Guruku Istriku Love Is Blind

Guruku Istriku Love Is Blind
Bab 87


__ADS_3

"Masssss kaukah ituuuu?"kata Uli memanggil laki-laki yang berdiri membelakanginya.Laki-laki yang memakai baju putih itu kemudian berbalik arah.


"Mas Aldo,kaukah itu?kamu masih hidup mas?Massss,kenapa kamu diam sajaaaa,tolong jawab akuu atau tolong katakan sesuatu padaku."kata Uli padanya namun ia hanya tersenyum kemudian menyerahkan secarik kertas.


"Apa ini mass?"tanya Uli yang kemudian membuka isi kertas tersebut yang ternyata berisi alamat.


"Alamat siapa ini mas,apakah ini alamat kamu sekarang?"tanya Uli.Bayangan Aldo itu tak sekalipun menjawab.Hanya senyum yang menghiasi wajahnya lalu bayangan itupun akhirnya menghilang di tengah pekatnya kabut.


"Masssssssssssss!!!"teriak Uli yang kemudian terbangun dari tidurnya.


"Astagfirulloh ternyata hanya mimpi"kata Uli yang kemudian mengambil foto Aldo.


"Massss kamukah tadi yang hadir di mimpiku.Aku yakin aku melihatmu dengan jelas.Kamu nampak tampan dan bersih tapi kamu tak mengatakan apapun padaku,hanya secarik kertas yang kamu berikan padaku.Mungkinkah itu petunjukk keberadaan kamu sekarang?"kata Uli menahan sedih.Lalu ia kembali mengingat-ingat alamat yang ada di mimpi tadi.


Lalu ia bergegas mengambil laptop untuk mencari tau apakah ada alamat itu dan ternyata ada.Letaknya cukup terpencil.


"Aku harus mencari Aldo ke tempat ini,mungkin saja ini petunjuk agar aku bisa bertemu dengan Aldo."kata Uli yang kemudian menelpon pak Herman berharap pak Herman mau membantunya.


"Hallo assalamualaikum Ul"sapa pak Herman.


"Waalaikumsalam pah"kata Uli.


"Ada apa Ul,tumben kamu menelpon"kata pak Herman.


"Ada hal yang ingin Uli bicarakan dengan papa sama mama"kata Uli.


"Soal apa nak?"tanya pak Herman.


"Soal Aldo pah,tadi aku mimpi tentang dia lalu dia memberikan secarik kertas berisi alamat kepadaku.Apa mungkin ini alamat keberadaan Aldo sekarang ya pah?Uli cari di internet memang ada alamat itu jadi Uli akan kesana untuk memastikan apakah ada Aldo disana apa tidak."kata Uli


"Itu kan cuma mimpi nakkk,cuma bunga tidur.Kamu tidak boleh terlalu terbawa perasaan.Papa tahu kamu kehilangan Aldo pun juga dengan papa dan mama juga merasa kehilangan."kata pak Herman.


"Maaf pah bukan maksud Uli untuk membuat papa sama mama sedih kembali tapli tolonglah pah kali ini saja bantu Uli.Semisal sampai sana kita tidak menemukan petunjuk apapun,Uli akan mencoba ikhlas dan akan mencoba merelakan Aldo.Tapi apa salahnya kita mencoba pahh.Uli mohonnn papa mau bantu Uli."kata Uli.


"Baiklah tapi mohon maaf papa tidak bisa menemanimu menuju kesana.Papa ada tugas penting yang tidak bisa ditinggal.Papa akan utus seseorang untuk menjaga kamu dan mama."kata Pak Herman.


"Iya paaa,tidak apa-apa"kata Uli.

__ADS_1


"Ya sudah papa lanjut kerja ya,assalamualaikum"kata pak Herman.


"Walaikumsalam"kata Uli.


Singkat cerita Uli sudah bersiap-siap menuju alamat yang ada di mimpinya.Uli pun sudah resign dari tempatnya mengajar.Dia ditemani bu Martha dan beberapa orang suruhan pak Herman.


Perjalanan menuju ke alamat itu memakan waktu hampir 5 jam perjalanan.Sesampainya di kota tersebut Uli langsung bergerak tanpa kenal lelah bertanya kesana kemari mencari alamat itu sementara Bu Martha dan orang suruhan pak Herman menunggu di sebuah losmen.Uli tidak mengijinkan bu Martha ikut dengannya karena ia tidak mau bu Martha kecapekan.


Uli pun langsung bertanya tentang alamat itu pada orang yang ia temui di jalan namun semuanya tidak tahu alamat yang Uli tuju.


*Apa memang karena letaknya terpencil ya jadi orang-orang tidak tahu alamat ini.Ah tapi apapun yang terjadi aku harus bisa menemukan Aldo walaupun mungkin hanya sebuah makam*gumam Uli.


Empat hari telah berlalu namun Uli belum juga menemukan apa yang ia cari.Bu Martha yang telah lelah pun akhirnya meminta Uli menghentikan pencarian alamat yang diyakininya adalah alamat Aldo itu.


