Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 84


__ADS_3

Hari berganti hari,bulan berganti bulan tak terasa satu tahun akan segera tiba.Uli begitu bersemangat menantikan kepulangan sang pujaan hati.Bayangan Aldo seakan-akan selalu hadir di pelupuk matanya pun di setiap mimpinya.Uli ingat terakhir kali Aldo menghubunginya.Kala itu ia mengabarkan bahwa ia akan segera selesai tugas dan bersiap untuk mengurus berkas-berkas pernikahan.Ahh bahagia rasanya hati ini mendengarnya.Impian untuk segera menikah dan membina bahtera rumah tangga akan segera terwujud.


Namun kadangkala apa yang menjadi impian kita tak selamanya sejalan dengan apa yang menjadi ketentuan Tuhan.Apa yang menurut kita itu yang terbaik untuk kita belum tentu Tuhan meridhoinya.Seperti kata pepatah "kita hanya bisa berencana namun Tuhan yang menentukan".


Beberapa hari terakhir bahkan hampir sebulan terakhir Aldo sudah jarang menghubungi Uli.Padahal biasanya seminggu sekali ia menghubunginya.Kalau boleh jujur hati Uli risau.Ada apakah gerangan yang terjadi di sana sehingga Aldo sudah jarang menghubunginya.Mungkinkah Aldo punya orang lain di sana?ataukah Aldo sengaja tidak mengabari Uli karena ingin memberikan kejutan?.Ah entahlah yang pasti hati Uli benar-benar risau.Ia takut sesuatu terjadi pada Aldo.Apalagi beberapa hari terakhir ia sempat bermimpi buruk tentang Aldo.Ah semoga saja hanya menjadi bunga tidur semata.


Uli masih menjalankan aktifitas seperti biasa.Pagi ia mengajar,sorenya ia mengajar les privat.Bisa dibilang ia cukup sibuk setiap hari.Semua itu ia lakukan karena ia tak mau hati dan pikirannya terus termgiang-ngiang Aldo ya walaupun masih saja ia kepikiran dengan mimpi buruknya.


Saat Uli selesai mengajar les privat,handphonenya berbunyi.Ia pun segera mengangkat berharap Aldolah yang menelponnya,namun ternyata bukan.Ibunya lah yang menelpon,segeralah ia mengangkat telepon tersebut.


"Hallo assalamualaikum maaa,"sapa Uli.


"Waalaikumsalam sayang,kamu apa kabar?lagi sibuk yaa,maaf ya mama mengganggu waktu kamu"kata bu Martha.


"Oh enggak kok ma,ini baru aja selesai ngajar privat,ada apa ma"kata Uli.


"Oh enggak kenapa-kenapa,mama cuma pengen telpon aja pengen tahu kabar kamu soalnya sekarang kamu kan jarang telpon mama makanya mama khawatir"kata bu Martha.


"Ohh hehehe maaf ya ma akhir-akhir ini Uli jarang menelepon soalnya Uli lumayan sibuk.Mama sama papa gimana kabar?"tanya Uli.


"Kami baik-baik saja nak disini.Oh ya Aldo ada telepon ke kamu nggak nak?soalnya mama inget Aldo menelpon mama itu sebulan yang lalu dan sampai sekarang dia belum telepon lagi.Mama khawatir nak sama dia"kata bu Martha.


*Jangankan mama,akupun juga khawatir ma,takut sesuatu terjadi padanya tapi aku berusaha untuk tidak berpikiran yang bukan-bukan.Siapa tau Aldo tidak menghubungiku karena susah sinyal*gumam Uli.


"Oh Aldo juga menghubungi Uli sebulan yang lalu ma"kata Uli.


"Aduhh gimana ya mama khawatir deh sama Aldo"kata bu Martha.


"Mama tidak usah khawatir ma,mungkin saja Aldo tidak menghubungi kita karena susah sinyal.Mama doakan saja yang terbaik buat Aldo."kata Uli.


"Iya nak,semoga saja Aldo baik-baik saja disana.Kamu juga baik-baik ya disitu.Terus kabari mama bila Aldo mengabarimu ya.Jangan lupa makan sama minum vitamin yang mama kasih ya"kata bu Martha.

__ADS_1


"Iyaa maaa,aku selalu ingat kok pesan mama"kata Uli.


"Ya udah mama tutup dulu teleponnya ya,kita sambung lagi besok.Mama mau nemenin papa ketemu klien."kata bu Martha.


"Iya maaa,jaga kesehatan ya ma"kata Uli.


"Iya sayang,assalamualaikum"kata Bu Martha.


"Waalaikumsalam"kata Uli.


Telepon terputus,Uli pun meletakan handphonenya begitu saja di meja dan langsung menghempaskan tubuhnya di kasur.Pikirannya ruwet,ia kembali terngiang-ngiang mimpi buruknya beberapa hari terakhir.Dalam mimpi itu ia melihat Aldo sedang berada di sebuah padang pasir sembari melambaikan tangan kearahnya.Tak ada kata yang terucap dari mulutnya.Ulipun mengejarnya namun yang ada Aldoalah menjauhinya.Semakin Uli berlari mengejar,semakin jauh pula Aldo pergi.Aaaaaarghgggh apa arti mimpi ini.Mungkinkah Aldo akan meninggalkannya?Mungkinkah ia tidak jadi menikah dengan Aldo?


*Ahhhhhhhh tidakkkk!!!!aku tidak boleh berpikiran macam-macam*gumam Uli.


