Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 86


__ADS_3

Sebulan telah berlalu dan Uli masih belum sepenuhnya percaya jika Aldo telah tiada.Hatinya masih yakin Aldo disana masih hidup dan ia percaya Aldo cepat atau lambat akan kembali padanya.Ia pun tak pernah putus berdoa memohon pada Tuhan agar diberikan petunjuk tentang Aldo.


*Sayangg,apapun yang terjadi aku akan tetap menunggumu,aku percaya kamu masih hidup disana.Aku tidak secepat itu berpaling darimu.Kenangan manis bersamamu masih membekas di hatiku dan akan akuuu ingat selama-lamanya.Lekaslah kasih kabar agar hatiku tenang sayang.Aku tak sanggup menahan rindu seperti ini*gumam Uli sambil terus memandang foto Aldo.


Tiba-tiba handphone Uli berdering dan nama bi Sofi tertera di layar handphonenya.Segeralah ia angkat telepon itu.


"Hallo assalamulaikum bi"sapa Uli.


"Waalaikumsalam Ul kamu gimana kabar,lagi sibuk enggak?"tanya bi Sofi.


"Kabar Uli baik bi,Uli juga lagi istirahat di kost an,baru pulang tadi setengah jam yang lalu."kata Uli.


"Oh begituuu,jangan lupa makan yaa Ul"kata bi Sofi.


"Iya bi,,bibi tidak usah khawatir,Uli baik-baik saja di sini.Bibi paman dan nenek juga jaga kesehatan ya bi"kata Uli.


"Iya kami baik-baik saja Ul,oh ya ada sesuatu yang nenek ingin sampaikan sama kamu Ul"kata bi Sofi.


"Soal apa?"tanya Uli.


"Kamu ngobrol langsung saja ya sama nenek"kata bi Sofi sambil menyerahkan handphone nya kepada nenek.


"Hallo assalamualaikum Ul"sapa nenek.


"Waalaikumsalam nek apa kabar?"tanya Uli basa basi.


"Kabar nenek baik Ul"kata nenek.

__ADS_1


"Tadi katanya ada hal ingin disampaikan ke Uli,soal apa nek?"tanya Uli.


"Beginii,kamu tahu kan pak Ali juragan perkebunan di desa sebelah?"tanya neneknya.


"Pak Ali yang mana yaa,Uli lupa"kata Uli.


"Itu lho yang waktu itu pernah ke rumah"kata nenek.


"Ah Uli nggak tauuu,sepertinya Uli lupa yang mana orangnya.Memangnya kenapa nek?"tanya Uli.


"Dia ingin menjodohkan anak laki-lakinya denganmu Ul.Yaaa nenek paham mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan tentang pernikahan dan kamupun pasti masih cukup terpukul dengan kepergian Aldo.Tapi mau sampai kapan kamu berlarut-larut dalam kesedihan.Aldo sudah pergi meninggalkan kita semua.Kamu harus bangkit nduk.Masa depan kamu masih panjang.Kamu harus melupakan Aldo dan melanjutkan hidupmu."kata nenek.


"Nenekk berapa kali Uli harus bilang kalau Uli belum mau membuka hati untuk siapapun.Uli percaya Aldo masih hidup dan Uli akan terus menunggunya.Kumohon nenek paham dan mengerti akan keputusan Uli,jadi stop menjodoh-jodohkan Uli"kata Uli.


"Mau sampai kapan nduk kamu menunggu Aldo? Aldo sudah meninggal ndukk.Apa yang bisa kamu harapkan lagi darinya.? Kamu harus terima kenyataan bahwa kamu dan dia tidak akan mungkin bisa bersatu.Kalian sudah beda alam.Kamu harus meneruskan hidup nduk,menikah dengan orang lain,nenek yakin Aldo di atas sana pasti merestuimu."kata nenek.


"Tolonglah Ul untuk kali ini janganlah keras kepala,nenek mohon terima perjodohan ini.Anak pak Ali itu pemuda yang baik,santun,lulusan luar negeri pula.Nenek rasa ia pas dan cocok untuk menjadi suamimu"kata nenek.


"Cukup nek Uli tidak mau dengar apapun lagi.Kalau tidak ada lagi yang nenek ingin dibicarakan,Uli tutup dulu teleponnya"kata Uli.


"Tapi Ul...


TUT.....TUT....TUT telepon pun terputus.Uli menutup teleponnya karena tidak ingin lagi mendengar perkataan neneknya.


"Duh kok ditutup sihhh teleponnya,nenek belum selesai bicaraaa kok"gerutu nenek.


