
Hari-hari dilalui Uli dengan kesibukannya mengurus Alvar.Kali ini ia tak lagi merasa kerepotan mengurus Alvar karena banyak yang membantunya.Ada bu Martha yang kini seminggu sekali datang membantu bergantian dengan bi Sofi.Ia juga kini tidak lagi merasa kesepian walaupun jauh dari suami.Kini yang ada hanya rasa bahagia dengan hadirnya Alvar dannn sebentar lagi suaminya akan segera pulang bertugas.Rasa rindunya akan hadirnya sang suami akan segera terobati.Membayangkan hal itu membuatnya tak enak makan dan tak nyenyak tidur.
Hari demi hari Alvar tumbuh menjadi anak yang lucu,sehat,aktif dan menggemaskan.Sesekali ia rewel saat sakit atau saat sedang kangen ayahnya.Ayahnya pun seperti merasakan jika anaknya sedang rindu.Setiap Alvar rewel saat rindu dengan suara ayahnya,seketika itu juga Aldo langsung menelpon.
Tak terasa dua bulan telah berlalu,Aldo dan kawan-kawannya akan segera kembali.Aldo pun sudah mengabarkan keluarganya,termasuk kepada Uli.Uli pun bersiap-siap mengikuti acara penyambutan suaminya.Ia tak lupa mengajak Alvar dan sang anak pun seperti tahu hendak bertemu ayahnya sehingga ia pun tak rewel sepanjang acara.
Satu jam kemudian angkutan yang membawa Aldo dan kawan-kawan akhirnya tiba.Rasa bahagia terpancar di wajah mereka.Rasa rindu yang lama memuncak akhirnya terobati.Setelah acara penyambutan selesai mereka pun bergegas mencari anggota keluarganya diantara sekian banyak yang hadir.Aldo pun sesegera mungkin mencari dimana Uli.Setelah berlarian kesana kemari,Aldo pun berjumpa dengan Uli yang sedang berdiri sambil tersenyum padanya tak jauh darinya.Uli berdiri sambil menggendong bayi mungil nan lucu.Aldo pun segera berlari menghampiri mereka dan langsung memeluk Uli.Rasa haru didadanya membuat Aldo sampai menitikkan air mata,begitu juga dengan Uli.
"Aku pulang sayang,aku rinduuu padamuu dan pada anak kita.Terimakasih sudah mendoakan akuu dan terimakasih sudah bersabar menunggukuu"kata Aldo.
"Sama-sama sayangg,akupun rindu padamu,terimakasih sudah kembali dengan selamat"kata Uli.Aldo pun kemudian melepas pelukannya dan beralih menyapa lalu mencium anaknya.
"Assalamualaikumm sayang anak ayahhh yang hebat,ini ayahhhhh sayang.Ayah pulang untuk kalian"kata Aldo.
"Waalaikumsalam ayahhh,dede kangen sama ayahhh"kata Uli.
"Ganteng banget anak ayah"kata Aldo.
"Ya donk,ayah bundaku juga ganteng dan cantik"kata Uli.
"Boleh aku gendong nggak?"tanya Aldo.
"Boleh donkkk,Mas bisa kan gendongnya,?"tanya Uli yang kemudian menyerahkan Alvar pada Aldo.
"Bisa donk"kata Aldo.
"Awas hati-hati Mas,pegang kepalanya yang bener yaaa soalnya nanti dia rewel kalau merasa nggak nyaman"kata Uli.
"Iya sayang"kata Aldo.
__ADS_1
"Ya udah ayok pulang,cuacanya panas kasihan Al kepanasan"kata Uli.
"Ayo sayang"kata Aldo.Mereka pun bergegas menuju rumah dinas.
Hari-hari berikutnya dilalui Uli dengan perasaan senang dan bahagia karena suami yang dinanti-nantikan kini telah kembali kepadanya.Aldo pun tak segan untuk membantu Uli mengurus Alvar mulai dari memandikan,memakaikan baju hingga menimangnya seperti pada hari itu.Uli yang memandang dari dalam kamar pun merasa haru.Ia melihat Aldo yang cekatan menimang Alvar sambil sesekali bercerita.
"Hallo anak ganteng ayahhhh,udah mandi udah rapi,udah wangii.Sekarang tinggal main sama ayah ya nakk, kita suruh bunda istirahat saja ya nakk. Kamu mau main apa?main bolaa atauu main perang-perangan sama ayah?atauu kita jalan-jalan aja yuk sayang keliling rumah.?"tanya Aldo pada Alvar yang dibalas dengan senyuman dari bayi mungil tersebut.
