
Bianca menyunggingkan senyum liciknya.Ia ternyata telah merencanakan niat jahat untuk menyingkirkan Uli agar Aldo kembali lagi padanya.Ia begitu yakin rencananya kali ini akan berhasil.Ia kemudian membayangkan Aldo akan jatuh ke pelukannya.Membayangkan menjadi istri seorang prajurit membuatnya senyum-senyum sendiri.Namun ia buru-buru sadar dan segera bangkit bersiap-siap untuk menemui seseorang di restoran X.
Satu jam kemudian ia sudah sampai di restoran X.Ia mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang dan ia pun melihat orang yang ia cari melambaikan tangan padanya.Ia pun kemudian menghampirinya.
"Sudah lama menunggu?"kata Bianca.
"Nggak Bos saya juga baru datang,apa yang ingin Bos bicarakan denganku?"kata orang tersebut.
"Aku mau kamu kasih pelajaran pada wanita yang ada di foto ini"kata Bianca sambil melempar sebuah foto di atas meja.
"Siapa dia Bos"katanya.
"Siapa diaaa itu tidak penting untukmu.Lakukan saja apapun yang aku perintahkan.Aku akan bayar kamu mahal,bukankah sekarang kamu sedang butuh uang yang cukup besar untuk pengobatan putrimu?.Aku yakin kamu akan tergiur dan akan mengikuti semua perintahku saat kamu mengetahui berapa bayaranmu untuk melakukan hal ini"kata Bianca.
"Apa yang harus saya lakukan,Bos"katanya.
"Nanti saya akan menjemput dia untuk ketemuan di rumahku dan saat dia lengah,kamu tabrak diaa.Pastikan dia tidak akan mungkin bisa tertolong Akuu akan berpura-pura kaget dan membawanya ke rumah sakit.Pastikan juga kamu melarikan diri setelah menabraknya sehingga tidak ada yang curiga".kata Bianca
"Kalau sampai polisi tahu bagaimana,Bos"tanyanya.
"Aku akan sebisa mungkin tidak menyebut namamu saat nanti polisi meminta keterangan dariku.Yang terpenting lakukan saja apa yang tadi aku perintahkan"kata Bianca.
"Bos yakin ini tidak akan terbongkar,saya takut Bos"katanya.
"Kalau kamu takut,saya bisa saja menyuruh orang lain untuk melakukan ini.Apa kamu tidak tergiur dengan uang yang akan aku berikan untukmu?Saya tahuuu kamu sedang membutuhkan uang yang cukup banyak kan,dan uang dari saya akan lebih dari cukup untukmu,bagaimana?"kata Bianca sambil melempar cek yang sudah ia tulis nominal uangnya.
"B....bbbaaaikkkk akaaaannn saaayyya lakukan"katanya.
"Bagus,kuharap kamu bisa profesional"kata Bianca yang kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon Uli.
Telepon berdering saat Uli tengah di kamar mandi dan Aldo mendengarnya.Nampak dilayar tertulis nama Bianca.*mau apa lagi dia menelpon istriku*gumamnya.Dia pun kemudian mengetuk pintu kamar mandi.
"tok...tok...tokkk bunddddd masih lama enggak di kamar mandi?"tanya Aldo.
"Masih lama yahhh,kenapaa yahhh mau ke kamar mandi juga?"kata Uli balik bertanya.
"Ah enggak,aku boleh pinjam handphone bunda tidak sebentar,mau telepon mama,handphone ku sedang ku charge"tanyanya.
"Ambil aja kalau tidak salah tadi ada di atas meja yah"kata Uli.
"Oke"kata Aldo.Aldo pun segera meraih handphone Uli yang masih berdering itu kemudian mengangkatnya dan bersuara seolah-olah dirinya adalah Uli.
"Halo"kata Aldo.
"Halooo,ini dengan Uli bukan yaaa,kok suaranya agak lain?atau aku salah sambung ya?"kata Bianca.
