
Hari berganti pagi,matahari pun sudah menampakkan sinar hangatnya saat Uli dan Aldo tengah jalan-jalan pagi bersama jagoan kecil mereka,Alvar.Mereka berjalan-jalan di sekitar rumah dinas saja karena sebentar lagi Aldo akan bertugas menjaga keamanan sekitar rumah dinas bergantian dengan rekan-rekannya yang terlebih dahulu berjaga di malam hari.Merekapun ngobrol banyak hal termasuk keinginan Aldo agar Uli hamil kembali.Tampak raut wajah Uli masam yang tidak setuju dengan keinginan Aldo.
Bukan tak ingin menambah momongan kembali,tapi rasanya masih terlalu dini untuk membicarakan tentang program hamil sementara usia Alvar masih terlalu kecil.Uli tidak mau Alvar kekurangan kasih sayang darinya.Ia berpikir jika ia hamil kembali secara otomatis perhatiannya terbagi 2,untuk Alvar dan untuk calon adiknya,belum lagi kalau ia mengalami morning sickness dan belum lagi ia harus menjalankan tugasnya sebagai istri prajurit dengan seabreg kegiatan yang menguras tenaga.Membayangkan hal itu saja sudah membuat kepala Uli sedikit pusing.
"Ayolah bund kita program lagi,kita kasih adik untuk Alvar,pasti dia akan senang punya adik"kata Aldo mencoba merayu Uli.
"Ayaaaaaaahhhh,berapa kali aku harus bilang kalau aku belum mau program hamil.Aku masih ingin fokus mengurus Alvar dan lagipula usia Alvar masih cukup kecil untuk kita kasih dia adik dan anak sekecil dia belum bisa mengerti.Itu sih maunya ayah ajaaa kayaknya.Tak usahlah pakai alasan Alvar senang lagi punya adik.Akuuu tidak akan terpengaruh dan akuu akan tetap pada pendirianku.Aku akan hamil lagi nanti ketika Alvar sudah cukup mengerti"kata Uli.
Aldo terdiam mendengar penjelasan Uli.Jauh di lubuk hati yang paling dalam,ia ingin sekali menambah momongan,namun Uli dengan argumennya sendiri menolak keinginan Aldo.
"Aku tidak bisa membayangkan bila aku hamil sekarang,belum lagi kalau morning sickness dan aku harus menghadiri berbagai macam kegiatan yang menguras tenaga dan belum lagi kalau Alvar rewel dan kamu ditugaskan di tempat yang jauh tidak bisa mendampingiku.Membayangkan hal itu saja sudah membuat kepala aku pusing yahhhh.Aku mohonn pengertianmu.Bukan aku tidak ingin hamil kembali namun aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk kita program kembali."kata Uli memohon pada suaminya.
Aldo mendengarkan penjelasan Uli dan ia berusaha untuk menerima pendapat Uli.Ia harus sedikit mengalah karena Uli pun punya alasan yang cukup masuk akal.Ia pun segera merangkul pundak Uli dan meminta maaf padanya.
"Maafkan ayah ya bund,ayah terlalu memaksa bunda untuk menuruti keinginan ayah.Ayah hanya ingin keluarga kita tambah ramai dengan hadirnya anak kedua,tidak seperti ayah yang tidak punya kakak ataupun adik,hampa rasanya tidak ada teman bercanda dan berkeluhkesah.Ayah tidak mau Alvar hanya menjadi anak satu-satunya kita.Maafkan ayah ya bund."kata Aldo.
"Hem"jawab Uli singkat dan tampak ogah-ogahan.
"Ngambek nih ceritanya bund"kata Aldo.
"Entahlah,aku ingin kembali ke rumah.Ayah silakan saja kalau masih ingin jalan-jalan dengan Alvar tapi aku ingin pulang."kata Uli.
"Ya sudah kita pulang saja"kata Aldo.
Mereka pun kembali ke rumah tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka sepanjang perjalanan dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka.Sesampainya di rumah,Aldo kemudian memandikan Alvar dan mendandaninya lalu menyerahkan pada Uli untuk disusui.Tak lama kemudian Alvar pun tertidur.Selesai menyusui Alvar,Uli bergegas beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan untuk suaminya tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.Sepertinya dia begitu ngambek dengan suaminya.
