Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 91


__ADS_3

Acara pernikahan telah usai.Uli pun sudah diboyong oleh Aldo ke rumahnya sebelum nanti diboyong ke rumah dinas tempatnya bekerja.Setelah di sambut oleh ayah dan ibu Aldo mereka pun bergegas ke kamar sekedar ingin melepas lelah karena jujur acara pernikahan itu benar-benar menguras tenaga mereka.Bayangkan saja berapa banyak tamu undangan yang hendak menyalami mereka,hehehe.Maklum lah pak Herman adalah orang yang cukup penting di kota ini,wajar saja klien beliau banyak dan semuanya ingin hadir di acara sepenting ini.Sesampainya di kamar Ulipun langsung duduk di depan meja rias yang sepertinya masih baru.Hehhehee.Duduklah ia di depan meja rias sementara Aldo menuju kamar mandi.Ia pandangi wajahnya di cermin.Wajahnya cantik tertutup oleh kerudung di kepalanya.Ia masih malu-malu untuk membuka kerudung itu walaupun di depan seseorang yang telah resmi menikahinya.


*Aduhhhh buka nggak ya kerudungnya?*gumam Uli.


Dan akhirnya dengan segenap keberanian ia membuka kerudung itu.Rambutnya yang nampak hitam lembut pun jatuh terurai.Ia pun kemudian menyisir helai demi helai.


Sementara itu Aldo yang baru keluar dari kamar mandi pun terkejut melihat seseorang yang sedang duduk menyisir rambut di meja rias itu.Terkejut melihat istrinya yang ternyataaa cantikkkkk buangettttttttt.Hehehehe.Sepersekian detik ia terdiam tak mampu berkata-kata melihat kecantikan istrinya.Lalu akhirnya ia pun tersadar kemudian menghampiri istrinya itu.


"Cantiknya Mass"kata Aldo sambil mencium kepala Uli dan memeluknya dari belakang.


"Iyaaaa mas"jawab Uli.


"Terimakasih ya sudah bersedia menjadi istriku,aku janji aku akan selalu membahagiakanmu."kata Aldo.


"Sama-sama mas terimakasih juga sudah mau memilihku dari jutaan wanita cantik di luar sana"kata Uli sambil berbalik arah menghadap Aldo namun ia masih dalam posisi duduk.


"Bagiku tidak ada yang secantik dirimu.Kamulah yang merubah hidupku.Aku yang dulu urakan,jahil,keras kepala dan bandel.Entah akan jadi apa aku bila aku tak ditakdirkan untuk bertemu kamu.Mungkin aku akan selamanya seperti itu,terimakasih sudah hadir melengkapi hidupku"kata Aldo sambil berjongkok si hadapan Uli.


"Iya sama-sama"kata Uli.


"Maaf juga bila suatu saat nanti kamu sering aku tinggal karena tugas."kata Aldo sedih.


"Hey jangan sedihh,aku oke kok.Itu kan sudah kewajiban kamu sebagai abdi negara dan itu juga sudah menjadi konsekuensiku menikah dengan seorang abdi negara.Kita kan sudah biasa LDR sayangkuuuuuu kok malah sekarang sedih sihhh kamunya"kata Uli sambil mengelus kepala Aldo yang tiduran di pangkuannya.

__ADS_1


"Nggak sedih sih lebih ke ngga rela meninggalkanmu,Hehehe"kata Aldo.


"Kan aku nanti diboyong kamu kan ke tempat dinas"kata Uli.


"Iya juga sih,ahh tapi nggak mauuu jauhhh dari sayangkuuuuuuu hehehehe"kata Aldo merengek manja


"Hemm iya iya,mumpung sekarang deket terus mau apa?"tanya Uli.


Aldo pun kemudian berdiri dan membisikkan sesuatu di telinga Uli.


"Mauuu bikin Aldo juniorrrr"bisik Aldo yang disambut dengan Uli yang terkaget-kaget.Namun belum sempat ia menjawab,Aldo sudah membopongnya dan membawanya ke atas kasur,dannnn tahu lah yaaa apa yang terjadiiiii,hahhhhaa.g


Empat hari sudah mereka berada di rumah Aldo,dan kini saatnya Aldo harus memboyong Uli ke rumah dinasnya mengingat masa cuti Aldo akan segera berakhir.Uli dan Aldo pun mempersiapkan segala sesuatunya untuk dibawa menuju rumah dinas.Sesampainya disana mereka pun disambut oleh atasan dan kawan-kawan.Begitu mereka sampai mereka pun langsung beres-beres di rumah itu.


"Kira-kira aku kerasan nggak yaa tinggal disini ya mas"kata Uli.


"Iya mas"kata Uli.


Dua bulan sudah mereka tinggal di rumah dinas dan selama itu pula Uli berusaha beradaptasi dengan lingkungan baru nya,sementara Aldo pun sudah kembali dengan rutinitasnya bekerja.Uli tak banyak menemui kendala sebab ia sendiri termasuk pribadi yang supel dan mudah bergaul jadi dalam sekejap saja ia sudah punya banyak teman di sana.