"Ndukkk sudahlah kita berhenti sampai sini saja.Kita sudah empat hari disini tapi kita tidak menemukan apapun disini bahkan makam nya saja tidak kita temukan.Sudah yaaa kita pulang saja,mama sudah ikhlasin Aldo nakk."kata bu Martha.


"Enggak maaa Uli akan tetap disini untuk mencari Aldo karena Uli yakin Aldo masih hidup.Uli minta maaf maaa sebab sudah merepotkan mama."kata Uli.


"Kamu yakin akan tetap disini?"tanya bu Martha.


"Iya maa,Uli akan tetap dsini untuk mencari Aldo.Mama sama orang-orangnya papa pulang saja lagian Uli juga nggak enak sama papa."kata Uli.


"Iya ma Uli mohon maaf ya ma sebab sudah merepotkan mama dan membuat mama sedih kembali."kata Uli hampir menangis.


"Nggak papa sayang,jangan merasa sungkan.Mama seneng kok bisa temani kamu,ya sudah mama siap-siap dulu ya"kata Bu Martha.


"Iya ma"kata Uli.


Sore harinya Bu Martha pun bersiap untuk pulang.Setelah semua siap,Bu Martha pun berpamitan dengan Uli.


"Mama pamit pulang dulu ya sayang,jaga diri kamu baik-baik ya dan terus kabari mama ya"kata bu Martha.


"Iya maa,Uli minta maaf ya tidak bisa mengantar mama"kata Uli.


"Nggak papa sayang ya sudah mama berangkat yaa"kata Bu Martha sambil memeluk Uli.


"Iya ma hati-hati ya ma"kata Uli.

__ADS_1


Seperginya bu Martha,Ulipun kembali termenung.


*Bu Martha sudah pulang,lalu apa yang akan aku lakukan di tempat ini?sudah hari keempat namun aku belum juga menemukan titik terang.Alamat yang ada di mimpiku letak nya cukup jauh dari kota ini.Aku sudah kesana namun aku tidak menemukan apapun disana.Mungkinkah aku harus kembali kesana?*gumam Uli.


Sementara Aldo yang sudah pulih betul langsung berpamitan dengan kakek yang menolongnya untuk kembali ke barak guna menghubungi keluarganya.


"Kek terimakasih banyak sudah berjasa menolongku.Aku tidak tahu lagi bila aku tidak bertemu dengan kakek hari itu,mungkin aku sudah tinggal nama.Sekali lagi terimakasih kek,aku tidak akan pernah melupakan jasa kakek.Sekarang aku harus kembali menemui keluargaku walaupun mungkin mereka sudah menganggapku tiada."kata Aldo.


"Iya nakk,pulanglah temui keluargamu.Kakek senang sudah mengenalmu walau hanya sebentar.Kamu jangan merasa hutang budi sama kakek.Bukan kakek yang menolongmu,tapi Tuhanlah yang menolongmu dan kakek hanya sebagai perantaranya."kata si kakek.


"Iya kek,terimakasih banyak.Aldo janji begitu Aldo sudah bertemu dengan keluarga Aldo,Aldo akan kembali lagi kesini untuk membawa kakek tinggal bersama Aldo."kata Aldo.


"Terimakasih nak,sekarang yang terpenting pulanglah dahuli,temui keluargamu dan juga kekasihmu"kata kakek.


"Aldo pamit ya kek,"kata Aldo sambil memeluk kakek.Berat rasanya meninggalkan kakek yang sudah berjasa menolongnya.Tapi ia pun tak boleh egois.Ia masih punya keluarga yang harus ia kasih kabar.


"Iya hati-hati di jalan ya nak"kata kakek.


"Iya kek"kata Aldo.


Aldo pun bergegas pergi menuju barak untuk mencari keberadaan handphonenya.Butuh waktu hampir dua jam untuknya sampai ke barak.Namun sesampainya di barak,ia tak menemukan handphonenya.Entah dimana handphonenya sekarang.Ia pun lantas pergi menuju kota mencari telepon umum guna menguhubungi Uli ataupun atasannya dan untuk sampai kesana perlu waktu satu jam.



Sesampainya di kota ia pun bergegas menuju warung telepon umum dan langsung menghubungi Uli.Ia masih ingat nomor telepon Uli.Ia berharap Uli segera mengangkat telepon darinya.Telepon pun terhubung namun belum ada jawaban dari Uli.Setelah mencoba beberapa kali akhirnya Uli pu. mengangkat telepon itu.


"Hallo assalamualaiku.,siapa ini?"tanya Uli di seberang sana.


Aldo tak segera menjawab.Hatinya amat sangat bahagia mendengar suara orang yang sangat ia cintai itu.Ada sekitar satu menit Aldo terdiam.


"Hallo siapa diseberang sanaaa,kok diamm?"kata Uli mengagetkan Aldo.


"Hallo sayangggg ini akuuu Aldo"kata Aldo dengan suara lantangnya .


"APAAAAAAAAAA!!!!!"jawab Uli setengah teriak.


**Guys udah dulu ya ceritanyaaaa,kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya.Mungkinkah Uli percaya itu benar suara Aldo?Tunggu kelanjutannya yaaaa dan jangan lupa like komen and vote.

__ADS_1


Terimakasih**


__ADS_2