
Mohon maaf nih yaaaa para pemirsa sekaliannnnn,aku hadir kembali.Karena banyak request yang pada bilang akhir ceritanya yang menggantung jadii aku akan buat beberapa episode lagi yaa.Mohon maaf yaaaa para pemirsaaaahhhhh.
Hari-hari dilalui Uli sendiri di rumah dinas nya.Beruntung ia punya banyak teman di sana sehingga ia tidak merasa kesepian.Ayah ibu mertuanya serta nenek dan bibinya pun rutin menjenguknya.Mereka selalu memantau kesehatan Uli,bergantian menginap berjaga-jaga bila sewaktu-waktu Uli perlu ke dokter sekedar untuk checkup kesehatannya dan kesehatan calon anaknya.Walaupun sedang hamil,Uli masih cukup aktif beraktifitas.
Hari demi hari,bulan demi bulan kehamilannya semakin lama semakin membesar.Aldo pun selalu menelponnya bila ia senggang dan saat sinyalnya sedang bersahabat.Uli pun bahagia karena calon anaknya aktif bergerak dan sehat.Rasanya tak sabar menunggu waktu lahiran tiba.Ia ingin segera melihat wajah anaknya kelak.Kira-kira mirip siapa yaaa nantinyaaa?Hayooooo tebakkkkkk mirip siapaaaaa nihhh pengennyaaa para pembacaaaa sekaliannnnnnn?????
Suatu hari saat Uli hendak beraktifitas,tiba-tiba ia merasakan perutnya mulas.Semakin lama semakin mulas,sepertinya ia akan melahirkan.Bu Martha yang saat itu menginap di rumah Uli pun bergegas membawa Uli ke puskesmas terdekat karena jarak rumah sakit dari rumah dinas nya cukup jauh.Sesampainya di puskesmas,Uli pun langsung mendapat penanganan.Bu Martha pun menemani Uli,beliau tidak mau jauh dari menantunya itu.Beliau ingin memberi support agar menantunya itu kuat menjalani persalinan karena hanya beliaulah orang terdekat Uli saat itu.
Setelah Uli mendapat penanganan lebih lanjut ternyata bayinya pun tak kunjung lahir.Dokter sudah memberikan perangsang agar sang jabang bayi segera lahir,namun apa daya.Uli pun sampai menangis menahan sakit.Bu Martha yang berada di dekat Uli pun hanya bisa menyemangati Uli.Aldo pun tidak bisa dihubungi.Berkali-kali Bu Martha menghubungi anaknya namun tidak kunjung berhasil.Mungkin dia disana tidak ada sinyal.
Setelah menunggu hampir 5 jam tak kunjung ada tanda-tanda bayi itu akan lahir.Akhirnya dokter pun menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit besar dan Bu Martha pun menyetujuinya.Beliau ingin yang terbaik untuk menantu dan calon cucunya.Dokterpun akhirnya sesegera mungkin menyiapkan berkas-berkas rujukan.
Uli yang sudah kehabisan tenaga pun pasrah.Tiba-tiba hndphone nya berbunyi.Aldo menelpon dan bu Martha yang mengangkatnya.
"Hallo buu assalamualaikum,maafkan aku baru sempat menelpon.Bagaimana kabar Uli bu,apakah dia sudah melahirkan"kata Aldo cemas.
"Uli sedang di puskesmas sedang ditangani oleh dokter.Tapi karena bayinya tak kunjung lahir,akhirnya dokter memutuskan untuk merujuk Uli ke rumah sakit besar di kota."kata Bu Martha.
"Bisa aku bicara dengan Uli bu"kata Aldo.Bu Martha pun segera menyerahkan ponsel itu pada Uli .
"Halo masssss"kata Uli sesegukan.
"Halo sayang,maaf kan mas yaaa sayang,Mas ngga disampingmu"kata Aldo.
__ADS_1
"Akuuu nggak kuat masss"kata Uli menangis.
"Kamu pasti bisa sayang,sekarang dekatkan ponsel itu di perutmu.Mungkin saja dengan aku berkomunikasi dengannya,dia akan segera lahir."kata Aldo.Uli pun akhirnya menempelkan ponselnya ke perutnya
"Hallo adek sayang,assalamualaikummmm.Ayah minta maaf ya nakkk,sebab ayah tidak mendampingi bunda.Sebab ayah jauhhh disini,ayah mohon sayang segeralah lahir biar bunda nggak kesakitan."kata Aldo .
