.Saking cintanya bahkan sampai detik ini ia memutuskan untuk tidak dulu membuka hati untuk siapaapun dan wanita manapun walaupun sudah banyak wanita yang akan dijodohkan dengannya,namun Mario menolaknya.Dia tidak mau secepat itu melupakan wanita itu.Baginya Bianca adalah sosok tersempurnaaa dari sekian banyak wanita sempurna di dunia ini.
Laluuuu mengapa mereka bercerai jikalau masih ada rasa cinta dalam hati merekaaaaa??????Hayolohhhh kenapaaa?ada apa?kok bisaaa?Andaa bingung,samaaaa saya juga.
Lah gimane tuh...
Sebenarnya pertanyaan semacam ini sudah acap kali ditanyakan oleh orang-orang terdekat mereka,pun juga dengan orang tuanya yang juga mempertanyakan hal yang sama.Laluuuu apa yang mereka jawab.????
Dari awal hubungan mereka terjalin karena sebuah sebab.Mereka mengalami nasib yang sama yakni cintanya bertepuk sebelah tangan.Mario menyukai Uli dan Bianca menyukai Aldo.Mereka sama-sama patah hati kemudian mereka mulai saling kenal karena persamaan nasib itu.
Lambat laun hubungan itu semakin intens walau Mario tahu hati Bianca belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang Aldo,namun sekuat tenaga ia akan melakukan apapun untuk Bianca agar ia bisa sedikit melupaakan Aldo yang saat itu sudah menjalin hubungan dengan Uli dan ia ingin Bianca melihat keberadaan dirinya serta ketulusan hatinya.
__ADS_1
Usaha Mario membuahkan hasil,Bianca menerima cintanya walaupun sebenarnya Mario tidak tahu jika sebenarnya Bianca menerimanya hanya karena terpaksa,paksaan dari orang tuanya karena orang tuanya tidak ingin melihatnya larut dalam kesedihan.Apapun itu Mario tidak peduli,yang terpenting sekarang bagaimana caranya agar mereka bisa sama-sama melupakan kenangan pahit masing-masing.Sama-sama berjuang bersama melepaskan orang yang mereka cintai.
Hubungan mereka berlangsung cukup lama sampai akhirnya kedua orang tua Mario memutuskan untuk melamar Bianca.Mario sebenarnya masih ragu,sebab sejauh ia melakukan pendekatan pada Bianca,Mario merasa hati Bianca masih belum sepenuhnya menerimanya.Ia sering melihat Bianca melamun dan tidak nyambung jika diajak berbicara.Tapi akhirnya mereka pun menikah dengan harapan bisa melupakan masa lalu masing-masing.
Apa yang Mario bayangkan ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan.Setelah menikah pun masih tetap sama,Bianca masih belum berubah dan masih belum sepenuhnya menerima Mario sebagai suaminya.Ia sering membanding-bandingkan dirinya dengan Aldo,apapun itu.Dari mulai makanan kesukaan,sifat,bahkan style fashion pun selalu dibanding-bandingkan.Sering sekali mereka bertengkar karena hal-hal yang sepele dan seringkali pula Mario yang mengalah.
Namun seperti kata pepatah*kesabaran manusia ada batasnya,ada kalanya manusia lelah diberi cobaan oleh Tuhan walaupun cobaan itu adalah wujud cinta Tuhan untuk hambanya.
Seperti Mario,karena seringnya cekcok di dalam rumah tangganya dan seringnya pula Bianca meminta cerai darinya,akhirnya dengan berat hati ia mengabulkan keinginan Bianca.Ia menceraikannya dengan tidak mempersoalkan harta gono gini.Sidang perceraian berlangsung damai dan dalam sekejap mereka sudah bukan lagi suami istri.Jujur dalam hatinya,Mario tidak menginginkan hal ini namun karena rasa cintanya pada Bianca membuatnya akhirnya merelakan Bianca untuk mencari kebahagiaannya sendiri.Ia sadar Bianca tidak bahagia bersamanya dan ia tidak mau jadi manusia yang egois.
Rasa terpukul itu ia rasakan cukup lama hingga akhirnya ia sadar dengan apa yang ia lakukan.Sekuat-kuatnya ia meminta kepada Tuhan agar berjodoh dengan Bianca tapi jika Tuhan tidak berkendak,kita bisa apa?
