
Pagi yang cerah secerah hati Aldo karena saat ini ia akan selalu melihat sosok bidadari yang membuat hatinya rasanya tak karuan. Bidadari yang mampu membuat seorang Marthin Rivaldo seketika terpana. Yaaa bidadari itu adalah Maulida Nuranisa. Aldo senang karena kali ini ia tak hanya berjumpa Uli di jalan atau hanya sekedar bertemu sebentar namun ia senang karena berjumpa setiap hari di sekolah yang sama, bahkan jika boleh pun hari minggu atau tanggal merahpun mungkin Aldo akan tetap masuk sekolah, hahaha segitunya kah???.
Dia berdiri di depan cermin sambil memantaskan diri. Aku udah cakep belum ya hari iniii, ah sepertinya dasiku kurang pas,katanya depan cermin.Ia tak menyadari keberadaan ibunya yang berdiri di pintu yang tak tertutup itu.
"Udah kali bercerminnya, anak mama udah ganteng kok"kata Aldo.
"Eh mama"kata Aldo.
"Udah rapi banget iniiiiii,roman-romannya ada sesuatuuu ya yang membuatmu bersemangat pergi ke sekolah?Mama liat kamu tuh semangat bnget padahal tadi malam kamu pulang larut lho dari bengkel eh sekarang dah mau berangkat ke sekolah aja,kamu juga harus jaga kesehatan lhooo"kata mama.
"Iya maa"kata Aldo.
"Maafin mama ya nak, gara-gara mama kamu harus mikirin nyari nafkahhh, kamu harus kerja kerass menghidupi kita disaat teman-teman seusiamu lebih memilih hangout bersama teman-temannya, kamu malah kerja nakk.Maafin mama ya yang sudah membuat masa mudamu tak bahagia "kata mama.
"Mama ngga boleh ngomong kaya gitu. Aldo kan anak laki-laki wajib hukumnya mencari nafkah.Anggap saja Aldo saat ini sedang belajar mencari nafkah untuk nanti calon istri Aldo"kata Aldo.
"Ya dehhh"kata Mama.
"Ya sudah Aldo berangkat sekolah dulu ya ma, assalamualaikum "katanya sambil mengecup pipi mamanya.
"Waalaikumsalam"kata mama.
__ADS_1
Aldo bergegas naik angkot menuju sekolahnya dan ternyata di dalam angkot itu ada Uli juga. Pucuk dicinta ulam pun tiba seperti kata pepatah. Aldo senang bukan kepalang melihat ULi ada di angkot yang sama.Ia pun salting dibuatnya.
"Ehhh ada bu guru cantikkk disini"kata Aldo.
Uli hanya tersenyum.Senyum yang sangat manis yang membuat jantung Aldo berdegup kencang dan membuat Aldo serasa ingin terbang ke langit ke tujuh. Wkkkkk lebay ah gueee.
"Kamu bisa saja lhooo, "kata Uli.
Angkot terus berjalan dan tak terasa sampai lah ia di sekolah. Ahhh kenapa cepat sekali sampai sihhh*gerutu Aldo.
"Kamu ngomong apa Do?"tanya Uli.
"Ahhh enggak ngomong apa-apa kok buu"kata Aldo.
"Silakannnn turunn bu guru cantikkk"kata Aldo.
"Terimakasih "kata Uli.
Mereka berjalan beriringin menuju sekolah dan tanpa mereka sadari banyak pasang mata melihat ke arah mereka. Yaaa mereka menjadi pusat perhatian di sekolah.
"Aldo ke kelas dulu ya bu"kata Aldo.
__ADS_1
"Silakan"kata Uli.
Mereka pun berpisah dan menuju ruang masing-masing. Saat Aldo masuk ke kelas, ia berjumpa Eko.
"Pagi Ekoooo assalamualaikum "kata Aldo.
"Gilaaaaaa, kereeeennnnnnn lu bisa sedeket itu ama bu Uliiii, sumpahhhh gokillllll"kata Eko.
"Dimana-mana kalau orang salam itu dijawab Ekoooooooo"kataa Aldo.
"Eh iyaaaa waaalaiakumsalammm Aldooooo,, sumpahhhh gue salut ama luuuuuu bisa sedeket itu ama bu Uli.. Lu siap-siap aja saingan ama pak Budii"kata Eko.
"Pak Budi yang guru olahraga ituuu? "tanya Aldo.
"Iya lahhhh siapa lagiiiii,, siap-siap aja lu saingan ama diaa. Satu sekolah juga tahu kalau pak Budi itu suka sama bu Uli malah pernah ngungkapin perasaannya di sekolah ini cuma bu Uli menolaknya"kata Eko.
"Ohhhhhhhhhhh"kata Aldo.
Nah lhooo dapat saingan lagi nih Aldo.Akankah Aldo bisa mendapatkan hati bu Uli ataukah malah bu Uli menganggapnya hnya sebatas temannn????
Tunggu kisah selanjutnya dan jangan lupa like, komen and vote.
__ADS_1
terimakasih