Tak disangka-sangka tak lama kemudian Uli merasakan mulas yang terus menerus.
"Maaaa,perut aku sakit banget maa"kata uli. Bu Martha pun akhirnya memanggil dokter.Handphone beliau letakkan begitu saja di meja dekat ranjang,namun beliau tidak mematikan telepon dari Aldo. Dokter pun segera datang memeriksa kondisi Uli dan ternyataaaa pembukaannya sudahh lengkap dan dia akan segera melahirkan.Segera ia memanggil suster untuk membantunya.Dann dengan satu kali mengejan alhamdulilahhh bayi yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir dan bayinya laki-lakiii.Tangisnya melengking menyapa dunia.
"Alhamdulilahhhh nakkkkk bayinya udah lahirrrrrr,selamat ya nakkkkkkk sekarang kamu sudah jadi ibu"kata bu Martha mencium kening menantunya.
"Terimakasih bu"jawab Uli lemas.
"Bu Maulida ini bayinya,selamat ya bu anaknya laki-laki.Tampan dan sehat bu"kata suster sambil menyerahkan bayi itu pada Uli.Uli pun langsung menitikkan air mata.Air mata haruuu bercampur bahagia bercampur sedih.Bahagia karena ia berstatus sebagai ibu sekarang dan sedih karena ia harus berjauhan dengan sang suami di saat seperti ini.
"Hallo sayangggg,,,apakah anak kita sudah lahir?"kata Aldo.
"Sudah mass anak kita laki-lakii,tampan sepertimu.Terimakasih ya mas sudah menguatkanku.Aku nggak tahu lagi andai tadi kamu tidak meneleponku".kata Uli.
"Sama-sama sayang,maafkan aku yaa.Dua bulan lagi aku selesai tugas dan aku akan pulang untuk kalian,penyemangatku.Tunggu aku pulang yaa sayang"kata Aldo.
"Iya mas,tolong adzani anak kita mas"kata Uli.Aldo pun kemudian mengadzani anaknya via telepon.Suara nya sampai bergetar menahan haru dan rindu.Uli pun tak sadar menitikkan air mata.Setelah diadzani,Uli pu kemudian bertanya pada Aldo tentang nama sang anak.
__ADS_1
"Mas,kamu mau namai siapa anak kita ini?"tanya Uli.
"Aku sudah siapkan nama terbaik untuk anak kita.Namanya Alvar Aiman Kurniawan"kata Aldo.
"Alhamdulilahhh,nama yang bagus Mas terimakasih yaaa.Haiii sayanggg nama kamu Alvarrr,sayang anak ayah dan bundaaaaa"kata Uli sambil mencium bayinya.
"Aihhhh aku juga pengen mencium Alvarrr"kata Aldo ngambek.
"Sabar-sabarin saja sampai dua bulan ke depan ya masss.Nanti kamu akan main sepuasnya sama Alvar."kata Uli.
"Ya dehhhhh,,,udah dulu ya sayang aku mau makan dulu,jaga diri baik-baik,jangan lupa makan dan minum vitamin karena kamu harus ng-ASI-in Alvar"kata Aldo.
"Iya massss,mas juga baik-baik disana.Kita akan selalu menunggu kepulanganmu"kata Uli.
"Iya sayangg,bye assalamualaikum"kata Aldo.
"Waalaikumsalam"kata Uli.Dipandangi kembali bayi mungil yang kini ada di dekapnya.Wajahnya tampan,bersih,merah merona.Uli tidak menyangka akan melalui proses sampai sekarang ini.Hidupnya kian lengkap mempunyai suami yang baik dan sayang serta kini kian lengkap dengan hadirnya Alvar .
"Bunda janji akan selalu lakukan yang terbaik untukmu,nak.Tumbuh cerdas dan sehat serta sholeh ya nakk.Ayah dan bunda akan selalu ada untukmu.Terimakasih sudah hadir melengkapi kebahagiaan ayah dan bunda.Love you sayang"kata Uli sambil membelai pipi Alvar.
**Guyss udah dulu ya ceritanya,author tiba-tiba ngeblank,hehehehehehee
Terimakasih buat yang masih berkenan membaca ceritaku.Jangan lupa like,komen and vote ya.
__ADS_1
Terimakasih**.