
Aldo dan mamanya keluar dari rumah megah itu.Ada rasa sedih di hati bu Martha. Biar bagaimanapun rumah itu sudah menorehkan banyak kenangan manis di hidupnya. Rumah itu saksi bisu perjuangan bu Martha dan pak herman dari yang awalnya tak punya apa-apa hingga sekarang punya segalanya. Namun semua sirna seketika saat orang ketiga hadir diantara mereka.
Aldo dan mamanya terus berjalan tak tau arah. Entah kemana kaki ini akan terus melangkah.Setelah cukup jauh melangkah, Aldo menghentikan langkah nya dan berkata.
"Maa, itu sepertinya ada kontrakan kosong. Kita tinggal disana saja dulu untuk sementara, bagaimana? "kata Aldo.
"Apa kamu sanggup nakk tinggal di kontrakan, kamu kan biasa mewah"kata mamanya.
"Maaaa,mau tinggal di manapunn asal sama mama, Aldo pasti seneng. Jadi mama ngga usah khawatir ya kebetulan Aldo ada uang tabungan tanpa sepengetahuan papa selain di Atm yang udah kukasihkan ke papa tadi."kata Aldo.
"Maafin mama ya sayang, udah ngajak kamu hidup susah lagi"kata mamanya.
"Mama ngga usah ngomong kek gitu Aldo seneng kok.Aldo ga papa dan Aldo yakin Aldo bisa hidup sederhana. Semua itu karena saran dan nasehat dari Uli ma Aldo bisa kaya gini"kata Aldo.
"Wah sepertinya mama harus berterimakasih pada Uli yang sudah membuat anak mama jadi anak yang baik"kata Mama.
"Lain waktu aku kenalin deh sama dia, ya udah yuk ma kita cari pemilik kontrakan ini"kata Aldo.
Singkat cerita kini Aldo dan mamanya tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana namun Aldo menikmatinya. Sekarang yang ada dipikiran Aldo adalah bagaimana caranya ia mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-harinya. Tak mungkin ia mengandalkan tabungan yang ia punya, pasti lama-lama akan habis juga.
"Apa aku coba cari kerjaan sambilan aja y"kata Aldo.
"Kamu mikirin apa nak"kata mama.
"Maa, Aldo mau coba cari kerjaan sambilan ya, biar nanti sepulang sekolah aku ada kegiatan, boleh ya ma"kata Aldo.
"Kamu yakin mau kerja"kata mama.
"Yakin ma, Aldo berangkat ya"kata Aldo.
"Hati-hati nakkk"kata mama.
Aldo bergegas pergi mencari kerjaan dengan berjalan kaki. Ia menyusuri sepanjang jalan berharap ada orang yang membutuhkan tenaganya. Saat sedang berjalan ia berjumpa dengan Bianca.
__ADS_1
"Aldo,kamu Aldo kannnn??? kok kamu jadi gini sihhhh"kata Bianca.
"Iya ini Aldo, kenapaaa??? kagetttt??? "kata Aldo.
"Kok kamu jadi kucel gini sih"kata Bianca.
"Aku sudah ngga punya apa-apa lagi sekarang,ya sudah aku mau pergi ada urusan"kata Aldo.
Bianca membiarkan Aldo pergi tanpa mencegahnya. Ia betul-betul tak menyukai keadaan Aldo sekarang.
*Ih untuk apa juga aku mendekati Aldo sekarang toh ia sudah jatuh miskin, ihh ga levelll banget. Mending aku cari aja cowo lainnn*gumam Bianca sambil berlalu masuk mobilnya.
Aldo pun meneruskan langkah dan bertemu dengan Uli.
"Aldoo, kamu mau kemana"kata Uli.
"Aku mau cari kerjaan Ul"kata Aldo.
"Kerjaannn??? Kamu ngga sekolahh? "tanya Uli.
"Kita duduk dulu yukkk, sepertinya kamu kelelahan"kata Uli.
Mereka pun duduk di taman dan Aldo mulai menceritakan semuanya pada Uli.
"Kamu yang sabar ya, insya Alloh ini mungkin yang terbaik untuk kamu dan mama kamu. "kata Uli.
"Ya, terimakasih Ul"kata Aldo.
"Oh ya aku baru ingat disekitar sini ada bengkel mobil yang sedang membutuhkan karyawan, coba aja kamu kesana siapa tau jadi rejekimu"kata Uli.
"Bisa tolong antar aku kesana"kata Aldo.
"Bisa, ayo kita kesana sekarang. Kamu ga capek kan jalan kaki biasanya kan pake mobil"kata Uli.
__ADS_1
"Aku masih bisa kok"kata Aldo.
Sesampainya di bengkel yang ia tuju ternyata bengkel itu milik paman Uli. Uli segera menyampaikan maksud tujuannya datang ke bengkel itu.
"Ohh jadi ini temen kamu yang mau kerja disini Ul"kata pamannya.
"Iya paman, tapi dia masih sekolah giman tu paman"kata Uli.
"Dia bisa kerja sepulang sekolah sampai malam. Kalau karyawan yang lain kan pagi sampai petang, bagaimana nak Aldo apakah kamu sanggup? "tanya paman Uli.
"Insya Alloh aku sanggup pak, "kata Aldo.
"Ya sudah kamu bisa kerja mulai besok ya"kata paman.
"Baik terimakasih pak"kata Aldo.
"Kami permisi dulu paman, assalamualaikum "kata Uli.
"Ya walaikumsalam"kata paman.
Mereka bergegas pulang.
"Kamu tinggal di mana sekarang Do? "tanya Uli.
"Aku tinggal di kontrakan jalan Mawar"kata Aldo.
"Wah deket donk sama rumah aku, cuma beda belokan doank, hehe"kata Uli.
"Wah iyakahh? "tanya Aldo.
"Iya"kata Uli.
Mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka berpisah di gang yang berbeda.
__ADS_1
Bagaimanakah kisah selanjutnya??? Apakah Aldo mulai ada rasa suka dengan Uli??? Tunggu kisah selanjutnya dan jangan lupa like, komen and vote.
Terimakasih