"Sudahlah bu hentikan keinginan ibu untuk kembali menjodoh-jodohkan Uli.Biarlah Uli menentukan masa depan Uli sendiri.Tugas kita hanya mendoakannya agar ia mendapat jodoh yang terbaik yang memang Tuhan persiapkan untuknya.Kalau ibu terus-terusan seperti ini yang ada malah Uli semakin menjauh dari kita.Tolong lah buu hentikan semua ini"kata pak Amir.

__ADS_1


"Kamu itu yaa dari dulu nggak pernah setuju sama apapun usul ibu,nggak pernah mau nurut sama ibu.Ibu tau yang terbaik untuk cucuku.Ibu tidak mau membiarkannya terlalu lama larut dalam kesedihan.Dia harus bangkit,dia harus bisa melanjutkan hidup nya.Dia tidak boleh terus-terusan seperti ini."kata nenek.


"Tapi apa yang ibu lakukan ini malah justru akan membuat Uli semakin tidak nyaman bu.Kumohon bu hentikan semua ini"kata pak Amir.


"Hah kalian semua sama saja,tidak pernah setuju dengan saran ibu."kata nenek sambil berlalu masuk kamar.


"Yang sabar pak menghadapi ibu"kata bu Sofi.


"Iya bu,bapak hanya kasihan dengan Uli.Hidupnya selalu diatur sama ibu,bahkan sampai urusan jodoh saja ibu sampai sejauh ini ikut campur.Bapak paham maksud ibu baik,tapi malah bapak merasa itu semua menjadikan Uli semakin tidak nyaman dan menjauh dari kita."kata pak Amir.


"Iya pak yang sabar,kita doakan saja semoga semua baik-baik saja.Kalaupun Aldo masih hidup semoga segera memberikan petunjuk dan kalaupun sudah meninggal semoga diberikan pula petunjuk dimana pusaranya."kata bu Sofi.


"Iya bu,ya sudah bapak mau lanjut ke bengkel saja,assalamualaikum bu"kata pak Amir.


"Waalaikumsalam"kata bu Sofi.


Sementara itu Uli masih terdiam dan terlihat melamun.


Ia teringat kata-kata neneknya tadi.Ia merasa sangat tidak nyaman kembali dijodoh-jodohkan oleh neneknya.Bukan karena ia tidak mau membuka hati,tapi ia merasa tidak ada orang lain yang seperti Aldo.Mungkin bisa dibilang dia sudah bucin dengan Aldo.Ia pun kembali memandang foto Aldo. Di foto itu Aldo tersenyum.


"Masssss dimana kamu sekarang?Kamu nggak kangen sama aku mas?Kamu masih hidup kan disana?jikalau kamu masih hidup berikan petunjuk untukkuuu dimana keberadaanmu,biar nenek tidak terus-terusan mendesakku untuk menikah dengan orang lain.Kamu tidak rela kan aku menikah dengan orang lain karena aku tahu kamu sayang sama aku dan ingin mewujudkan mimpiku membina rumah tangga.Tapi kenapa sampai detik ini kamu tak juga pulang masss.Kawan-kawanmu sudah pulang dengan selamat tapi kenapa kamu malah belum pulang sampai sekarang?Kamu jahat mas!!*gumam Uli.


Sementara itu keadaan Aldo berangsur sehat.Ia telah pulih dari luka-luka di tubuhnya.Ia pun mengucap syukur pada Tuhan karena ia masih diberikan kesempatan untuk hidup.Ia janji setelah ia sehat ia akan langsung memberi kabar kepada atasan.Untuk saat ini dia tidak tahu harus memberi kabar lewat apa dan bagaimana dikarenakan handphone Aldo tertinggal di barak dan entah sekarang bagaimana nasib handphone tersebut.Ia pun tidak mungkin meminta bantuan kakek karena beliau sudah sepuh.Dia tidak mau merepotkan kakek.Dia merasa hutang budi dengan kakek.Dia tak tau lagi bagaimana nasibnya andai tidak bertemu dengan kakek.


*Aku janji begitu aku sembuh aku akan langsung berkirim kabar kepada atasan,lalu kepada Uli,ah Uli bagaimana kabarnya ya?apakah mungkin ia mengira aku sudah meninggal?lalu apakah ia sekarang sudah menikah dengan orang lain? semoga saja ia masih setia menungguku*gumam Aldo.


***guys udah dulu ya ceritanya,terimakasih bagi yang masih berkenan membaca.Ditunggu like,komen and vote nya ya teman.

__ADS_1


Terimakasih***


__ADS_2