Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 89


__ADS_3

Kabar Aldo masih hidup seketika menyebar.Atasan Aldo pun mengutus beberapa bawahannya pergi ke kota B guna memastikan kebenaran berita itu dan ternyata memang benar Aldo masih hidup.Kawan-kawannya pun tak percaya Aldo masih hidup.Begitu juga dengan ayah dan ibu Aldo.Mereka masih tak percaya dengan apa yang sedang terjadi.Namun mereka kemudian bersujud syukur atas mukjizat dari Tuhan.


Acara penyambutan Aldo pun segera digelar.Ayah dan ibu Aldo pun sudah datang ke tempat acara.Mereka terlihat bersemangat menyambut kepulangan Aldo.


Sementara di tempat lain Aldo dan Uli sudah dijemput oleh utusan dari atasan Aldo.Aldo pun diberikan seragam kebanggaan TNI.Dirinya pun kemudian memakainya.Dia berdiri di depan cermin memantaskan diri.Saat dirinya memantaskan diri di depan cermin,tiba-tiba Uli menggenggam tangannya sambil berkata.


"Udaaaahh jangan lama-lama bercerminnya nanti cerminnya salting lho sama kamu."kata Uli.Aldopun kemudian melepas genggaman tangannya kemudian merangkulnya erat.


"Yang salting cerminnya apa kamu nya nih sayang?Aku yakin kamu pasti salting kalau didekatku."kata Aldo semakin merangkul Uli dengan erat.


"Eh aku nggak salting lho yaaa,jangan kegeeran kamu"kata Uli yang berontak hendak melepas rangkulan Aldo namun rangkulan Aldo cukup kuat sehingga ia tak kuat untuk melepasnya.


"Yakinnn nggak salting sama akuuu?tanyaa Aldo.


"Enggakkk,aduh lepasin donk sakit tahu"kata Uli memelas.


"Enggak akan aku lepaskan karena aku nggak mau jauh dari kamu"kata Aldo.


"Aduh lepas donk malu tahu dilihatin orang"kata Uli.


"Uhhhhh gemessssssin dehhh ayang akuuuuu,ya udah dehhhhh aku lepas"kata Aldo.


"Udah yuk kita kan harus bersiap pulang.Banyak yang sudah menunggu kita."kata Uli.


"Iya sayang,,aku janji lepas dari sini aku akan segera mengurus rencana pernikahan kita.Aku nggak mau kehilangan kamu kembali..Terimakasih sudah mau menungguku dalam ketidakpastian"kata Aldo menggenggam jemari Uli.


"Iya masss aku akan selalu menunggu janjimu.Semoga langkah kita diridhoi Tuhan"kata Uli.

__ADS_1


"Ammminnn"kata Aldo.


Aldo,Uli dan beberapa utusan atasan Aldo pun bersiap untuk pulang ke kota A.Butuh waktu sekitar 5 jam perjalanan darat.Sepanjang perjalanan, Aldo tak lepas terus menggenggam tangan Uli.Ia tidak mau kehilangan kekasih hatinya itu kembali.Ia bersyukur pada Tuhan karena telah memberinya kesempatan hidup dan ia pun bersyukur karena Uli memilih untuk menunggunya ketimbang menikah dengan orang lain.


Lima jam kemudian mereka pun telah sampai di kota A.Banyak yang sudah menunggu kedatangan Aldo.Aldo pun kemudian turun dari mobil dan langsung berjalan tegap menghadap atasannya.Sesampainya di depan atasan ia pun langsung memberi hormat.


"Saya atas nama Marthin Rivaldo Kurniawan mohon maaf karena saya gagal di medan perang.Saya siap untuk menjalankan konsekuensi atas kegagalan yang saya lakukan."kata Aldo lantang namun yang terjadi adalah atasan Aldo langsung memeluk Aldo dengan perasaan haru.


"Kamu sudah berjuang keras sampai titik darah penghabisan.Saya tidak akan menghukummu justru saya akan mengapresiasi keberanianmu.Terimakasih kamu sudah berjuang dan terimakasih kamu sudah kembali dengan selamat"kata atasan memeluk erat dan Aldo pun memeluk beliau dengan erat.Yang turut hadir pun merasa terharu melihat momen tersebut.


Setelah acara selesai,atasan pun kembali ke kantornya dan Aldo pun larut dalam kebahagiaan bertemu kembali dengan kawan-kawannya.Mereka pun langsung berlari memeluk Aldo.Mereka bahagia salah seorang kawannya yang dinyatakan meninggal ternyata masih hidup.Setelah itu kawan-kawannya pun pamit untuk menjalankan tugasnya masing-masing.


