
Orang tua Aldo sampai juga di rumah Uli.Uli pun mempersilakan beliau masuk.
"Silakan masuk om,tante,maaf rumahnya kecil ngga sebesar dan senyaman rumah om dan tante"kata Uli.
"Ah kamu mahh jangan suka merendah diri,ini juga bagus kok,yang penting kan nyaman dan ngga kepanasan,kehujanan,ya ga Mas?"kata bu Martha.
"Iyaaa"kata pak Herman.
"Assalamualaikum,nekkk ada tamu nek"kata Uli memanggil neneknya dan nenek pun keluar dari kamarnya.
"Waalaikumsalam wahhh siapa mereka ini Ul"tanya nenek.
"Beliau-beliau ini orang tuanya Aldo nek"kata Uli.
"Masya Allohhh iya iya mari silakan duduk,maaf ya seadanya dan sederhana rumahnya"kata nenek mempersilakan duduk.
"Ah nenek gak boleh gituuu,ini nyaman banget rumahnya,banyak pepohonan,ademmmm pantes Aldo betahh kalau ke sini"kata bu Martha.
"Oh ya,ngomong-ngomong gimana kabar Aldo bu,pak?"kata nenek.
"Alhamdulilah baik,nek cuma ya itu jarang komunikasi dikarenakan peraturan disana,tapi ya gak papa lah,demi cita-cita"kata bu Martha.
Uli datang membawa nampan berisi minum dan camilan.
"Silakan diminum om,tante maaf ya seadanya"kata Uli.
"Iya terimakasih ya nakk"kata bu Martha.
"Uli pamit ke kamar dulu ya om,tante ,mau mandi sama bersih-bersih ,udah bau keringet soalnya,hehehe"kata Uli.
"Oh ya nakkk"kata bu martha dan Uli pun bergegas ke kamar dan orang tua Aldo pun melanjutkan obrolannya.
"Nenek inget gakk kita pernah ketemu dijalan?Waktu itu aku hampir aja nabrak nenek"kata pak Herman.
"Oalahhh aku ingettt,terimakasih lho sudah repot-repot bawa saya ke rumah sakit padahal hanya luka kecil saja"kata nenek.
"Saya yang harusnya terimakasih nekk,kalau hari itu aku gak ketemu nenek,mungkin saja aku udah ketipu rekan bisnisku yang licik nekk,Berkat nenek aku jadi ngga rugi nekkk,terimakasih banyak ya nekkkk"kata pak Hermann.
"Ahhh jangan gituu,yang nolongin kamu kan gusti Allohhh bukan saya"kata Nenek.
"Iya lewat nenek,pokoknya saya hutang budi sama nenek,"kata Pak Herman.
Mereka pun ngobrol banyak hal dan tak terasa hari pun sudah beranjak sore dan mereka pun pamit pulang.
"Kami pamit pulang dulu ya nek,Ul,kapan-kapan boleh nggak kita sering-sering mampir kemari?"tanya bu Martha.
__ADS_1
"Oalah ya boleh thoo,nenek malah seneng orang kaya kalian mau silaturahmi sama nenek dan cucu nenek"kata nenek.
"Iya nekk,kami malah seneng menjalin silaturahmi dengan kalian,ya sudah kami pamit ya nek,ul,assalamualaikum"kata bu Martha yang kemudian mencium tangan nenek Uli dan diikuti pula dengan pak Herman.Pun juga dengan Uli yang mencium tangan kedua orang tua Aldo.
"Waalaikumsalam,hati-hati"kata nenek.
"Iya nek"kata pak Herman yang kemudian berjalan menyusuri gang untuk sampai ke tempat mobilnya berada.Sesaat kemudian mobil pun berjalan meninggalkan gang rumah Uli.
"Ahhh mama jadi semakin yakin pah memilih Uli sebagai calon mantu,udah anaknya baik,sopan,gak neko-neko ahhh cocok deh sama kriteria Aldo."kata bu Martha.
"Papa juga setujuu mahh,sekarang tugas kita adalah berdoa semoga Uli memang jodoh yang dikirim Tuhan untuk Aldo"kata pak Herman.
