
Sore itu Mario datang bersama ayahnya ke rumah pak Amir hendak menagih hutang.Sesampainya di sana tak terlihat pak Amir di rumah itu.
"Ayahh,sepertinya rumahnya kosong,apa mungkin pak Amir di bengkel ya????"tanya Mario pada ayahnya.
"Sepertinya begitu,ya sudah ayo kita langsung ke bengkel"ajak ayah Mario.
"Ayo yahh"kata Mario sambil masuk ke mobilnya dan bergegas menuju bengkel pak Amir.
Sesampainya disana terlihat pak Amir di bengkel tersebut bersama istrinya dan bengkel dalam kondisi ramai.Saat Mario dan ayahnya datang,pak Amir tak melihatnya karena sibuk dengan pelanggan bengkelnya dan hanya bu Sofi lah yang melihat kedatangan Mario dan ayahnya.Bergegas ia menghampiri mereka.
"Eh ada Mario sama papanya,ada perlu apa ya Nakkk atau ada yang perlu dibicarakan dengan suami saya?kebetulan suami saya sedang memperbaiki kendaraan pelanggan jadi dia tidak melihat kedatangan kalian"kata Bu Sofi.
"Kami ada perlu sama pak Amir,bisa tolong panggilkan?"kata ayah Mario.
"Kalau tidak keberatan,bisa tidak menunggu sebentar.Suami saya sedikit lagi selesai"kata bu Sofi.
"Ya sudah kami tunggu di mobil"kata ayah Mario.
"Ya iyaa silakan"kata bu Sofi.
Mario dan ayahnya bergegas ke mobil dan menunggu sampai pak Amir selesai.Sementara bu Sofi menemui suaminya.
"Pak,ada Mario sama ayahnya,sepertinya mereka hendak menagih hutang kita pak bagaimana ini,kita kan baru pasang iklan jual rumah kita,mana mungkin secepat itu laku.Kalau kita pinjam bank juga ngga mungkin bisa dengan cepat prosesnya.Gimana ini pak"kata Bu Sofi panik.
"Ibu tenang dulu bu,apa kita pakai uang modal bengkel sama gaji karyawan dulu?"tanya pak Amir.
"Jangannnn,kalau kita pakai uang itu nanti yang ada kita makin pusing pak,itu kan hak karyawan kita,kalau kita pakai itu sama saja kita makan hak mereka.pak,"kata bu sofi.
"Ibu yang tenang dulu,bapak selesaiin ini dulu,takut yang punya keburu datang"kata Pak.Amir.
"Iya pak"kata bu Sofi.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian pak Amir selesai dengan pekerjaannya dan bergegas bersih-bersih kemudian menemui Mario dan ayahnya.
"Selamat sore Marioo,pak Rizal,saya minta maaf sudah membuat pak Rizal dan Mario menunggu lama,Gimana kalau ngobrolnya di lantai 2 saja,Mariii"ajak Pak Amir.
"Tidak usah,disini saja lagian saya juga ngga lama.Kedatangan saya kemari untuk menagih hutang pak Amir beserta bunganya.Kapan pak Amir bisa membayar?kata ayah Mario tanpa basa basi.
"Ehm begini pak,saya minta maaf sekali kalau untuk mengembalikan sekarang,sepertinya saya belum bisa,saya minta waktu pak,saya janji saya akan bayar hutang saya"kata pak Amir.
"Saya udah kasih waktu kamu cukup lama yaaaa dan kamu belum juga bayar.Enak aja kamu minta waktu lagi.Gaaa bisaaaa!!!!kamu harus bayar sekarang jugaa"kata ayah Mario.
"Tolong pak kasih saya waktu satu minggu saja"kata Pak Amir.
"Tidak bisaaaa!!!!!saya udah kasih kamu waktu yang lama dan kamu tidak pernah berinisiatif untuk segera melunasinya jadi tidak ada lagi kelonggaran waktu untukmu.Sekarang kamu tinggal pilihhh,mau saya laporin ke polisi biar kamu dipenjara atau kamu nikahkan Uli dengan Mario,anak saya"kata ayah Mario.
