Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 36


__ADS_3

Sinta bergegas menuju ruang tempat pak Herman dirawat.Nampak pak Herman tergolek lemah di ranjang rumah sakit.Seketika pikirannya berkecamuk,batin dan pikirannya kalut.Hatinya berkata ia harus segera pergi meninggalkan laki-laki ituu dengan membawa seluruh harta nya apalagi separuh harta pak Herman sudah beralih menjadi miliknya...


*Mungkin ini saatnya aku harus pergi meninggalkanmu ,Mas.Aku tidak mauu waktuku terbuang sia-sia hanya untuk mengurusimu yang penyakitan,biar saja Martha yang akan mengurusimu.Aku akan cari laki-laki lain di luar sana yang lebihhh segalanya dari pada kamu.Terimakasih untuk sebagian hartamu yang sudah menjadi milikku.Mudah sekali membodohimu .Sekarang kamu sudah gak ada gunanya lagi buatku,hahahaha*pikir Sinta yang kemudian segera pergi dari rumah sakit dan sebelumnya menitipkan secarik kertas pada suster untuk diberikan pada pak Herman bila beliau sudah sadar.


Ia kemudian mengirimkan pesan singkat pada Martha dan juga mengirimkan beberapa foto keadaan pak Herman padanya.


"Ini keadaan mantan suamimu sekarang,aku sudah gak butuh dia lagi dan kuharap kamu dan anak kamu masih sudi untuk merawatnya.Akuu gak mau merawatnya karena aku akan cari laki-laki yang lebih dari dia,dan kalaupun kalian tidak sudi merawatnya,cepat atau lambat dia akan pergi untuk selamanya hahahhaa"tulis Sinta di pesan singkat tersebut.


Dua jam kemudian pak Herman akhirnya sadar dan dia mendapati istri nya tak berada di sampingnya.Hanya nampak seorang suster yang sedang mengecek keadaannya.Ia pun bertanya perihal istrinya pada suster tersebut.


"Susss"kata pak Herman.


"Iya pakk,ada yang bisa saya bantu?"tanya suster.


"Dimana istri saya?"tanya pak Herman.

__ADS_1


"Istri bapak tadi ijin ke kami untuk pulang sebentar pak,namun dia tadi sempat menitipkan surat ini kepada saya untuk diberikan kepada bapak saat bapak sudah sadar,ini suratnya pak"kata suster sambil menyerahkan surat tersebut pada pak Herman.


"Surat apa ini sus?"tanya pak Herman.


"Saya tidak tahu pak,dibaca saja siapa tau penting.Saya pamit keluar dulu pak,nanti kalau ada perlu apa-apa bapak bisa panggil saya ataupun dokter jaga"kata suster.


"Terimakasih sus"kata pak Herman.


"Sama-sama pak,saya permisi dulu pak"kata suster yang kemudian segera keluar dari ruangan pak Herman.


"Surat apa ini ya"kata pak Herman yang kemudian segera membuka surat tersebut yang ternyata berisi hasil pemeriksaan pak Herman beserta surat yang ditulis oleh Sinta.


Saat kamu membaca surat ini mungkin aku sudah tidak lagi berada di sampingmu.


Yaaaaa akuuu akan pergi jauhhhhhhhh dari hidupmu karena kamuu sudah tidak berguna lagi di hidupkuu.Aku tidak sudi merawatmu karena itu hanya akan membuang waktuku saja..

__ADS_1


Mulai detik ini kita sudah bukan lagi suami istri mas karena kamu hanya menikahiku secara siri.


Aku pergi,Mas .Terimakasih untuk harta mu yang sudah kau balik nama menjadi namaku dengan mudahnya.Hahahhaa memang itu tujuannku mendekatimu,jadi jangan mimpi aku mendekatimu karena cinta.Hahahaha


Jangan cari-cari aku lagi karena aku akan pindah ke luar kota.Selamat Tinggal.


"Sintaaaaaa!!!!kurang ajarrrrr kamuuu!!!"teriak pak Herman sambil meremass kertas tersebut.


Tiba-tiba pak Herman mengeluh sakit kepala lagi dan sakit yang teramat sakit sampai ia terjatuh dari tempat tidurnya .Namun ia sempat memencet tombol bantuan untuk memanggil dokter.


Dokter pun tiba dan kemudian menyuntikkan obat penenang pada pak Herman dan pak Herman pun tertidur kembali.


Sementara di lain tempat Martha telah pulang dari bekerja.Ia pun sudah menerima pesan singkat dari nomor yang ternyata adalah nomor Sinta,istri baru pak Herman.Pikirannya berkecamuk,ingin rasanya ia datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan mantan suaminya,namun hatinya masih sakit mengingat perlakuan mantan suaminya itu padanya dan juga pada Aldo.Tapi ia juga tak tega membiarkan mantan suaminya itu kesakitan apalagi ia kini seorang diri.*Ahhh apa yang harus aku lakukannnn?*pikir Martha.


**Nahhh menurut pembaca sekalian apakah Bu Martha akan datang ke rumah sakit menemui mantan suaminya itu ataukah membiarkannya kesakitan seorang diri.Bagaimana juga sikap Aldo bila ia tahu keadaan ayahnya saat ini.Mungkinkah ia memaafkan ayahnya??

__ADS_1


Udah dulu ya gaes,tunggu bab selanjutnya.Terimakasih kepada pembaca sekalian yng berkenan membaca tulisanku dan jangan lupa like,komen and vote ya dan jangan lupa tetap berikan kritik dan saran demi kemajuan ceritaku.


Terimakasihhhhh semuanyyyaaaaa**.


__ADS_2