"Aduh maaf Bee,aku lagi batuk,tenggorokanku agak sakit jadi suaraku juga berubah sedikit.Ada apa Bee"katanya.
"Ohh gini Ul,aku mau ngajak kamu ke restoran untuk makan siang,gimana ?kamu mau kan?"tanya Bianca.
"Aduh gimana yaaa,kamu kan tahu aku tinggal di rumah dinas yang memiliki peraturan ketat.Aku tidak boleh sembarangan wara-wiri keluar tanpa alasan yang jelas.Lagipula aku juga sibuk mengurus Alvar yang sedang sakit."katanya berbohong.
"Yahhh gimana donk,padahal aku udah seneng banget lho ketemu kamu lagi disini"kata Bianca.
"Atau gini ajaaa,aku ngajak suamiku aja ya biar nggak pakai ijin ke pos penjagaan,gimana?"katanya.
"Jangan ajak Aldo!"kata Bianca.
"Lho kenapaaa aku nggak boleh ajak diaa,kan dia suamiku?"katanya.
"Eeeeeeee....akkku ingin kita bertemu berdua sajaa yaa .Kalau ada Aldo kan aku ngerasa canggung ajaa"kata bianca.
__ADS_1
"Oh gituuu,coba nanti dehhh bisa apa enggak aku nya.Nanti bisa atau enggaknya aku kabarin lagi"katanya
"Oke kabarin ya sis"kata Bianca.
"Iya,udah dulu ya Bye"katanya.
Aldo pun tertawa cekikikan begitu mematikan telepon dari Bianca.*Gampang banget percaya kalau itu suara istriku,dasar bodoh.A**ku akan lakukan apapun untuk melindungi istriku dan akan menggagalkan semua rencana licikmu padanya*gumam Aldo.
Uli yang baru saja keluar kamar mandi nampak bingung dengan kelakuan suaminya itu.Ia kemudian menghampirinya dan memegang jidat suaminya itu.
"Kamu kenapa cekikikan,sakit kah?"tanya Uli.
"Enggakkkk"kata Aldo
"Hemmm,udahhh telepon mama nya?"tanya Uli.
"Nggak jadi,nggak diangkat"kata Aldo.
"Ohhh gitu"kata Uli.
Sementara laki-laki yang menjadi suruhan Bianca tampak bimbang.Ia menimang-nimang cek yang telah ia terima dari Bianca.Hatinya raguu untuk melakukan hal yang telah diperintahkan oleh Bianca.Ia tidak mau menyakiti siapapun tapi dia pun bimbang karena disisi lain ia sangat butuh uang itu untuk pengobatan putrinya.Lama ia memandang foto Uli di tangannya.Ia nampak anggun di foto itu membuat laki-laki itu menjadi sangat tak tega untuk menyakitinya.Pikirannya melamun hingga tanpa sadar ia hampir tertabrak sebuah mobil.Dia pun reflek kaget dan terjatuh terjerembab di pinggir jalan.Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya keluar dari mobil itu disusul laki-laki paruh baya yang ternyata adalah orang tua Aldo.
"Ya Alloh masssss nggak papa?ada yang luka enggak,kita ke rumah sakit sekarang ya?"kata bu Martha.
"Saya enggak papa bu,nggak ada yang lukaaa ,saya cuma kaget saja bu"kata nya seraya bangkit berdiri.
"Yakin nggak papa,kami minta maaf ya mas?"kata pak Herman.
"Iya pak tidak apa-apa.Saya yang harusnya minta maaf pak,bu sebab saya tidak lihat-lihat saat menyeberang.Saya sedang tidak fokus"katanya sambil kemudian memungut foto dan cek yang tercecer di jalan.Namun kemudian bu Martha yang lebih dulu memungut foto tersebut.
"Ini kan foto Uli,menantukuuu"kata Bu Martha.
