
Sepanjang perjalanan pulang bu Martha lebih banyak diam.Ia terus memikirkan Uli,hatinya merasa kasihan.Sungguh berat beban yang sedang dipikul Uli namun ia berusaha tak menampakkan rasa lelahnya di depan orang tua Aldo.Ah memikirkannya saja sudah membuat bu Martha sedih karena beliau sudah sangat dekat dengan Uli dan sudah menganggap Uli seperti anaknya sendiri.
"Mahhh sudahlah jangan terlalu dipikirkan,Uli pasti baik-baik saja dan ia pasti punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalahnya.Kita hanya bisa bantu doa dari jauh biar dia kuat menghadapi semua ini"kata pak Herman.
"Papa ini bagaimana sihh Uli ini lagi dalam masalah besar lho kok papa suruh mama santai,mama nggak bisa santai pahhh."kata bu Martha.
"Iyaaa papa tahu mama sayang banget sama Uli tapi kan kita juga nggak bisa terlalu jauh ikut campur ke dalam masalah Uli walaupun masalah itu menyangkut anak kita,Aldo.Biarkan saja dulu mereka bermusyawarah menyelesaikan masalah mereka dan kita mendoakannya dari jauh."kata pak Herman.
"Tapi kalau akhirnya Uli tidak berjodoh dengan Aldo bagaimana pahhhhhh?Bagaimana bila akhirnya dia lebih menuruti keinginan neneknya untuk menikah dengan pria pilihan neneknya ketimbang memikirkan hatinya sendiri.Mama tidak bisa membayangkan hancurnya hati Aldo bila mendengar Uli nantinya malah menikah dengan orang lain bukan dengannya"kata bu Martha.
"Justru itu malah akan membuktikan apakah mentalnya kuat atau tidak.Tapi papa yakin Aldo anak yang kuat.Namanya jodoh itu rahasia Tuhan.Mau sekuat apapun kita berusaha dan sekuat apapun keinginan kita kalau Tuhan tidak menakdirkan Uli dan Aldo berjodoh kita bisa apa ma.Simpel saja lah contohnya kita.Kita bisa rujuk kembali kan itu semua atas kuasa Tuhan.Tuhan pasti punya rencana indah dibalik semua ini".kata pak Herman.
"Tapi mama udah sayang sama Uli pah."kata bu Martha.
"Iya papa tahu tapi kan kita juga tidak bisa memaksa dia untuk bersama kita.Andai nantinya mereka tidak berjodoh kita masih bisa tetap menjalin silaturahmi dengannya dan masih bisa menganggapnya seperti anak kita sendiri."kata pak Herman.
__ADS_1
"Ya Tuhan kasihan sekali kamu nak"kata bu Martha.
"Sabar ma kita tetap doakan ia agar bisa melewati semua masalahnya.Semoga semuanya baik-baik saja.Dan kita juga mempersiapkan hati untuk menerima apapun keputusan dari mereka."kata bu Martha.
"Iya pahh"kata bu Martha.
"Mama mau ikut papa ke kantor tidak biar mama nggak stres di rumah?Kalau mau biar papa langsung putar balik ke kantor"kata pak Herman.
"Ya udah deh"kata bu Martha.
"Iya pah"kata bu Martha.
Pak Hermanpun langsung memutar arah menuju kantornya.
Malam telah tiba Aldo sudah bersiap tidur setelah seharian berkegiatan.Entah kenapa hari ini hatinya amat sangat gelisah seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.Ia terus menerus kepikiran Uli.Mungkinkah ia baik-baik saja?Ia ingin sekali menelpon Uli tapi ia ingat tempo hari Uli mengirimnya pesan untuk tidak menghubunginya terlebih dahulu.Apa mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya.Atau mungkin ini cara ia menjauh darinya secara perlahan?*Ah tidakk!apa yang aku pikirkan,lebih baik aku tidur*.gumam Aldo.
__ADS_1
Ia pun lantas tertidur nampun dalam tidurnya ia bermimpi ia seperti tengah berada di sebuah tempat yng indah yang dipenuhi bunga-bunga dan ia pun melihat sosok Uli dari kejauhan.Ia pun berlari mengejarnya dan memanggilnya.Sosok itupun menoleh dan benar ternyata itu Uli.
"Kaukah itu sayang,dimana ini sayang?apakah ini pelaminan kita?Apakah hari ini kita akan menikah?"tanya Aldo.
"Maafkan aku sayang,aku tidak bisa menepati janjiku untuk tetap menunggumu.Aku dijodohkan oleh nenekku dengan orang lain karena tenggang waktu yang ia berikan untukmu telah habis.Aku harus menuruti keinginannya.Maafkan akuu kuharap kamu tidak kecewa padaku.Maafkan aku semoga kamu mendapat seorang wanita solekhah pengganti diriku,selamat tinggal"kata Uli sambil ia berbalik pergi meninggalkan Aldo dan terus berjalan menuju seorang pria di depannya.
"Uli,,jangan tinggalkan akuu!"teriak Aldo yang kemudian membuatnya tersadar dari tidurnya.
"Astagfirullihaladzim,mimpi apa ini"kata Aldo.Pikirannya tambah tidak karuan dan akhirnya ia memutuskan untuk sholat saja memohon pada Tuhan semoga semuanya baik-baik saja
**Guys udah dulu ya ceritanya.Buat yang nunggu apakah Uli dan Aldo berjodoh sabar yaa mereka pasti berjodoh kok hanya saja ada jalan berliku-liku,berkelok-kelok,menanjak lalu menurun tajam yang harus mereka lewati.
Semoga kalian tidak bosan ya membaca ceritaku,kutunggu selalu saran dan kritiknya ya
Terimakaasih**
__ADS_1