"Ayah janji ayah akan selalu ada buat Alvar,setiap waktu,bahkan kalau perlu setiap detik,setiap menit.Maafkan ayah ya nakk tidak sempat mendampingi saat bunda mengandungmu dan juga tidak ada ada saat kamu dilahirkan,tapi ayah yakin Alvar pasti tahu alasan kenapa ayah seperti ini.Ayah harap Alvar bangga sama ayah dan semoga Alvar nantinya bisa meneruskan cita-cita dan perjuangan ayah."kata Aldo.
Aldo pun kemudian mengajak Alvar jalan-jalan keliling komplek rumah dinasnya.Alvar seakan menikmati kebersamaan dengan ayahnya.Uli yang sedari tadi memperhatikan mereka,merasa terharu.Ia kemudian teringat bagaimana bucinnya dia kepada Aldo.Ia yang rela menyusul Aldo dan mendaftar mengajar ke sekolah yang dekat dengan tempat Aldo pelatihan agar bisa leluasa bertemu dengan Aldo.Ia yang rela menempuh perjalanan jauh beribu-ribu kilometer mencari keberadaan Aldo saat Aldo dinyatakan meninggal di tempat tugasnya walau saat itu keluarganya menentang keputusannya.Ia yang rela menolak permintaan neneknya untuk menikah dengan laki-laki pilihan neneknya.Membayangkan semua itu membuat dirinya geli.*Segitu bucinkah aku padanya*gumam Uli.
Uli masih saja termenung sampai-sampai ia tak menyadari kehadiran suami dan anaknya disitu.Aldo yang nampak kebingungan dengan sikap istrinya kemudian menegurnya.
"Bund"kata Aldo.
"Are you okey,?atau kamu lagi sakit?"tanya Aldo.
"Aku baik-baik saja mas"kata Uli.
"Tapi tadi melamun seperti sedang memikirkan sesuatu."kata Aldo.
"Aku tidak memikirkan apapun mas,aku hanya heran kenapa dulu aku bisa sebucin ini ya sama kamu,aku rela melakukan apa saja demi bisa dekat denganmu.Ah membayangkan semua itu membuatku geli sendiri"kata Uli.
Aldo pun kemudian meletakkan Alvar di box bayi karena ia sudah tertidur lelap.Uli pun mengikutinya dari belakang.Mereka kemudian memandang an mengelus kepala Alvar yang sudah tertidur pulas.
"Sehat-sehat ya nak jagoan ayah.Tumbuhlah jadi anak yang pemberani dan ceria.Teruskan perjuangan dan cita-cita ayah ya nak"kata Aldo.
"Ammminnn ayahhh"kata Uli.Kemudian Aldo pun bertanya pada Uli yang membuat Uli terkejut bukan kepalang.
__ADS_1
"Bund"kata Aldo.
"Aku ada satu permintaan boleh?tanya Aldo.
"Apa itu,jangan yang aneh-aneh yaa mas"kata Uli
"Ehmmmmmmm"kata Aldo.
"Apaaa masss,ngomong yang jelas donk"kata Uli.
"Ehmmmm,aaaakkuuu pengen program anak perempuan bund"kata Aldo.Uli pun terdiam,sebenarnya jauh di dalam lubuk hatinya yang pling dalam ia ingin segera hamil kembali.Tapi setelah ia pikir-pikir kembali ia merasa takut.Takut sendainya saat nanti sudah hamil Aldo akan meninggalkannya kembali untuk tugas.Rasanya berat kehamilan tanpa didampingi suami.
"Bund,kok diam saja sih,jawab donk bund"kata Aldo.
"Aku takut"kata Uli.
"Takut apa"kata aldo.
"Takut jika nanti saatnya aku hamil,kamu meninggalkanku kembali untuk tugas,aku tidak sanggup mas yaaa walaupun aku tahu itu sudah menjadi resiko yang harus aku terima,tapi aku belum siap.Aku tidak mau kehamilanku yang kedua ini berjalan tanpa Sosok ayah seperi saat aku hamil Alvar"kata Uli
"Ya sudah aku akan menunggu sampai bund siap"kata Aldo.
"Maafkan aku mas"kata Uli.
"Tidak perlu meminta maaf,kamu tidak salah kok,"kata Aldo sambil mengecup pipi dan bibir Ulli dan Uli pun membalasnya.
**udah dulu ya guys ceritanya.Kira-kira nnti Uli bakal siap hamil lagi enggaK yaaa,laluuu akankah Aldo akan ditugaskan kembali ke perbatasan?Tunggu kisah selanjutnya dan jngan lupa like,komen and vote.
terimakasih bagi yang masih berkenan baca** .
__ADS_1