"Papaaaaa ini benar-benar foto menantu kitaaaaa."kata bu Martha seraya memperlihatkan foto itu pada suaminya.Pak Herman pun tak kalah kagetnya.
"Heh kamuuu kenapaaa kamu punya foto menantu saya.Dari mana kamu mendapatkanya.Kamu pasti berniat jahat ya pada menantuku.JAWABBB!!!!"teriak bu Martha.
"Eeeee....sssa....ayyyaaa"kata pemuda itu gelagapan.Ia tak menyangka orang yng hampir menabraknya adalah mertua orang yang ingin dia celakai.Tubuhnya gemetar.
"Kalau ngomong tuh yang jelassss,!!!kamu mau mencelakai menantuku ya?"tanya pak Herman penuh selidik.
"Bbbuuukan begitu pak ,buu saya bisa jelaskan"katanya.
"Baikk silahkan jelaskan sedetil-detilnya"kata pak Herman.
"Nggak bisa gitu donk pahhh,kita bawa aja dia ke kantor polisiii sekarang "kata bu Martha.
"Sabar maaah kita dengarkan penjelasan dia terlebih dahulu"kata pak Herman menenangkan istrinya.
"Saaaaa...yaaaa ttiiidakkk kke....nalll sama waanita di foto ini"kata pemuda itu.
"Bohongggg!!!lalu darimana kamu mendapatkan foto ini dan akan kau apakan menantuku lewat foto ini.Kamu mau nyantet diaaa!!!"kata bu Martha tidak sabar.
"Bbu...kannn begituuu buu.Tttadinya saya disuruh seseorang untuk mencelakai wanita difoto ini dengan imbalan yang besar.Karena saat ini saya butuh uang untuk pengobatan putriku akhirnya aku terima tawaran ini.Tapi jauh di lubuk hatiku yang paling dalam aku tidak tega untuk mencelakainya.Aku melihat dia gadis yang baik."kata pemuda itu.
"Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?"tanya bu Martha.
"Seorang wanitaaa namanya Bianca,bu.Dia yang menyuruh saya untuk mencelakai menantu ibu.Saya mohon bu,pak maafkan saya.Saya tidak tahu apa-apa dan saya hanya disuruh untuk mencelakai menantu ibu.Maafkan saya,jangan bawa saya ke polisi bu,pak.Saya masih punya seorang putri yang terbaring sakit di rumah sakit."kata pemuda itu.
"Sakit apa putrimu?"tanya pak Herman.
"Dia terkena kanker otak stadium awal bu,pak"katanya.
__ADS_1
"Kita ke rumah sakit sekarang"kata pak Herman.
"Untuk apa pak?"tanya pemuda itu yang tampak ketakutan.
"Untuk mengecek kamu berbohong atau tidak"kata pak Herman.
Mereka bertiga pun akhirnya menuju rumah sakit dan tak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang perawatan.Disana terbaring seorang gadis kecil dengan selang infus terpasang di tangannya.Wajahnya nampak pucat namun begitu melihat kedatangan ayahnya,gadis kecil itu tersenyum.
"Ayahhh"katanya.
"Iya sayang"jawabnya .
"Kapan kita pulang ayahh,aku capek disini terus.Ayah sudah dapat uangnya kan untuk mengeluarkan aku dari sini.Aku capek yah,aku ingin main dengan teman-temanku.Aku bosan disini"katanya.
"Iya sayang,ayah akan mengeluarkanmu dari sini,tapi tidak sekarang ya sayang,ayah belum dapat uangnya"katanya.
Gadis itu terdiam dan kemudian memeluk ayahnya.
"Apapun yang terjadi aku tidak mau pisah dari ayah"katanya.
Bu Martha dan pak Herman pun terharu melihatnya.Mereka pun kemudian menghubungi dokter yang merawatnya dan bertanya kondisinya.