Ia memutuskan untuk kuliah di Jepang agar ia bisa sedikit melupakan Bianca.Begitu pula dengan Bianca yang kemudian pergi ke kota B untuk melupakan kesedihan hatinya.Dia sedihhh bukan karena gagal menikah,namun karena Aldo malah semakin jauh darinya,sekarang saja Bianca tidak tahu dimana Aldo bertugas.
Kita kembali lagi ke Mario guys.Mario memutuskan kuliah di Jepang dg harapan ia bisa sukses.Harapannya pun menjadi nyata.Ia sudah selesai meraih gelar S1 nya dan akan lanjut ke S2 di kampus yang sama di Jepang.
Dia pun sedikit demi sedikit bisa melupakan masa lalunya yang pahit namunnn itu tadii seperti yang author bilang Mario tidak akan pernah lupa pada Bianca.Ia pun selalu memanjatkan doa pada Tuhan agar Tuhan membukakan pintu hati Bianca agar dia bisa menerimanya kembali.
__ADS_1
Namun ternyata semua sirna seiring kabar meninggalnya Bianca.Hatinya remuk dan hancur kala ia membaca sebuah pesan singkat dari kerabatnya yang menyatakan Bianca meninggal karena kecelakaan.Serasa dunia runtuk seketikaaa,Mario tak percaya akan kabar tersebut.Ia pun kemudian menelpon Bu Nenden dan dari bu Nenden lah ia akhirnya percaya akan kabar berita itu.
Dia pun langsung memesan tiket penerbangan tercepat untuk bisa sampai ke tempat Bianca dan berharap ia bisa melihat wajah mantan istrinya itu untuk terakhir kalinya.Namun ternyata harapannya tak sesuai kenyataan.Jadwal penerbangan pun molor dikarenakan cuaca ekstrem yang menghambat penerbangan.Selama di ruang tunggu hati Mario tak tenang.Berkali-kali ia mondar mandir,hatinya tak tenang.Ia kemudian sedikit berlega hati karena cuaca buruk telah reda dan Mario bisa pulang.
Karena penerbangan yang lumayan lama membuat Mario tak sempat melihat wajah istrinya untuk terakhir kali.Tapi tak apaaa,setidaknya nanti dia bisa tahu dimana mantan istrinya itu dimakamkan.Dia bisa sewaktu-waktu datang menjenguk saat rindu melanda.
Ia kembali memandang papan nisan didepannya bertuliskan sebuah nama."Bianca Jessi Handoyo".
"Namamu sangat indah,seindah orangnya.Walaupun kita hanya bersama-sama sebentar,tapi kamu sudah banyak menggoreskan kenangan indah untukku.Terimakasih sudah mau mencintaiku walaupun hanya sekian koma sekian persen karena di hatimu terisi cinta untuk orang lain.Itu sudah cukup bagiku karena setidaknya aku sudah berjuang mati-matian untuk memenangkan hatimu.Kita memang tidak berjodoh di duniaaa namun akuu selalu berharap kita bisa berjodoh di kehidupan selanjutnya.Aku akan selalu mengingat kebaikanmu,karena bagiku kamu tidak punya keburukan satu persen pun.Tidur yang tenang ya sayang,akan kutemani tidur panjangmu dengan doa yang tulus dariku.I will always love you forever."katanya.
Hadehhhhh kalau lihat Mariooo rasanya gimana gitu ya guys.Romantis iya,setia iya,sayang bangettttt iya,apa lagi yaaaa.Paket komplit dehhh tapi kenapa yaaa Bianca nggak bisa lihat itu semua dalam diri Mario?????Kalau dia jadi suami author mahhh pasti author udah seneng pisannnnnnn dehhh tapi apa dayaaaa author dapetny suami yang kaya kulkasss 2 pintuuu,dingin beuddddd dahhhh.Hahahaha.
Ah udah ahhh kok jadi ngayalin si Mario sihhhh,udah udahhhhhhhhhh stop.Hahaha.
Udah dulu y guys ceritanya,semoga kalian enggak bosannnnn.Terus sampaikan kritik dan saran dannnnnnnnnnn tak lupa like,komen and vote.
Terimakasihhhhhhhhhhhhhhhhhhh.Loveee youuuuuuu sekebon untuk kalian semuaaaaaa
__ADS_1