
Di bab ini aku ngga mau bahas tentang novelku dulu karena aku memang sedang ngga mood,karena apaaa????? Begini ceritanya.
Tanggal 20maret ayah dan ibuku pergi ke luar kota selama 2 hari bareng rombongan dan sebelumnya sudah ijin ke desa dan diijinkan yang penting mematuhi prokes katanya.Oke lahh tanggal segitu berangkat dan tanggal 22 pulang ke sini.
Dannn ternyata salah satu dari rombongan itu katanyaaaaaa sebelum keberangkatan itu dia kena covid tapi hanya desa yg tau karena sebelumnya yang bersangkutan mengikuti swab yng diadakan desa. Ketua rombongan tidak mengetahuinya smpai hari H keberangkatan, yang positif itu tetap ikut.
__ADS_1
Tanggal 22 maret mereka pulang dan setelahnya ya beraktivitas seperti biasanya tanpa kita tau siapa yang positif itu. Selang 3 hari kemudian pihak desa mengadakan swab orang-orang yang bepergian itu termasuk bapakku dan ibukku.Hasil tes itu keluar setelah 3 hari kemudian dan bapakku dinyatakan positif covid.Hasil swab itu dikirim lewat aplikasi xlsx tanpa pernah ditunjukkan bukti suratnya seperti apa.
Setelah bapak dibawa ke karantina dg dijemput polisi, tentara, dokter, semua perangkat, giliran saya adik saya dan anak saya yang swab. Hasil keluar 3 hari kemudian dan adik saya dinyatakan positif covid pun hasilnya lewat aplikasi xlsx tanpa saya dikasih tunjuk surat hasil lab nya. Saya kurang yakin akhirnya saya swab mandiri dan hasilnya dinyatakan negatif.
Sakit hatiku mendengar anak sekecil itu bilang seperti itu. 4 tahunnn dia. Saya cuma bilang sambil nangis"ga papa sayang, dede ga lagi sakit kok, dede sehat. Mungkin temen-temen dede yang lagi sakit jadi takut dede tertular. Ga papa y nak, nanti klau temen-temen dede udah sembuh nanti pasti boleh main, sekarng temen dede itu ya mama, bapa, sama nenek dulu ya? "
__ADS_1
Alhamdulillah anakku bisa sedikit memahami. Saat aku sudah berhasil menenangkan anakku, giliran mamaku sakit dan ga mau makan sama sekali. Aku bingung rasanya. Kenapa disaat seperti ini tidak ada uluran tangan dari saudara. Mungkinkah mereka takut tertular juga.
Dan sampai saat ini saya tidak terima hasil apapun dari desa. Yang saya tauuu keluarga saya katanyaaaaa dinyatakan positif tanpa mereka kasih solusi dan dukungan bagaimana kedepannya. Sakitnya lagi pas saya buka medsos kepala desa kami, saya lihat postingan yang menyebutkan siapa-siapa aja yang positif... Inikah rahasiaaaa????
Cukup saya dan keluarga saya yang mengalami seperti ini. Semoga yang membaca ceritaku senantiasa dikasih kesehatan oleh Alloh dan dijauhkan dari virus. Aaamminnn
__ADS_1