Namun ternyata apa yang Uli pikirkan menjadi nyata.Mimpi buruk itu menjadi nyata.Aldo pergi meninggalkannya,bukan pergi bersama orang lain melainkan pergi untuk selama-lamanya.Aldo terluka kena tembak bersama seorang temannya dan ditempat itu juga musuh menghujaninya dengan bom.Semua kawannya berteriak histeris menyaksikan kejadian ini.Setelah situasi mereda mereka pun bergegas mencari keberadaan Aldo dan seorang kawannya.Namun setelah menyisir setiap sudut mereka tidak menemukan jasad Aldo ataupun temannya.Hanya sebuah seragam yang koyak yang mereka temukan.Mereka tak menemukan apapun lagi.Kemanakah Aldo dan kawannya itu.Kalaupun meninggal pasti ada jasadnya disitu?Atau mungkin jasadnya hancur terkena bom?.


Mereka pun segera melapor kejadian tersebut kepada atasan namun atasan tidak langsung mengabari keluarga Aldo.Beliau menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan kabar tersebut.Beliau juga cukup syok mendengar kejadian tersebut.Ia tau Aldo punya mimpi besar selepas ia selesai operasi militer yakni menikahi kekasihnya,lalu apa yang nanti harus ia katakan pada keluarga dan kekasihnya?Apalagi Aldo anak satu-satunya pak Herman.


Pak Herman,bu Martha dan Uli sudah berada di kantor atasan tersebut.Setelah ngobrol-ngobrol santai akhirnya atasan Aldo akhirnya mengumumkan kondisi Aldo.


"Pak Herman,bu Martha,nak Uli maksud dan tujuan saya mengundang anda sekalian kemari adalah untuk memberitahukan kondisi Aldo di daerah militer."kata pak atasan Aldo.


"Bagaimana kondisi anak saya pak,apakah baik-baik saja,lalu kapan mereka semua akan pulang pak?"tanya bu Martha.


"Mohon maaf apabila saya akhirnya menyampaikan hal yang kurang baik kepada ibu dan bapak.Saya harap bapak,ibu serta nak Uli sabar dan ikhlas mendengarnya"kata pak atasan.


"Apa yang terjadi dengan Aldo pak"kata pak Herman.


"Mohon maaf sekali pak kami baru saja mendapat kabar bahwa anak bapak dan ibu yang bernama Marthin Rivaldo Kurniawan telah gugur di medan perang dan tidak diketahui keberadaan jasadnya.Hanya ini yang mereka temukan di tempat itu.Saya harap bapak ibu dan nak Uli ikhlas dan sabar menghadapi cobaan ini.Saya akan perintahkan anak buah saya untuk terus mencari keberadaan Aldo sehingga kita bisa makamkan secara layak.Kami mohon maaf"kata pak atasan sambil menyerahkan sebuah kotak.


"TIDAKKKKKKKKKKKK!!!ANAK SAYA TIDAK MUNGKIN PERGIII!DIA JANJI DIA AKAN KEMBALI!!"teriak bu Martha histeris.

__ADS_1


"Maaa sabar maa,kita harus ikhlas.Kita tidak bisa melawan takdir."kata pak Herman memeluk istrinya itu menguatkannya walaupun sebenarnya hatinya juga hancur.


"Aldo jahattt paaaaaa,Aldo jahat ninggalin kitaaaaa,dia janji kannn dia akan kembaliiii,mama nggak kuat paaaaaaa"kata bu Martha terisak.


"Yang ikhlas maaaaaaaa,Uliiiii yang ikhlas yaaa nakkkkk,maafkan Aldo yaa"kata pak Herman.


Uli pun pelan-pelan membuka kotak yang diserahkan atasan Aldo.Kotak itu berisi sebuah seragam yang nampak koyak dan beberapa pucuk surat.Ia pun mohon ijin kepada atasan Aldo untuk membaca surat tersebut di luar ruangan ,beliau pun mengizinkan.


Perlahan Uli membuka surat tersebut.Surat itu tertulis sebulan yang lalu tepat setelah Aldo mengubunginya.


*Assalamuaalaikum Maulida Nuranisa-ku sayang


Aku mohon maaffff belum sempat berkirim kabar denganmu ataupun menelpon dirimu.Rasanya aku tak sanggup lagi mendengar suaramu.Aku tak sanggup lagi berkata apapun padamu.Aku malu pada diriku sendiri karena terlalu lama menggantung cintamu walaupun aku tahu kamu pasti akan selalu setia menungguku


Aku hanya bisa terus berdoa semoga aku dan kamu diberi umur panjang agar kita bisa segera melangkah menuju masa depan.Menikah dan mempunyai anak-anak yang lucu dan sehat.


Tetaplah tersenyum sayang sekalipun hatimu tengah rindu padaku.Doakan aku selalu ya sayang.


Love you


Aldo.


Uli menggenggam erat surat dan baju seragam milik Aldo.Ia tak percaya Aldo begitu cepat meninggalkannya.Ada banyak janji yang Aldo ucapkan untuknya,namun semua sirna.Mengingat semuanya rasanya membuat hatinya pilu.


"Kamu masih hidup mas,,kamu belum pergi,kamu masih hidup.Kamu janji banyak kan sama aku."kata Uli sambil terisak sembari memeluk seragam milik Aldo.


**Guys udah dulu ya ceritanya,semoga kalian tidak bosan dengan ceritaku yang garing ini.Akan ada kejutan di bab selanjutnya.Apakah Aldo masih hidup?ataukah memang telah meninggal?Lalu bagaimana nasib Uli?


Tunggu di bab selanjutnya yaaa,jangan lupa like,komen and vote tentunya.


Assalamualaikum**

__ADS_1


__ADS_2