"Aammmminnnnnn"kata Bu Martha.
Sementara itu Mario datang ke rumah Uli untuk kesekian kalinya.Dia pun mengetuk pintu rumah Uli.
"Assalamualaikum"kata Mario.
"Waalaikumsalam sebentar"kata Nenek yang kemudian membukakan pintu.
"Ehhh nak Mariooo,ada perlu apa kemari?"tanya Nenek.
"Uli nya ada gak nekk"kata Mario.
"Ada di kamar,sebentar ya nenek panggilkan"kata nenek.
"Assalamualaikum"sapa Uli.
"Waalaikumsalam sayang"kata Aldo.
"Kok telponnya sekarang sih,katanya nanti malam"kata Uli
"Nanti malam aku ada kegiatan jadi ya nanti malam agak sibuk,nggak papa kan telponnya sekarang,takut kamu kangen beratt soalnya"kata Aldo.
"Aku apa kamuuu yang kangen nihhhh,kamu kali yang kangen berat sama aku"kata Uli.
"Aihhhhh ya dehhh sama-sama kangenn,oh ya sayang pelatihan aku bentar lagi kelar,terus dilanjut lagi sampai beberapa bulan ,ah bakal lama lagi aku nggak ketemu kamuu,,kangen bangettttt akutuhhh"kata Aldo.
"Sabar massss,demi cita-cita."kata Uli.
"Ya dehhh,"kata Aldo.
Tok...tokk..tokkk
"Siapa itu yang ketuk pintu sayang"tanya Aldo.
__ADS_1
"Sebentar yaa sayang"kata Uli sambil meletakkan handphone di atas kasur tanpa mematikan teleponnya kemudian bergegas membuka pintu .
"Ada apa nek"kata Uli.
"Di luar ada Mario"kata Nenek dan tanpa sengaja Aldo mendengar perkataan nenek.
*Siapa Marioooo,???*gumam Aldo.
"Mau ngapain sih diaaa,bilang aja Uli lagi terima telepon penting nekk jadi gak bisa diganggu"kata Uli.
"Jangan bohong,kasian lho Mario udah jauh-jauh kemari"kata Nenek.
Uli bergegas mengambil handphonenya dan memperlihatkannya ke nenek.
"Nih kalau nenek gak percaya,,ini Aldo teleponnn,Aldoo coba bicara"kata Uli yang kemudian mengaktifkan speaker.
"Assalamualaikum nek"kata Aldo.
"Waalaikumsalam,ya sudah kalian terusin ngobrolnya,nenek mau bilang dulu ke Mario"kata nenek yang kemudian keluar dari kamar Uli dan bergegas menemui Mario.
"Nak Mario maaf ya,uli nya lagi terima telepon penting katanya jadi gak bisa diganggu,sebaiknya nak Mario pulang aja,takut Uli lama"kata Nenek.
"Yahhh gitu ya nek,ya udah Mario pulang dulu,kapan-kapan Mario ke sini lagi"kata Mario.
"Iya,hati-hati ya"kata nenek.
"Ya nek"kata Mario yang kemudian bergegas meninggalkan rumah Uli.Sementara Uli masih bertelepon ria dengan Aldo
"Halo mas"kata Uli.
"Cie yang diapelin cowok"kata Aldo.
"Ih apaan sihhh,ngomong aneh-aneh aku matiin ntar teleponnya"kata Uli.
"Eit ya yaya jangann donk sayang,"kata Aldo.
Mereka pun ngobrol banyak hal sampai kemudian Aldo pamit ke Uli karena akan mengikuti kegiatan lagi.
"Udah dulu ya sayang,aku harus kegiatan lagi,salam ya buat nenek"kata Aldo.
"Iya mas,jaga kesehatan ya,"kata Uli.
"Pasti sayangku,udah dulu ya,assalamualaikum"kata Aldo.
"Waalaikumsalam"kata Uli.Dan telepon pun terputus
__ADS_1
Guys udah dulu ya bab ini semoga kalian suka dan jangan lupa like,komen and vote.Terimakasih bagi pembaca yang masih berkenan membaca ceritaku.