Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 79


__ADS_3

Kondisi nenek berangsur membaik dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.Sementara paman dan bibi pun sudah pulang dari luar kota dan langsung bergegas menuju rumah sakit untuk kemudian membantu ULi mempersiapkan kepulangan nenek.Tak lupa pak Herman dan bu Martha juga ikut mempersiapkan semuanya,termasuk mobil.Selepas mengantar neneknya sampai rumah,Uli pun langsung bersiap pergi mengajar dan diantar oleh ayah dan ibu Aldo.


"Uli yakinn mau berangkat mengajar?apa tidak sebaiknya cuti saja dulu.Kamu kelihatannya lelah sekalii,wajahmu pucat."kata bu Martha.


"Enggak tante,,Uli baik-baik saja kok lagian Uli kan harus tetap mengajar karena itu sudah menjadi tugas Uli.Dan juga kalau Uli tetap di rumah yang ada malah kepala Uli pusing"kata Uli tanpa sadar keceplosan.


"Lho kok bisaaa,ada apa sayanggg,kenapaa?cerita sama tante.Kamu lagi ada masalah apaa sayang?.kata bu Martha.


"Ehh anu nggak ada apa-apa kok tan,Uli baik-baik saja"kata Uli.


"Nggak ,kamu pasti lagi ada masalahhh"kata bu Martha.


"Sudah lah maaa,kalau Uli nya baik-baik saja kenapa mama yang repot.Uli kan juga punya privasi ,kalau Uli nya punya masalah dan belum mau cerita ke kita ya biarkan sajaa.Mungkin dia menunggu waktu yang tepat,ya tidak Ul"kata pak Herman.


"Ehhh iiyaaa om"kata Uli.


"Hem iya dehhh,maafin tante yaa udah maksa-maksa kamu tadi,habisnya tante khawatir tauu"kata Bu Martha.


"Terimakasih tante udah mengkhawatirkan Uli,,oh iya ngomong-ngomong kita udah sampai om,tante.Terimakasih sudah mengantar Uli."kata Uli.


"Sama-sama Ul."kata pak Herman.


"Uli pamit ya om tante assalamualaikum"kata Uli seraya mencium tangan orang tua Aldo.


"Waalaikumsalam"kata bu Martha.

__ADS_1


Mobil pun kembali melaju meninggalkan gedung sekolah tempat Uli mengajar.Di tengah perjalanan bu Martha kembali membahas masalah Uli.


"Pahhhh tadi mama yakin banget Uli tuh lagi ada masalah besar atau mungkin dia sakit,buktinya wajahnya pucat,lesu dan tadi juga mama lihat dia seperti melamun"kata bu Martha.


"Perasaan mama aja kaliii,papa mah lihatnya Uli ya biasa saja,seperti sedang tidak sakit ataupun sedang tidak ada masalah"kata pak Herman.


"Ihhh papa mahhh jadi orang ngga pekaa deh,mama tuh yakin banget paaa,apa begini saja,kita coba tanya sama Pak Amir dan Bu Sofi,mungkin saja mereka tahu masalah apa yang tengah dihadapi Uli."kata bu Martha.


"Jangan bertindak terlalu jauh maa,takutnya mereka tidak nyaman karena kita terlalu ikut campur.Mungkin mereka perlu waktu yang tepat untuk menceritakannya kepada kita,sabar saja"kata Pak Herman.


"Hem iya dehhh,aduhhh papa mama kok jadi lupaaa gini.Mama kan tadi bawa makanan untuk paman dan bibi Uli,kenapa mama lupa ngasih ke merekaaa"kata bu Martha.


"Haduhhh mama ada-ada aja dehhh,terus bagaimana?apa kita balik lagi saja ke rumah Uli mumpung belum terlalu jauh"kata Pak Herman.


"Iya pah ngga papa,maafkan mama ya pah"kata Bu Martha.


"Terimakasih pa"kata bu Martha.


"Sama-sama"kata pak Herman yang kemudian memutar arah untuk kembali menuju rumah Uli.


