
Bu Martha,pak Herman dan Uli sudah berada di bandara menunggu kepulangan Aldo.Menurut jadwal Aldo akan sampai di bandara sekitar pukul 15.00 dan waktu masih menunjukkan pukul 14.45,itu artinya 15 menit lagi Aldo akan tiba.Uli pun harap-harap cemas menunggu kedatangan Aldo.Rasa rindu yang ia rasakan nantinya akan terobati dengan hadirnya sang pujaan hati.
Waktu menunjukkan pukul 15.10 pesawat yang membawa Aldo tiba di bandara.Uli,pak Herman dan bu Martha pun menunggu di ruang tunggu.Uli terus memandang pintu kedatangan berharap ada Aldo diantara kerumunan orang-orang itu namun ia tak juga menemukan atau melihat Aldo.Rasanya lama sekali Aldo datangnya,ia hampir lelah kemudian duduk di kursi.
*Lama sekali dia datangnya,dia beneran pulang nggak sihh,atau jangan-jangan dia bohongin aku lagi,terus gimana dengan acara nya aku kalau dia ngga jadi pulang???*gumam Uli dengan penuh rasa cemas.
Namun akhirnya yang ia tunggu-tunggu datang juga.Setelah menunggu hampir setengah jam,akhirnya Aldo keluar dari pintu kedatangan dan berjalan menuju tempat Uli dan orang tuanya duduk tanpa mereka tahu kedatangan Aldo.
"Assalamualaikuummmm"kata Aldo mengagetkan semuanya termasuk Uli.
"Astagfirullohaladzimmm,Ya Allohh nakkkkkk,ngagetin aja,untung mama gak jantungannnn,Ya Allohhhh anak mamaaaaa pulang"kata bu Martha sambil memeluk Aldo dan Aldo membalas pelukan mamanya.
"Iya mamaku sayang pasti kangen berat ya sama anak kesayangan mama yang satu iniii"kata Aldo.
"Hemmm jelas kangen bangettt dia aja sampai gak ***** makan lhooo,untung ada Uli yang menguatkan mama"kata pak Herman yang kemudian memeluk Aldo.
Setelah orang tua Aldo melepas kangen dengan Aldo,Aldo pun menghampiri ULi.Ia teramat sangat merindukan sang bidadari pujaan hatinya itu.Ialah penyemangatnya untuk meraih cita-cita.Ia maju selangkah dan bersiap hendak memeluknya namun dicegah oleh orang tuanya.
"Eitssss,mau ngapain?"tanya bu Martha.
"Mau meluk lah,kan tadi meluk mama sama papa udah,tinggal meluk bidadarikuu"kata Aldo.
"No no no no bukann muhrim sayang,sabar yaa"kata Bu Martha yang dibalas dengan muka manyun Aldo dan tertawaan Uli.
"Masa gak boleh maaa,,pegangan tangan boleh ngga?boleh yaaa,kalau gak boleh juga ya pegang jari aja,boleh ya boleh ya "rengek Aldo memelas.
"Ya udahh biar kamu seneng,mana tangan kamu mass"kata Uli.
Aldo pun kemudian menjulurkan tangannya namun tak disangka-sangka Uli meraih tangan itu dan menciumnya penuh rasa hormat.Aldo pun dibuat kaget dengan sikap Uli.Cukup lama Uli mencium tangan Aldo.
"Gimana,udah seneng kannn?"tanya Uli.
"Lebih dari seneng,seseneng-senengnya"kata Aldo.
"Senengnya sewajarnya saja mas,sesuatu yang berlebihan itu tidak baik lho"kata Uli.
"Oh iya iya terimakasih bawelnya aku"kata Aldo sambil mencubit pipi Uli yang dibalas dengan senyuman Uli.
__ADS_1
"Kok bawel sih?aku kan kalemmm mas"kata Uli.
"Ya kalemmm banget kalau lagi tidur"kata Aldo.
"Ih kok.gitu"kata Uli.
