Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 81


__ADS_3

Hari ini bu Martha dan pak Herman memutuskan untuk menjenguk Aldo.Sudah lama juga ia tak menjenguknya karena peraturan.Para orang tua hanya diperbolehkan menjenguk 2 kali dalam setahun.Bu Martha tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk melepas kangen dengan putra tunggalnya itu.Perjalanan menuju tempat pendidikan Aldo memakan waktu hampir 5 jam perjalanan dengan pesawat.


Singkat cerita mereka pun sudah berada di hotel dekat dengan tempat pendidikan Aldo.Mereka akan bertemu saat jam istirahat.Itu artinya masih ada waktu sekitar dua jam lagi dan itu dimanfaatkan pak Herman untuk sekedar berjalan-jalan dengan bu Martha.


Dua jam kemudian mereka menemui Aldo.Aldo pun langsung mencium tangan ayah dan ibunya lalu memeluk mereka.Selanjutnya mereka pun mengobrol santai.


"Ayah dan ibu sehat kan?"tanya Aldo.


"Ayah sih sehat tapi ibu tuh nangis terus gara-gara kmu tinggal"kata pak Herman.


"Ih nggak yaaa paaa,mama ngga selebay itu"kata bu Martha.


"Oh ya bagaimana kabar Uli ma,pa,aku sudah hampir seminggu lebih tidak berkomunikasi dengannya.Terakhir kami berkomunikasi dia menyuruhku untuk jangan dulu menghubunginya.Aku pikir mungkin dia sedang sibuk dengan tugasnya.Apakah dia baik-baik saja ma,pa?"tanya Aldo.


Bu Martha pun terdiam.Apakah ia harus menceritakan hal itu pada Aldo sekarang?.Tapi ia tak tega.


"Ma,paa kok diam sihh,kalian sering berkomunikasi dengan Uli kann?apakah ia baik-baik saja?"tanya Aldo sekali lagi.

__ADS_1


"Nakk,Uli baik-baik saja hanya saja mulai sekarang kamu harus perlahan melupakannya karena neneknya akan menjodohkan dia dengan orang lain.Mama tau ini pasti berat buatmu tapi mama percaya kamu akan kuat menjalani semua ini.Lupakan dia sebagai kenangan manis karena dialah yang membuatmu berubah menjadi lebih baik sekarang."kata bu Matha.


Aldo terdiam,mimpinya waktu itu rupanya menjadi kenyataan.Uli yang ia impikan akan menjadi miliknya kelak ternyata Tuhan tak mengizinkannya.Namun ia paham itulah konsekuensi yang harus ia jalani.Ia ingat nenek Uli pernah bilang padanya kalau beliau hanya memberinya waktu dua bulan untuk segera menikahi Uli dan ternyata ia tak sanggup memenuhi janjinya dan sekarang ia harus siap menerima kabar ULi menikahi orang lain.


"Ma,pa nggak papa kok,Aldo ikhlas atas semua ini.Sekuat apapun Aldo ingin memiliki Uli kalau Tuhan tidak mengizinkan,Aldo bisa apa.Aldo hanya bisa pasrah.Doakan Aldo agar selalu kuat menerima semua ini"kata Aldo menggengam erat tangan ayah dan ibunya.


"Iya nak papa percaya kamu itu kuat"kata pak Herman.


Di tempat lain Uli beserta nenek,paman dan bibinya sedang membicarakan rencana pernikahan Uli.Uli nantinya akan menikah dengan cucu teman neneknya.Namun ternyata saat itu juga ia akan menentang keinginan neneknya.Ia siap dengan segala resikonya karena ia ingin yang terbaik untuk masa depannya.


"Sebelumnya Uli mohon maaf yang sebesar-besarnya tapi setelah Uli pikir-pikir Uli tidak bisa melanjutkan pernikahan ini.Uli tidak siap dan Uli tidak mencintainya.Uli tidak mau seperti ayah dan ibu dulu.Uli ingin bahagia dengan pilihan Uli sendiri.Kuharap nenek mengerti.Nenek boleh menghukum Uli apapun itu.Uli akan siap menjalaninya atas kesalahan Uli mengingkari janji."kata Uli.


"Apa maksud kamu!kamu mau membuat malu nenek!"kata nenek.


"Nek,dari awal perkenalan ini aku tidak ada perasaan apapun dengannya dan aku tidak mau memaksa perasaanku.Aku tidak bisa menjalani semua ini.Maafkan Uli"kata Uli.


"Dasar cucu durhaka,keluar kamu dari rumah ini!Nenek tidak sudi punya cucu pembangkang sepertimu.Pergiii dan cari kebahagiaan yang kamu idam-idamkan itu.Nenek yakin kamu tidak akan sanggup bertahan!"kata Nenek.

__ADS_1


"Buuu,jangan seperti itu.Kita bisa bicarakan baik-baik"kata bu Sofi.


"Kalian juga sama saja pasti sudah bersekongkol dengan Uli.Keputusanku sudah bulat,Uli harus keluar dari rumah ini dan nenek pastikan Uli tidak akan mendapat sepeserpun harta warisan nenek."kata nenek.


"Baik nek Uli akan pergi kalau itu konsekuensi yang harus Uli terima.Maafkan Uli yang selama ini selalu menyusahkan nenek.Uli pamit assalamualaikum"kata Uli yang kemudian bergegas ke kamar membereskan pakaiannya.Bu Sofi pun mengikutinya.


"Uliiii,bibi yakin kamu pasti bisa menjalani semua ini.Bibi dan paman akan selalu mendukungmu.Untuk sementara tinggallah di rumah kami."kata bu Sofi.


"Terimakasih banyak bi,tapi maaf Uli punya pilihan sendiri.Lagipula Uli kan sudah resign dari sekolah tempat Uli mengajar dan Uli sudah mendapat tempat baru untuk mengajar.Uli akan tinggal di sana.Doakan Uli ya bi."kata Uli.


"Pasti nak,bibi dan paman akan selalu mendoakanmu.Semoga sukses di tempat baru.Uli tak perlu khawatir,bibi dan paman akan selalu menjaga nenek dan ada untuk nenek.Kejar terus masa depanmu ya nak.Bibi akan selalu berdoa semoga suatu saat kamu dan Aldo berjodoh". kata bu Sofi.


"Iya bi terimakasih"kata Uli yang kemudian memeluk Bu Sofi.


Guys udah dulu ya ceritanya.Author mohon maaf jikalau ceritanya muter-muter karena memang author menceritakannya step by step.Dan author mohon dengan sangat untuk bijaklah berkomentar.Jangan menggunakan kata-kata kasar.Jikalau tidak suka dengan ceritaku,abaikan saja atau skip saja.Author tidak memaksa para pembaca untuk suka dengan apa yg aku tulis.Kritik dan saran masih tetap author tunggu.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2