Sementara itu nenek walaupun belum sepenuhnya sehat tetap bersikeras ingin menjodohkan Uli dengan orang lain.Bahkan paman dan bibi Uli pun tidak bisa menghentikan rencana nenek.


"Buuu tolong pikirkan baik-baik keinginan ibu,pikirkan dalam-dalam apakah nantinya baikk untuk Uli. Toh kedepannya kan Uli juga yang akan menjalani rumah tangga itu.Jangan sampai Uli menikah dengan orang yang tidak ia cintai.Dan jangan sampai juga Uli mengalami nasib yang sama seperti rumah tangga ayah dan ibu nya karena keegoisan ibu.Dulu ibu menjodohkan orang tua Uli walaupun ibu tahu mereka tidak saling mencintai dan akhirnya apa yang terjadi?Mereka bercerai bu disaat Uli masih kecil dan belum paham apa yang sebenarnya terjadi.Sekarang ibu ingin melakukan hal yang sama juga kepada Uli,dimana hati nurani ibu"kata pak Amir.


"Kamu tahu apa soal cinta hah!!!!kamu tahu apa tentang hati nurani hah!!ibu lakukan ini karena menurut ibu inilah yang terbaik untuk Uli.Lagipula ibu ingin segera punya cicit .Ibu yakin Uli akan bahagia dengan pria pilihan ibu daripada waktunya terbuang sia-sia hanya untuk menunggui Aldo.Aldo itu tidak serius dengan Uli dan hanya membuang-buang waktu Uli saja"kata nenek.

__ADS_1


"Pokoknya kalau sampai ibu menjodohkan Uli dengan orang lain,aku orang pertama yang akan menentang keras hal ini dan aku tidak akan pernah memafkan ibu."kata Pak Amir.


"Sudahhhhh pakkkkk jangan bertengkar maluuuuu sama tetanggaa.Bapak jugaaaaa bagaimana sihhh,ibu baru pulang dari rumah sakitt malah bapak menyulut emosi ibu sihh"kata bu Sofi.


"Nasehatin tuh suami kamuuu,jangan coba-coba melawan orang tuaaa"kata nenek.


"Iya iya buu,ibu tenang yaaaa,sekarang sudah waktunya minum obat.Ibu minum obat dulu ya lalu istirahat"kata bu Sofi yang diiringi anggukan nenek.


Sesaat kemudian nenek pun tertidur,bu Sofi pun lantas menemui suaminya yaang sedang duduk di teras.


"Bapak apa-apaan sih bukannya kita jangan dulu membahas masalah ini.Setidaknya tunggulah sampai nenek sehat betull.Sekarang kaya gini kan jadinya.Ibu tahu maksud bapak itu baik tapi sekarang situasinya yang sedang tidak baik."kata Bu sofi.


"Habis bagaimna lagi bu,bapak nggak rela kalau Uli dijodohkan dengan orang lain.Bapak tidak mau Uli merasakan apa yang orang tuanya rasakan.Dan juga apa yang harus kita katakan pada keluarga Aldo bila nanti mereka tahu hal ini bu"kata pak Amir.


DEGHH!!!!!Tanpa sengaja bu Martha dan pak Herman mendengar percakapan paman dan bibi Uli.Jadi ini masalah yang tengah dihadapi Uli.Ia tak bisa membayangkan beratnya beban Uli.


"Pah kita pulang saja"kata bu Martha setengah berbisik.


"Nggak jadi masuk?"kata pak Herman dan bu Martha menggeleng.


"Situasinya lagi nggak baik"kata bu Martha.


Akhirnya mereka pun tidak jadi ke rumah Uli.


**Udah dulu ya guys lanjutan ceritanya,jangan bosan untuk menunggu ceritaku.Maafkan juga author sering ngilang dan lama up nya dikarenakan kesibukan.Ditunggu saran dan kritiknya ya.

__ADS_1


Terimakasih**


__ADS_2