
Pagi yang cerah di SMA Pelita Bangsa.
Aldo datang ke sekolah itu namun kedatangannya kali ini tidak untuk belajar, melainkan ia mendapat panggilan dari guru BK.
Pukul 07.00 ia sampai di sekolah itu.Kedatangannya kali ini diiringi tatapan sinis teman-temannya. Tak satupun teman-temannya yang menyapa dirinya seperti biasa begitu juga dengan Erick, Nicko dan Vazo. Mereka bergegas pergi begitu melihat Aldo datang. Aldo pun sadar dan bersikap cuek akan hal itu.
Aldo bergegas menuju ruang guru dan akhirnya disuruh menuju ruang BK. Disana ia bertemu dengan ayahnya dan juga guru BK.
"Nak Aldo, duduk "kata guru BK itu.
Aldo pun duduk di depan ayahnya. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut ayahnya pun juga dengan Aldo. Rasanya ia tak sudi berlama-lama duduk depan ayahnya.
"Begini Aldo, sekolah ini sudah melakukan rapat dan akhirnya diputuskan kamu akan tetap diperbolehkan sekolah disini asalkan kamu masih tinggal dengan pak Herman,jikalau kamu tetap memilih tinggal dengan ibumu maka kamu tidak boleh lagi bersekolah disini dan sekolah memutuskan untuk mengeluarkan kamu secara tidak hormat."kata guru BK itu.
"Kalau begitu keinginan kalian, akuu memilih untuk keluar dari sekolah ini. Aku sudah bertekad untuk terus bersama ibuku apapun yang terjadi. Kalau itu konsekuensi yang harus aku terima atas pilihanku, aku bisa apa selain menurutinya. Kalau kalian menginginkan aku tak bersekolah lagi disini akan aku lakukan. Aku akan keluar dari sini"kata Aldo.
__ADS_1
"Nak Aldo tolong pikirkan lagi keputusanmu, pikirkan lagi masa depanmu."kata Guru BK itu.
"Aku sudah memikirkan hal itu pakk, jadi keputusanku sudah bulat,akuu akan keluar dari sekolah ini"kata Aldo.
"Baiklah kalau itu sudah keputusanmu, sekarang silakan tanda tangan di kertas ini yang menyatakan kamu di drop out dari sekolah ini karena kamu banyak melakukan pelanggaran"kata guru itu.
"Baikk"kata Aldo seraya menandatangani surat itu.
"Baik, mulai sekarang kamu bukan lagi siswa di SMA Pelita Bangsa. Sekarang kamu segera ke bagian administrasi untuk mengurus berkas-berkas yang kamu butuhkan untuk pindah sekolah"kata guru itu.
"Terimakasih pak, Maaf juga selama Aldo sekolah disini, Aldo banyak menyusahkan bapak.Aldo permisi dulu"kata Aldo sambil berlalu pergi tanpa memperdulikan ayahnya.
Setelah Aldo menyelesaikan administrasi sekolah, ia bergegas pergi mencari sekolah lain yang masih mau menerimanya.
Singkat cerita ia sudah di terima di sekolah lain yakni di SMA Bunda Kasih. Dan setelah ia menyelesaikan administrasi,ia diperbolehkan bersekolah esok hari. Ia pun bergegas pulang karena ia harus kerja di bengkel milik paman Uli.
__ADS_1
Pukul 14.00ia sudah mulai bekerja di bengkel itu.Cukup cekatan ia bekerja karena ia paham mesin mobil. Saat ia bekerja, ia tak sadar sedang diperhatikan oleh paman dan bibi Uli.
"Siapa itu pak, karyawan baru?"tanya bibi Uli.
"Iya, Uli yang merekomendasikan,dia bilang pemuda ini butuh pekerjaan karena diusir oleh ayahnya karena memilih tinggal dengan ibunya. Sepertinya mereka ada masalah keluarga "kata paman Uli.
"Kasian sekali ya pak. Diumur yang masih sangat muda ini ia harus menghadapi nasib seperti itu,dia masih sekolah ya pak"kata bibi Uli.
"Iya, kelas 12 kalau tidak salah"kata paman.
"Kalau dia cekatan dan telaten serta rajin seperti ini, ibu yakin dia bisa jadi pengusaha sukses.Kalau dia sudah jadi pengusaha sukses, kita jodohkan dia dengan Uli saja pak, cocok ga tuhhh"kata bibi.
"Husst kamu ini ada-ada sajaa, belum tentu juga Uli mau"kata paman.
"Ye kan siapa tau pak, berharap kan perluu. Entah itu jodoh atau belum kan rahasia Tuhan tapi aku lihat Uli dan dia sudah cukup akrab kan"kata bibi.
__ADS_1
"Iya juga sih, tapi sudahlah biarkan Uli memilih nanti mau menikah dengan siapa"kata paman..
Nah kannn, makin seru ceritanya, tunggu bab selanjutnya ya,, jangan lupa like, komen, and vote. Terimakasih bagi yang sudah berkenan baca ceritaku.