"Ngga bisa gitu pak lagian di perjanjian tertulis ngga ada yang menyatakan kalau kami ngga secepatnya bayar,maka Uli akan nikah dengan Mario."kata Bu Sofi.
"Suka-suka saya donk,sekarang bayar hutang kalian atau kalian akan menyesal."kata ayah Mario.
"Hey siapa kamu,datang-datang sok mau jadi pahlawan kesiangan,jangan ikut campur ya"kata ayah Mario.
"Saya berhak ikut campur karena kalian membawa-bawa nama Uli untuk masalah ini dan saya tidak mau Uli terseret pada masalah yang ia juga tak tau.Sekarang katakan berapa hutang pak Amir,akan saya bayar lunas hari ini juga"kata pak Herman.
"Aduh jangan pak,saya jadi ngga enak sama bapak"kata pak Amir pada pak Herman.
"Ngga papa pak,lagian saya sudah menganggap Uli dan keluarganya seperti keluarga kami juga jadi masalah kalian masalah kami juga,jangan terlalu dipikirkan ,yang terpenting hutang bapak lunas."kata Pak Herman.
"Cuihhhhh,sok mau jadi pahlawan kesiangan kamu ya"kata ayah Mario.
"Terserah anda mau bilang saya apa yang terpenting bagi saya,hutang pak Amir lunas dan anda tidak perlu repot-repot lagi menagih ke pak Amir,sekarang katakan berapa hutang pak Amir"kata pak Herman.
"Hutang pak Amir beserta bunganya totalnya 125 juta,yakin kamu sanggup membayarnya"kata ayah Mario.
__ADS_1
Dan pak Herman tiba-tiba mengeluarkan cek dari sakunya dan mencatat nominal yang ayah Mario sebutkan dan menyerahkan cek tersebut ke ayah Mario.
"Saya ngga punya uang cash tapi saya punya cek ini,silakan tukarkan di bank"kata pak Herman.
"Ini bukan cek kosong kan"kata Mario.
"Silakan datang saja ke bank dan tukarkan cek tersebut,kalau saya berbohong atau menipu anda boleh laporkan saya ke polisi"kata Pak Herman.
"Awas ya kalau kamu menipu,ayo Mario kita pergi dari sini"kata ayah Mario tanpa basa basi masuk mobil dan bergegas pergi dari bengkel tersebut.
"Pak Herman,maafkan saya.Saya jadi ngga enak sama bapak"kata pak Amir.
"Ngga papa pak yang terpenting hutang bapak lunas dan bapak ngga perlu lagi berurusan dengan rentenir itu"kata pak Herman.
"Iya pak,terimakasih banyak sekali lagi pak.Saya ngga tau lagi harus balas pakai apa"kata bu Sofi.
"Tidak usah memikirkan hal itu"kata pak Herman.
"Ngomong-ngomong ada perlu apa bapak kemari?"tanya pak Herman
"Saya kebetulan lewat jadi mampir juga sekalian mau servis mobil ,udah ngga nyaman dibawanya"kata pak Herman.
"Oh ya mari mari silakan pak,Bapak duduk aja,biar saya servis mobil bapak biar jadi nyaman kembali"kata pak Amir.
"Hahhah iya"kata pak Herman.
Pak Herman akhirnya ngobrol dengan pak Amir banyak hal dan pak Amir pun lega hutangnya terlunasi walaupun ia masih agak bingung bagaimana cara ia mmembalas kebaikan pak Herman.
**Guysss udah dulu ya bab ini,author ngeblank nihhhh,,Terimakasih ya bagi kalian yang masih semangat menunggu kellanjutan ceritaku dan maaf tidak sesegera mungkin up ceritanya karena terkendala sinyal dan kesibukan lain.
Selalu kunantikan saran dan kritik dari kalian dan tak lupa juga like and vote nya.
__ADS_1
Terimakasih**