Aldo pun kemudian berlari menuju ayah dan ibunya dan bersimpuh di hadapan ayah dan ibunya.


"Aldo minta maaf ayah,ibu sebab Aldo sudah membuat kalian cemas.,,"kata Aldo.


"Bangunlah nak,kamu sama sekali tidak membuat kami cemas.Kamu anak hebat,kami bangga padamu.Kamu kembali dengan selamat saja sudah membuat kami bahagia yang tak terkira."kata pak Herman.


"Sama-sama ma"kata Uli.


"Habis ini kalian harus segera mengurus pernikahan.Semakin cepat semakin baik mumpung kamu cuti.Kita semua disini sudah tidak sabar untuk segera menggendong cucu,bukan begitu pak Amir?kata pak Herman seraya menoleh ke paman Uli.


"Iya betul"kata Pak Amir sambil merangkul Uli.


Aldo dan Uli hanya saling pandang dan sesekali tersenyum.


Aldo pun kemudian mendapat cuti sekitar 3 minggu dari atasan dan Aldo mempergunakannya untuk mengurus berkas-berkas pernikahan.Tau sendiri kan apa saja surat2 yang disiapkan untuk pengajuan pernikahan seorang abdi negara.Hehehe.

__ADS_1


Sementara itu nenek yang sedari tadi di kamar memanggil bu Sofi.


"Fiiiiiiii"teriak nenek.Bu Sofi pun langsung lari tergopoh-gopoh menghampiri ibu mertuanya itu.


"Iya bu ada apa?"tanyanya.


"Aku dari kemarin tidak melihat Amir,dimana diaaa?apa dia pergi dari kemarin karena marah sama ibu sebab ibu masih berusaha menjodoh-jodohkan Uli dengan orang lain?"tanya nenek.


"Mas Amir pergi ke kota A bu guna menjemput Uli dan Aldo."kata Bu Sofi.


"Apaaaaa,aku tidak salah dengarrrr?coba katakan sekali lagi"kata nenek.


"Mas Amir pergi ke kota A untuk menghadiri acara penyambutan Aldo dan Uli.Aldo ternyata masih hidup dan Ulilah yang menemukan keberadaanya.Kami pun sempat tak percaya mendapat telepon dari atasan Aldo memberitahukan bahwa kami diundang untuk menghadiri acara penyambutan Aldo.Jadi Mas Amir pergi ke acara tersebut."kata bu Sofi.


"Lalu kenapa kalian tidak memberitahuku!!!!biar bagaimanapun Uli itu cucuku,sudah sepantasnya aku tau semua hal tentangnyaa!!apa aku disini sudah kalian anggap tidak ada!!!"hardik nenek.


"Bukan begitu bu,kami juga dapat undangan itu mendadak dan kamipun sempat tak percaya akan hal ini jadi kamipun akhirnya memutuskan dadakan dan hanya mas Amir yang pergi kesana.Mas Amir pun tidak sempat berpamitan kepada ibu karena kami tahu ibu masih marah kepada kami.Mas Amir hanya berpamitan lewat surat yang diletakkan di meja dekat tempat tidur ibu"kata bu Sofi.Nenek pun menangis.


"Ibu kenapa menangis,ibu masih marah sama kami?"tanya bu Sofi.


"Enggak,ibu nggak marah sama kalian.Ibu cuma menyesal sudah tidak percaya pada Uli,sudah berusaha menjodoh-jodohkan dia dengan orang lain.Sekarang ternyata Aldo masih hidup.Apa jadinya kalau waktu itu Uli menuruti keinginanku menikah dengan orang lain?pasti baik Uli dan Aldo sama-sama akan hancur hatinya.Ibu menyesal"kata nenek.Bu Sofi kemudian memeluknya.


"Ibuuuuu sudahhhhh sudahhhh.Tidak ada yang perlu disesali,ibu tidak salah kok.Yang namanya orang tua pasti akan melakukan apapun yang terbaik untuk anak atau cucunya dan aku juga tahu apa yang ibu lakukan pasti juga yang terbaik menurut ibu.Tapi kembali lagi bukan kita yang menjalani,jadi jangan pernah menyesal ya bu.Sekarang tugas kita adalah mendoakan Uli dan Aldo agar mereka bahagia"kata bu Sofi.


"Iyaaa,ibu ingin bicara dengan Uli boleh?"tanya nenek.


"Iya bolehhh tapi nanti ya setelah ibu makan dan minum obat.Nanti langsung aku akan menelpon Uli.Sekarang ibu maakan dulu ya"kata bu sofi yang diiringi anggukan dari nenek.

__ADS_1


**Guys udah dulu ya ceritanya....Jangan lupa like komen and vote yaa


Terimakasih**


__ADS_2