Tiga bulan kemudian berita bahagia itu datang.Uli hamil dan kandungannya sudah masuk 8 minggu.Rasa bahagia bercampur rasa syukur menyeruak dalam dada Aldo dan Uli.Mereka tak menyangka secepat itu mereka dikaruniai momongan.Namun kebahagiaan itu bercampur rasa sedih karena Uli harus kembali merelakan Aldo untuk ditempatkan di daerah perbatasan guna menjaga daerah perbatasan.Itu artinya ia harus bisa mandiri dan tidak boleh manja dan harus siap tanpa suami jika saatnya persalinan nanti.


*Akuuu pasti bisaaaa mandiri,bukankah ini sudah konsekuensiku menikah dengannya.Ayo sayang nanti kita berjuang bersama-sama yaaa*gumam Uli sambil mengelus perutnya yang belum membuncit,hehehe.

__ADS_1


"Sayanggg,maafkan aku"kata Aldo tiba-tiba memeluknya.


"Maaf untuk apa sayang?"kata Uli.


"Aku lagi-lagi harus meninggalkanmu demi tugas.Mungkin waktu itu aku sanggup karena kita masih pacaran,tapi kali ini kondisi kita berbeda.Kamu sudah jadi istriku dan kamu sedang mengandung anak kita.Itu artinya nanti saat persalinan aku tidak bisa menemanimu"kata Aldo sedih.


"Sayangggg,berapa kali aku harus bilang akuu bisa.Mas nggak usah khawatir,aku disini akan baik-baik saja.Aku akan terus mendoakanmu agar kamu disana nanti baik-baik saja saat pergi maupun saat kembali."kata Uli sambil memeluk dan menenangkan Aldo.


"Mas janji mas akan kembali lagi untukmu dan untuk anak kita.Sayangggg baik-baik ya di perut bunda,jangan nakal,jangan rewel dan jangan ngrepotin bunda yaa Maafkan ayah tidak bisa menemani tumbuh kembangmu.Semoga kamu mengerti posisi ayah ya sayang,jangan marah sama ayah ya nakkk"kata Aldo sambil mencium perut Uli,Ulipun tak kuasa menahan haru.


Tibalah hari keberangkatan Aldo dan kawan-kawannya .Semua telah siap dan acara pelepasan pun rampung digelar.Tiba saat mereka berpamitan dengan orang-orang terkasihnya,tak terkecuali Aldo.Ia pun berpamitan dengan Uli dan calon anaknya.


"Sayang,aku pamit ya untuk menjalankan tugas.Doakan aku terus ya agar aku sehat,selamat saat pergi dan saat pulang nanti.Jaga anak kita,banyak istirahat dan minum vitaminnya.Terus kabari aku tentang tumbuh kembang anak kita."kata Aldo.


"Iya sayang,hati-hati disana,jaga kesehatan,jaga makan,jaga sholat dan jaga hatimu untuk kita"kata Uli.


"Pasti sayang"kata Aldo sembari mencium kening istrinya ituuu dan setelahnya Aldo lalu berjongkok depan Uli sambil mengelus-elus perut Uli.


"Sayangnya ayah dan bundaaa,ayah pergi menjalankan tugas ya nakk,kamu baik-baik ya di perut bunda,sehat-sehat sampai nanti lahiran.Semoga kamu bisa mengerti posisi ayah ya nak,jangan marah sama ayah ya nak bila saatnya kamu menyapa dunia nanti ayah tidak ada di sampingmu.Ayah pamit ya nak,jaga bunda yaa"kata Aldo sambil mencium perut istrinya.Uli pun mencium tangan Aldo dan Aldo bergegas naik keobil angkutan yang akan membawa ia dan teman-temannya menuju bandara dan akan langsung terbang menuju daerah perbatasan..Aldo dan kawan-kawannya pun melambaikan tangan pada orang-orang terkasihnya.Uli membalas lambaian tangan itu seraya berkata


"Selamat berjuang sayang,baik-baik di sana dan lekaslah kembali dengan selamat.Aku disini berjuang bersama anak kita"gumam Uli sambil mengelus perutnya.


Semoga Aldo berhasil menjalankan tugasnya dan kembali dengan selamat untuk Uli dan calon anaknya.

__ADS_1


**Guysss,alhamdulilahh tamat sudah cerita ini.Maaf kalau ceritanya agak garing karena jujur aku tidak pandai untuk merangkai kata-kata.Aku hanya menulis apa yang terlintas di pikiranku.Terimakasih bagi kalian yang masih berkenan membaca tulisanku.Saran dan kritik tetap aku tunggu ya.Jangan lupa tetep lke,komen and vote.


Sampai jumpa di karyaku selanjutnya**.


__ADS_2