Sarapan pun sudah siap di atas meja.Uli pun ogah-ogahan memanggil suaminya itu untuk sarapan.
__ADS_1
"Mas,makan"kata Uli singkat dan kemudian hendak berlalu keluar kamar namun dengan sigap tangan Aldo memegang tangan Uli kemudian menariknya ke pelukannya.Uli pun tersentak kaget sambil tangannya berpegangan pada kerah baju suaminya itu.Cukup lama mereka saling pandang.Aldo pun kemudiam berbisik pada Uli.
"Bunda masih marah ya sama ayah?"tanya Aldo.Uli hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Bohong,buktinya bunda ogah-ogahan memanggil ayah tadi."kata Aldo.
"Lepaskan aku mas,aku mau keluar kamar"kata Uli.
"Tidak akan aku lepaskan kalau bunda masih marah sama ayah"kata Aldo.
"Aku tidak marah padamu jadi tolong lepaskan"pinta Uli.
"Kalau aku tidak mau lepaskan bagaimana?"tanya Aldo.
"Akuu akan menggigit tanganmu"kata Uli.
"Aku bisa lepasss,hahaha"kata Uli sambil tertawa.
"Awas ya bund,akan aku tangkap kamu kembali"kata Aldo yang mengejar Uli dan akhirnya Aldo pun bisa menangkap Uli kembali.Uli yang nampak ngos-ngosan pun pasrah di pelukan Aldo.
"Udah ah ngejarnya,aku capek"kata Uli.
"Lagian bunda pakai acara lari-larian segala,hem"kata Aldo.
"Habisnya kamu meluknya kencang banget,aku kan nggak bisa napas"kata Uli.
"Maaf ya bund abisnya ayah gemesss sih sama bunda"kata Aldo.
__ADS_1
"Iya aku tahu aku cantik dan menggemaskan,"kata Uli.
"Sekarang udah nggak marah lagi sama ayah?tanya Aldo sambil merangkul pundak Uli .
"Emang tadi aku marah?"tanya Uli.
"Yaaa nggak tahuuu.Tapi tadi bunda seperti ngambek gara-gara ayah ingin program hamil kan"kata Aldo.
"Ehm nggak tauuu,udah ah cepat sarapan lalu pergi menjalankan tugas,sebentar lagi pergantian shift lho"kata Uli.
"Ngusir nih ceritanya"kata Aldo.
"Tau ah udah yuk makan,aku sudah lapar"kata Uli.
"Iyaaa ibunda ratuuku,ayo kita segera sarapan"kata Aldo.Mereka pun akhirnya sarapan sebelum akhirnya Aldo ijin pamit pada Uli untuk bertugas.
Sementara itu sepasang mata tadi berusaha mengingat-ingat orang yang dilihatnya tadi.Dia tampak bingung dan terlihat mondar mandir di rumahnya.
"Itu bukannya Aldo kannn yang tadi kulihat di taman rumah dinas militer?aku melihatnya dengan jelas.Yaaa itu seperti Aldo.Dia sudah berbeda sekarang.Dia tampan,gagah perkasa dan semakin macho.Dan satu hal lagi dia sudah menjadi ayah satu anak.Ahhhh berbeda sekali dengan Aldo yang dahulu.Lalu sedang apa dia dikota ini?Apakah ia sudah menjadi tentara seperti cita-citanya dahulu dan sekarang ditempattugaskan di sini."katanya.
"Ahh kalau memang benar dia ditempatkan disini,ini jadi kesempatan yang bagus untukku merebut kembali hatinya.Yaaaa aku harus lakukan itu,Aku tidak peduli dengan Uli."kata wanita itu sambil tersenyum licik.
H**ello guys,udah dulu ya ceritanya.Buat yang penasaran dengan sosok wanita misterius tadi,tunggu kisah selanjutnya ya.Apakah dia mantan pacar Aldo,ataukah hanya seorang wanita yang cintanya pada Aldo bertepuk sebelah tangan?Lalu bagaimana nasib Uli.?
Semoga kalian semua tidak bosan ya dengan ceritaku.Mohon untuk sampaikan kritik dan saran serta tak lupa untuk like,komen and vote.
Terimakasih**.
__ADS_1