
*Massssss,apa kabarmu disana?*
*Masss aku kangen*
*Masss ini cuma prank kan?kamu sedang ngerjain aku kan?*
*Masss kamu pasti kembali kan untukku,lalu kita akan menikah dan punya anak -anak yang lucu.Itu keinginan terbesarmu kann?Lalu kenapa kamu pergi?*
*Kamu punya banyak janji lho padaku,kalau nanti kamu nggak pulang aku akan marah padamu dan nggak akan maafin kamu*
Uli masih terus mengirim chat ke handphone milik Aldo walaupun ia tau chat tersebut tak akan pernah ada yang membalasnya,namun ia masih berharap Aldo masih ada.Ia pun kembali teringat saat-saat bersama Aldo dan kenangan itu membuat hatinya semakin sakit dan iapun menangis.Nenek datang dan mencoba menenangkan Uli.Nenek memang sengaja datang ke kota untuk menenangkan Uli dan menghiburnya.
"Yang sabar nduk,ini ujiannn dari Tuhan untukmu.Tuhan ingin tahu apakah kamu bisa melewati semua cobaan ini atau tidak.Kalau kamu bisa melewati semua ini,kamu naik kelas,naik derajatnya.Nenek yakin kamu pasti kuat"kata nenek sambil memeluk Uli dan mengelus punggungnya.
"Hati Uli sakit nek,kenapa Aldo pergi secepat ini.Aldo punya banyak janji sama Uli.Aldo nggak bisa pergi secepat ini nekkkkk,Aldo harus kembali ke Uli"jawab Uli.
"Yang sabar,yang ikhlas,yang nerimo ndukkk.Aldo itu milik Tuhan pemilik sebenarnya,bukan milik kita.Kita tidak bisa memaksakan apapun sesuai dengan apa yang kita mau.Ikhlasss ndukkk ,,yang legowoo"jawab nenek sambil mengelus rambut Uli.
"Uli nggak sanggup nekkkkkkkk.Uli belum sepenuhnya ikhlas dan belum sepenuhnya percaya kalau Aldo udah nggak ada sebelum Uli lihat sendiri jasadnya Aldo "kata Uli.
"Istigfar nduk,kamu pasti bisaaa.Udah jangan nangis lagi nanti cantiknya berkurang lho apalagi besok kan kamu harus mengajar,nanti apa kata murid-muridmu kalau mereka melihat kamu dengan mata sembab.Sudah sekarang kamu tidur,nenek akan selalu disini menjagamu "kata nenek yang diiringi anggukan dari Uli.
__ADS_1
Hari-hari dilalui Uli dengan tetap melaksanakan kewajibannya mengajar walaupun hatinya masih rapuh atas kepergian Aldo.Namun jauh dilubuk hatinya ia yakin seyakin-yakinnya kalau Aldo itu masih hidup.Aldo masih adaa,dia hanya pergi menjalankan tugas dan kewajibannya dan ia akan segera kembali dengan selamattt.Ia pun belum sempat pulang ke rumah Aldo sekedar menenangkan hati Bu Martha.
Di rumah Aldo sudah banyak handai taulan yang datang silih berganti untuk berbelasungkawa.Pun juga dengan karangan bunga ucapan duka cita dari beberapa klien ayah Aldo.Bu Martha masih cukup syok dengan kejadian ini.Bagaimana tidak,anak laki-laki satu-satunya dan menjadi kebanggaan keluarga pergi untuk selama-lamanya.Bu Martha masih belum bisa menerima kenyataan pahit ini.Ia tidak peduli dengan tamu yang hadir di rumahnya.Ia hanya duduk termenung sambil mendekap foto Aldo.Bu Sofi akhirnya mencoba mendekati bu Martha.
"Bu Martha yang sabar yaa,ini ujian dari Alloh,saya yakin bu Martha kuat menghadapinya"kata bu Sofi sambil memeluk dan mengelus punggung bu Martha.
"Terimakasih mba,jujur saya nggak sanggup"kata bu Martha sambil terisak.
"Iya bu saya pahamm apa yang bu Martha rasakan.Bu Martha harus kuatt,harus ikhlas"kata bu Sofi.
"Apakah saya sanggup mba?"tanya bu Martha.