"Apa yang terjadi dengan gadis kecil itu dok"tanya bu Martha.
"Gadis itu menderita kanker otak stadium 1.Untungnya sel kanker itu belum menyebar ke bagian vital di otak sehingga kita bisa sedikit mencegahnya dengan operasi.Namun karena kendala peralatan rumah sakit ini yang terbatas,kami menyarankan kepada ayahnya untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap,namun ayahnya belum bersedia karena ketiadaan biaya jadi kami tidak bisa berbuat banyak"kata dokter.
"Dimana ibu gadis ini?"tanya pak Herman.
"Menurut data dari ayahnya,ibu gadis ini sudah meninggal"kata dokter.
"Dokterr,lakukan yang terbaik untuk gadis.Kalau perlu untuk rujuk,pilih rumah sakit yang punya fasilitas terlengkap dan dokter yang paling hebat.Saya akan membayar semuanya."kata pk Herman.
"Baik pak kami akan lakukan yng terbaik."kata dokter.
Pak Herman segera mengurus admisistrasi nya sampai selesai dan kemudian bergegas pergi dari rumah sakit tanpa memberitahui ayah gadis itu.Sementara suster kemudian masuk dan melakukan prosedur pemindahan pasien untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit besar.
"Suster,apa yang akan kamu lakukan,mau kamu apakn anak saya?"tanya pemuda itu.
"Kami akan merujuk putri bapak ke rumah sakit yang fasilitasnya paling lengkap"kata suster.
"Tapi saya tidak punya cukup uang untuk merujuk putriku"katanya.
"Bapak tidak usah khawatir,semua biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh pasangan suami istri yang tadi datang bersama bapak,Jadi bagaimana,bisa pasien bisa kita rujuk ya pak"tanya suster yang kemudian diiringi dengan anggukan dari ayah gadis kecil itu
Ia kemudian menangis,tangisan penyesalan sebab ternyata dia begitu bodoh untuk menerima sebuah pekerjaan kotor demi untuk membiayai putrinya.Bahkan sekarang mertua dari wanita itu mau dan sudi untuk membiayai pengobatan putrinya tanpa syarat apapun.Ia begitu menyesal dan akhirnya ia robek cek yang ia terima dari Bianca dan kemudian bergegas mengurus kepindahan putrinya itu.Namun terlebih dahulu ia memberi kabar pada Bianca.
Sementara Bianca yang tengah mondar mandir di rumahnya nampak cukup terkejut menerima pesan singkat dari orang suruhannya.
*Bosss,saya mohon maaf,saya tidak bisa melakukan pa yang bos suruh.Saya harus mengurus kepindahan putri saya.Ada orang baik yang mau dan sudi membantu saya tanpa syarat apapun.Bos tidak usah khawatir,cek yang sudah saya terima dari bos sudah saya robek-robek.Sekali lagi saya mohon maaf bos*katanya.
"Aaaaegghhhhhhrrrgghh kurang ajar berani-beraninya dia main-main denganku.Dia pikir dia siapa mempermainkan kepercayaanku!?"teriaknya.
Dia pun kemudian merencanakan rencana yang lain.Dia yakin kali ini rencananya akan berhasil.
**Guyssss kira-kira apasih rencana Bianca kali ini,?apakah rencananya kali ini akan berhasil?apakah kali ini Aldo tidak akan tinggal diam?Bagaimana nasib Uli selanjutnya.
Tunggu kisah selanjutnya,dan maafkan author sebab hanya up 1bab/hari disebabkan kesibukan dan susah sinyal.Kalaupun sinyal bagus itu hanya pada dini hari,dan itu waktunya author untuk istirahat.
Terimakasih bagi kalian yang masih sempatkan waktu untuk membaca ceritaku yang garing ini.Aku tunggu kritik dan sarannya yaaaaa.Dan tak lupa like,komen and votenya.
Terimakasih**
__ADS_1