
Kabar meninggalnya Bianca sampai juga di telinga Aldo dan Uli.Ada kerabat Bianca yang memberitahu kabar ini pada mereka.Mereka cukup syok mendengar hal ini terutama Uli.Ia cukup sedih mengingat ia baru saja bertemu kembali dengannya di kota ini dan sekarang mereka berpisah untuk selama-lamanya.
*Bagaimana perasaan orang tuanya menerima kenyataan pahit ini,Tuhann,pasti sakittt sekali rasanya.Apalagi dia putri satu-satunya.Aku yang bukan siapa-siapa nya saja merasakan kehilangan.Husnul khotimah sayang.Kamu sudah di surgaa sayang,baik-baik ya disana.Aku akan selalu mendoakanmu.Terimakasih sudah menjadi teman yang baikk untukku*gumam Uli.
Aldo pun cukup terkejut,bagaimana mungkin orang yang kemarin menelepon istrinya itu kini telah pergi untuk selama-lamanya dengan cara yang tragis.Biar bagaimana pun kelakuan Bianca ia pernah menjadi teman di masa lalu nya dan teman menuntut ilmu bersama.Kini ia telah pergi,Aldo begitu merasa kehilangan.Namun itulah hidup,kita tidak tahu hidup kita 5 detik,1menit,1jam,1hari kedepan akan seperti apa.
Aldo dan Uli sebenarnya ingin menghadiri pemakaman Bianca,namun karena jarak nya cukup jauh dan Aldo pun tidak mendapatkan cuti,mereka pun akhirnya mengurungkan niatnya.Hanya sebuah karangan bunga yang bisa mereka kirimkan sebagai wujud belasungkawa atas meninggalnya Bianca.Dan juga mereka sudah terwakili dengan hadirnya Bu Martha dan Pak herman ke tempat Bianca tinggal.
Sementara itu laki-laki yang sebelumnya disuruh oleh Bianca untuk mencelakai Uli pun sudah mendengar kabar meninggalnya Bianca.Ia cukup bersyukur atas kejadian ini.Bukan ia merasa senang orang itu meninggal,tapi setidaknya tidak akan ada lagi orang yang mengganggu putrinya.
Acara pemakaman Bianca pun akhirnya selesai.Para pelayat satu persatu meninggalkan area pemakaman.Bu Martha dan pak Herman kemudian menghampiri orang tua Bianca sekedar mengucapkan belasungkawa.
"Mbaaaa,kami turut berduka cita yaaaa.Kami juga mewakili Aldo dan Uli yang juga ingin menyampaikan rasa belasungkawanya dan memohon maaf karena mereka berhalangan hadir.Mba yang sabar,ini ujian buat kita semua.Semoga amal ibadah nak Bianca diterima oleh Alloh dan ditempatkan di tempat yang paling baikkkk"kata bu Martha memeluk bu Nenden,ibu dari Bianca.
"Terimakasih jeng,sudah mau hadir dan menguatkan kami.Walaupun kami cukup syokk namun kami ikhlas melepasnya.Dia milik Tuhan-Nya,kami hanya dititipi amanah oleh-Nya.Kapanpun Tuhan akan mengambilnya kami harus siap..Titip salam untuk Aldo dan istrinya yaa.Kami tunggu selalu kedatangan mereka karena kami sudah menganggap Aldo dan istrinya itu seperti anak kami sendiri "kata bu Nenden.
"Insya Alloh kalau Aldo mendapat cuti,dia pasti akan kemari.Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya mbaaa"kata pak Herman yang diiringi anggukan dari kedua orang tua Bianca.
Para pelayat pun sudah bubar meninggalkan area pemakaman dan yang tersisa sekarang hanya kedua orang tua Bianca yang belum rela meninggalkan area pemakaman.Mereka masih ingin berlama-lama di sana,bercerita melepas rindu pada putrinya yang sudah tak kan mungkin terbalaskan.
__ADS_1
Terlihat bu Nenden masihhh terus menangis.Di depan para pelayat yang hadir ia masih cukup tegar dan kuat untuk tidak menangis.Bibirnya masih bisa bersuara dan masih bisa menyunggingkan senyum sekedar menyapa para pelayat yang hadir di rumahnya maupun yang datang ke pemakaman.