"Bu Martha pasti sanggup,saya percaya bu Martha kuat menghadapi semua ini.Sekarang bu Martha makan yaaa sedikit nggak papa yang penting perutnya terisi"kata bu Sofi.
"Ayolah bu,dari kemarin ibu tidak makan,nanti sakit bu .Saya suapin yaa"kata bu Sofi menawarkan diri dan akhirnya setelah dibujuk bu Martha akhirnya mau makan.
Sementara itu dilain tempat tepatnya di sebuah hutan nun jauh dari perbatasan tempat Aldo dan kawan-kawannya melakukan operasi militer,Aldo dan salah seorang kawannya terbaring lemah di sebuah dipan bambu lusuh,badannya penuh luka.Di dadanya tertempel berbagai macam ramuan dedaunan.Tiba-tiba......
UHUKKKKK!!!UHUKKKKK.Aldo tersadar dari pingsannya.Pandangannya masih samar,sekilas yng nampak di matanya adalah ia tengah berada di sebuh gubuk reot.
"Dimanaakah akuuu,"kata Aldo dengan suara pelan.Lalu seorang kakek pun masuk ke gubuk tersebut.
__ADS_1
"Kau sudah sadar nakkk,jangan banyak gerak dulu,lukamu cukup banyak.Kakek akan balurkan ramuan dedaunan ini agar lukamu cepat mengering"kata kakek.
"Aku dimana kek dan siapa kakek?"tanya Aldo.
"Kamu ada di tengah hutan jauh dari wilayah perbatasan.Kakek mendengar desingan peluru dan bunyi bom bertubi-tubi di wilayah perbatasan itu namun kakek tidak berani mendekat lalu akhirnya kakek melihatmu tergeletak di aliran sungai.Mungkin saja musuhmu yang sengaja membuangmu ke sungai untuk menghilangkan jejak karena mengira kamu sudah meninggal.Lalu kakek membawamu kemari."kata kakek.
"Terimakasih atas semua kebaikan kakek,entah bagaimana aku bisa membalas kebaikan kakek"kata Aldo.
"Kamu tidak usah memikirkan hal itu.Kamu menjadi seorang prajurit saja sudah bisa membuat kakek bangga.Tidak mudah menjadi seorang prajurit yang harus siap sedia jiwa raga membela tanah air,meninggalkan orang-orang terkasih."kata kakek.
Aldo pun segera ingat denga Uli,ayah dan ibunya,ia sedihhh.Mereka pasti mengira dirinya sudah meninggal dan pasti mereka sedih sekali.Ia sebenarnya ingin langsung mengabarkan bahwa ia dan kawannya selamat namun ia urungkan niat tersebut dikarenakan tidak ada alat komunikasi yang ia bawa.Handphone ia tinggalkan di barak.
*Maafkan akuuuu sudah membuat kalian sedihhhh,aku janji begitu aku pulihh,aku akan langsung pulang*gumam Aldo.
"Tinggallah disini sampai luka di tubuh kalian pulih,itu akan memakan waktu yang cukup lama.Kakek mohon maaf karena tidak membawa kalian ke dokter dan hanya mengobati kalian dengan ramuan dedaunan.Dokter disini hanya ada di kota dan jaraknya sangat jauh dan memakan waktu hampir setengah hari."kata kakek.
"Baik kek,terimakasih kek"jawab Aldo.
Tak lama kemudian kawan Aldo pun siuman dan mereka pun menangis haru.Mereka tak menyangka bisa selamat dari musuh.
*Uliiii aku janji begitu aku sembuh, aku akan langsung pulang dan akan langsung menepati janjiku padamu.Tunggu aku ya sayang*gumam Aldo.
__ADS_1
Guyyys **ternyata Aldo masih hidup guyssss,wahhh gimana yaaaa jadinya kalau Uli tahu Aldo masih hidup.Lalu apakah Uli nantinya akan menikah denga orang lain karena mengira Aldo memang sudah meninggal?
Wah wah wahh penasaran dehhh,Eitss tapiii jngan luoa like,komen and vote yaaa biar aku juga tambah semangat nulisnya.Terimakasih juga buat kalian yang masih setia membaca tulisanku.I love you so much.hhhehehehe**