Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 59


__ADS_3

Malam hari itu Uli sudah siap akan beranjak tidur ketika nenek nya mengetuk pintu kamarnya.


"Ndukkk,"kata nenek.


"Iya nek,masuk aja,Uli belum tidur kok"kata Uli.


Nenek pun masuk dan duduk di tepi ranjang.


"Kok belum tidur ndukk?"tanya nenek.


"Ini udah mau tidur nek,nenek ada yang ingin dibicarakan kah dengan Uli?"tanya Uli.


"Tadi waktu kamu teleponan dengan Aldo,Mario katanya tanpa sengaja mendengar dan dia bertanya pada nenek,kamu sedang teleponan dengan siapa,ya nenek jawab aja lagi teleponan sama pacarnya"kata nenek.


"Terus dia bilang apa?"tanya Uli.


"Dia bilang ah baru juga pacar,belum jadi suami masih bisa ditikung kann"kata nenek.


"Ih apaan sihhh dia "kata Uli.


"Dia bilang dia itu suka sama kamu dan berniat melamar kamu menjadi istrinya"kata nenek.


"Nenekkk,Uli gak suka sama diaa belum apa-apa udah kasar duluan ke Uli.Uli gak nyaman sama diaa kan nenek pernah bilang kunci sebuah hubungan itu adalah rasa cinta dan nyaman,kalau salah satu ngga nyaman bisakah itu dianggap sebagai hubungan serius.Nikah itu bukan masalah sepele kaan nekk,Uli belum siap menjalaninya"kata Uli.


"Iya sihhh,tapi nenek rasa kalian berteman saja dulu apa salahnya,kasian lho setiap Mario kemari selalu kamu cuekin"kata nenek.


"Nggak nekkk,Uli menjaga perasaan Aldo,nenek kan tahu kami saling mencintai dan Aldo pun sudah punya niat serius sama Uli,dia juga memberikan cincin dan kalung untuk Uli dannn dia juga lagi berjuang untuk meraih cita-cita biar kedepannya ngga ngajak Uli hidup susah jadii Uli rasa Uli amat sangat jahat bila Uli menduakan dia walaupun hanya sekedar berteman dengan cowok lain,kuharap nenek mengerti"kata Uli.

__ADS_1


"Kalau semisal kalian tidak berjodoh bagaimana?"tanya nenek


.


"Nenek kan pernah bilang jodoh,rezeki,maut hanya Alloh yang tau,tugas kita hanya berusaha,berikhtiar dan berdoa dan selebihnya biar Alloh yang menentukan.Semisal aku dan Aldo tidak berjodoh ya apa mau dikata,itu kehendak Alloh dan kita udah sama-sama berusaha tapi sebisa mungkin Uli gak mau mengecewakan dia yang lagi berjuang meraih cita-cita demi Uli karena saat ini Uli lah yang menjadi penyemangat nya dan Uli gak mau membuat dia jadi down dan patah semangat ketika tau Uli menjalin pertemanan dengan cowo lain."kata Uli.


"Iya deh iya kamu emang paling pinterr kalau berdebat,ya sudahhh kamu yang penting terus berdoaaa mohon sama Alloh didekatkan jodohnya dengan Aldo"kata nenek.


"Nenek setuju nggak kalau nanti Aldo benar-benar jodoh Uli?"tanya Uli.


"Mau sama siapapun nanti Uli menikah nenek setuju saja yang penting laki-laki itu bisa menjadi pelindung kamu,bisa jadi imam yang baik dan mampu membimbing kamu ke arah yang lebih baik lagi dan terpenting sayang sama kamu apa adanya"kata nenek.


"Ahhhhhh Uli terharu"kata Uli sambil mengedipkan matanya..


"Aihhh sudah sudahhh sekarang kamu tidurr,sudah malam"kata nenek.


"Waalaikumsalam"kata nenek sambil keluar dari kamar Uli.


Sementara itu di rumah pak Amir.


"Pak ini gimana kita ngelunasin utang kita ke ayahnya Mario"kata bu Sofi.


"Bapak juga bingung bu,"kata pak Amir.


"Lagian bapak sih pake pinjem ke bapaknya Mario segala"kata Bu Sofi.


"Kalau nggak pinjem ke dia terus mau pinjem ke siapa lagi ,bu.Lagian kita pinjem itu kan buat memperbesar usaha bengkel kita bu,kalau bengkel kita maju,ibu juga kan yang seneng"kata pak Amir.

__ADS_1


"Tapi kan dari awal ibu kurang sreg pakk,ibarat kata bengkel kita kecil yo gak papa asal jangan hutang,bapak sih gak mau dengerin ibu"kata bu Sofi.


"Ahh sudah sudah jangan bawel,sekarang yang terpenting kita pikirkan bagaimana kita melunasinya,eh apa kita nikahin Uli sama Mario ya bu biar utang kita dianggap lunas?"kata pak Amir.


"Husttt,bapak jangan aneh-aneh deh,belum tentu juga Uli mau sama Mario.Bapak mau kena marah sama ibu(nenek Uli) kalau nekad ngejodohin Uli sama Mario,nanti yang ada kita yang kena marah sama beliau,ibu sih gak mau pakkk?"kata bu Sofi.


"Ya terus gimana donkkk"kata pak Amir.


"Ya jalan satu-satunya ya kita harus menjual rumah ini"kata Bu Sofi.


"Terus kita mau tinggal di mana kalau rumah ini di jual?"tanya pak Amir.


"Kita bisa tinggal di bengkel dan lagian bengkel kita kan 2 lantai,lantai atas bisa dibikin tempat tinggal,nanti ibu coba usaha kecil-kecilan juga buat bantu bapak,yang penting kita jangan punya pikiran untuk menjodohkan Uli dan Mario,sekarang bukan jaman siti nurbaya pakkk,udah bedaaaa"kata bu sofi.


"Ya sudah terserah ibu aja lah,bapak pusing,bapak mau tidur dulu"kata pak Amir.


"Iya pakkk,ibu nanti saja,ibu mau menyelesaikan pesanan kue kering,bapak tidur dulu saja"kata bu sofi.


"Ya sudah,ibu jangan malam-malam tidurnya"kata Pak Amir.


"Iya pak"kata bu Sofi dan pak amir pun masuk ke kamarnya.


"Hemm semoga ada jalan keluar buat kami ya Alloh biar utang kami cepat lunas,aamminn"kata bu Sofi.


**Guys udah dulu ya bab ini,semoga kalian suka dan maaf juga menunggu lama up demi up nya dikarenakan ditempatku terkendala sinyal jadi harus ngungsi dulu ke tempat yang sinyalnya bagus.


Terimakasih bagi yang masih berkenan membaca tulisanku,kutunggu selalu kritik dan sarannya dan kutunggu pula like,komen and vote nya

__ADS_1


Terimakasih**


__ADS_2