Tetapi di saat tak ada lagi orang yang melihat,hatinya seketika hancur dan rapuh.Dunianya runtuh seketika,ia tidak kuat menerima kenyataan bahwa putri satu-satunya mereka pergi dengan cara yang tragis.Putri yang amat sangat mereka sayangi dan saking sayangnya mereka rela melakukan apapun keinginan putrinya.
Andai boleh memilih biar ia saja yang pergi dari dunia ini,asal jangan putrinya.Tapi ia kemudian sadar,ini rahasia Tuhann.Kita tidak tahu apa rencana Tuhan untuk hambanya.Ia harus ikhlas menerima semuanya walaupun rasanya sakit sekali.
"Maaaa ayo kita pulang,hari sudah sangat terik"kata pak Handoyo,ayah Bianca.
"Mama masih mau disini pahhh,mama mau menemani Bianca disini,kasihan putri kecil kita kedinginan di atas tanah"kata bu Nenden yang masih menganggap Bianca putri kecilnya walaupun ia sudah dewasa.
"Maaa,mama jangan seperti ituu,putri kecil kita sudah bahagia disana,papa yakin itu.Kalau mama sedih,Bianca di atas sana juga akan sedih.Ayo maa kita pulang.Besok kita kesini lagi,kalau perlu sering-sering kita menjenguknya.Sekarang kita pulang yaaa"ajak pak Handoyo yang diiringi anggukan istrinya.Namun sebelum beranjak dari tempat itu mereka terlebih dahulu berpamitan dengan Bianca dan mencium papan nisannya.
"Papa sama mama pulang dulu ya sayang,kamu baik-baik ya disana.Kami janji akan sering-sering kemari untuk menjengukmu sayang.
Saat suasana pemakaman mulai sepi dan ayah ibu Bianca telah meninggalkan makam,orang itu kemudian menghampiri makam Bianca.Dialah Mario,masa lalu Bianca.Ia menerima kabar meninggalnya Bianca dari salah seorang kerabatnya.Ia pun dengan cepat segera memesan tiket penerbangan yang paling pagi agar ia sampai di sini tengah hari.Ia datang jauh-jauh dari Jepang untuk menemui Bianca yang ternyata merupakan pertemuan terakhir kalinya.
Rasanya seperti bermimpi,wanita yang dulu menjadi masa lalu nya dan menjadi teman hidupnya kini sudah bahagia di alam sana.Meskipun sebentar ia merasakan manisnya berumahtangga dengan Bianca,ia merasa sangat bahagia.
Setelah bercerai darinya,Mario memutuskan untuk kuliah di Jepang.Ia berjalan dengan langkah gontai sembari tangannya menggenggam sebuket mawar putih.Ia kemudian berjongkok di depan makam dan meletakkan mawar putih itu di dekat nisan.Ia kemudian mengelus papam nisan itu dengan lembut sambil mengatakan sesuatu dalam bahagia inggris.
__ADS_1
"*Why did everything turn out like this?
(Kenapa semuanya jadi seperti ini?)
"Why do you have to suffer such a tragic fate,dear.
(Kenapa kamu harus mengalami nasib tragis seperti ini,sayang.)
"If at that time we were still together,surely things wouldn't be like this.You didn't have to die tragically.I'm sorry I left you.
(Seandainya waktu itu kita masih bersama ,pasti semuanya tidak akan seperti ini.Kamu tidak harus meninggal secara tragis.Aku menyesal telah meninggalkanmu*.)
Sejenak laki-laki itu menghela napas panjang.Hatinya sesak dan sakit menahan tangis sembari mengelus papan nisan di depannya.Air matanya tak henti-hentinya keluar tanpa jeda.Sembari menghapus air matanya,ia berkata kembali.
"As long as you know,I still love you very much.That feeling is still there and will remain forever even though you are far up there"
(Asalkan kamu tahu,aku masih sangat mencintaimu.Rasa itu masih ada dan akan tetap ada selamanya walaupun kamu sudah jauh di atas sana.
"Aku pulang dulu sayang,lain waktu aku akan datang kembali.Love youuuuu "katanya sambil mencium papan nisan berulang-ulang dan kemudian beranjak pergi.
__ADS_1
**Guys udah dulu ya ceritanya author tiba-tiba bingung harus nulis apa lagi,hehehe.
Terimakasih sudah mau membaca ceritaku yang garing ini.Saran dan kritik tetap saya harapkan untuk kemajuan ceritaku.Tak lupa untuk selalu like,komen and vote**.