"Hem udah dehh kalau gini mah dunia seakan milik berdua dan kita berasa ngontrak pahh"kata bu Martha.
"Halah papa sama mama kaya ngga pernah muda aja dehh"kata Aldo.
"Justru dulu papa ngga kaya gini sama mama,kan kita dulu nikah karena perjodohan"kata Pak Herman.
"Ah nggak seru"kata Aldo
"Husttt"kata Uli.
"Eh iya sayang aku diemm aja"kata Aldo.
"Udah yuk pulang,"ajak bu Martha.Mereka berempat pun segera naik ke mobil dan pulang ke rumah.
"Apa ya isinya kira-kira???penasaran deh gue"kata Bianca.Dannnnnnn ternyata isinya adalah gaun cantik beserta aksesoris penunjangnya dan tak lupa sepatu dan tas.Bianca pun terkejut dan langsung menelpon Mario.
"Hallo Bi,udah sampai rumah?"tanya Mario.
"Ya Hallo udah ini barusan dan ini lagi buka kotak yang tadi kamu kasih tapi kok isinya buanyak buangettt,mas gak salah kirim kan?"tanya Bianca.
"Aku gak salah kirim kok dan itu memang untukmu,jangan lupa pakai."kata Mario.
"Tapi ini buanyak buanget,Bianca gak bisa nerimanya"kata Bianca.
"Terima aja ,aku ikhlas kok ngasih itu semua buat kamu.Pakai itu ya nanti hari Selasa."kata Mario.
"Oh jadi kamu mau aku pakai ini semua pas dateng ke acara pertunangan Aldo dan Uli,gitu mas?"tanya Bianca.
"Iyaa"kata Mario.
"Duhh aku jadi ngga enak dehhh nerima hadiah sebuanyak iniii"kata Bianca.
__ADS_1
"Tak perlu merasa gak enakkk,kamu kan spesial di mata aku,jadi apapun akan aku berikan biar kamu seneng"kata Mario.
"Apa Mas?"tanya Bianca.
"Ahhh nggak nggak,nggak ada apa-apa,hehe"kata Mario.
*Dia tadi ngomong aku spesial di matanya kan yaa,aku ngga salah denger kan ya???*gumam Bianca.
"Ya udahh aku nanti pakai ini semua mass,terimakasih banget yaaaa udah kasih aku hadiah sebanyak ini.Sebagai gantinya biar aku yang jemput kamu gimana mas?"tanya Bianca.
"Nggak nggak,ngga usah nanti biar aku yang jemput kamu aja,"Kata Mario.
"Jangan gituu,aku malah tambah ngga enak"kata Bianca.
"Udahhh nggak apa-apa ngga usah merasa nggak enakan aku aja yang jemput kamu ,kamu sharelock aja rute ke rumahmu kan aku belum pernah ke rumahmu,oke?"kata Mario.
"Ehm ya deh mass,sekali lagi terimakasih banyak yaaa,"kata Bianca.
"Sama-samaaaaa Biiii"kata Mario.
"Ya udah dulu ya Mass,Bianca mau mandi inih,gerahh"kata Bianca.
"Oh ya udahhh,mandi gih biar seger dan biar cantiknya nambah"kata Mario.
"Ihhhh aku kan udah cantik"kata Bianca.
"Hahahaha iya iya,ya udahhh Mas juga lagi di resto ini,udah dulu yaaa,Byeee Biancaaa cantik"kata Mario.
"Byeee"kata Bianca.
Telepon terputuss,hati Bianca begitu berbunga-bunga setelah bertelepon dengan Mario.Entah kenapa hatinya amat sangat senang mendengar suaranya.Mungkinkah ia jatuh cinta pada Marioo????????
**Udah dulu ya guys bab ini,ditunggu bab-bab selanjutnya dan maafkan aku bila tulisanku garing dan ngga ada gregetnya.Hehehe
Sertakan selalu saran dan kritik untukku dan tak lupa aku selalu menantikan like,komen and votenya.
Terimakasih**.
__ADS_1