Hafalan Qur'An Untuk Afra

Hafalan Qur'An Untuk Afra
BAB 38 : PENJELASAN


__ADS_3

Pagi itu Ziran, Afra, dan Zanira telah berpakaian rapi dan hendak keluar rumah bersama. Seperti biasa Ziran akan ke kantor untuk bekerja, namun istri dan kakaknya meminta untuk ke kedai miki Afra.


Ziran telah berpikir dewasa. Sepertinya dia tidak perlu lagi mengekang kebebasan istrinya. Mengingat, laki-laki atau mantan sahabatnya dulu sudah berjanji akan menjauhi Afra.


"Ayo Ziran, cepatlah!" Desak Zanira lebih dulu masuk ke dalam mobil tempat duduk belakang setelah berucap demikian.


Afra yang berjalan di samping Ziran hanya mampu menggelengkan kepala dan terkikik kecil.


"Kak Zanira tidak sabaran sekali. Padahal kan hanya ke kedai saja." Kata Afra mendapat senyum manis dari suaminya.


"Kakakku memang seperti itu, yah, maklumi saja ya sayang." Ucap Ziran menarik tangan Afra menuju pintu mobil di samping pengemudi.


Setelah selesai, Ziran pun duduk di kursi pengemudi dan menjalankan mobil menuju kedai Afra.


Perjalanan memakan waktu hampir satu jam karena tercebak mecet di jalan raya. Namun, akhirnya mobil hitam milik Ziran telah mendarat mulus di area parkir kedai.


Zanira keluar dari mobil begitu riang, menunggu pasangan kekasih di depannya menghampirinya. Perasaan Zanira berbunga-bunga karena sikap Ziran pada adik iparnya tidak seprotektif awalnya. Itu kemajuan pesat, dengan begitu Zanira tidak perlu khawatir Afra akan gila karena kekaangan adiknya.


"Huuh, jalannya kayak pengantin turun dari langit saja. Dan eh, ngapain kamu masih di sini? sana kerja!" Omel Zanira langsung mengambil alih tangan Afra dari genggaman Ziran.


"Kakak ini kenapa? Dia istri aku, loh. Aku masih mau lama-lama berduan sama pacarku!" Balas Ziran seperti anak ABG. Afra yang mendengarnya langsung memberi cubitan kecil di perut Ziran.


Sambil tersenyum Afra menjawab, "Pacarku, Kak Zanira benar. Kamu lebih baik kerja dulu. Pulang kerja, kan bisa di lanjut berduannya."


Dan kakak adik itu tertawa kompak setelah mendengar kalimat Afra yang lucu. Ada-ada saja.


"Apa yang lucu!" Kesal Afra menyentakkan kaki.


"Gak ada, sayang. Kamu lucu dan menggemaskan. Ya sudah, aku berangkat kerja. Pulangnya nanti tunggu aku atau bagaimana?" Tanya Ziran.


"Aku dan Afra pulang naik taksi juga bisa, udah sana pergi!" Usir Zanira ingin cepat-cepat Ziran pergi.


"Iya, pulangnya nanti kami naik taksi saja. Semangat kerjanya Suamiku, aku hanya minta carilah rezki yang halal." Tutur Afra mendapat cubitan gemas dari Ziran.


"Iya-iya Istriku, itu sudah pasti. Aku pergi, Assalamualakum."

__ADS_1


Setelah kecupan ringan mendarat di kening Afra, dan setelah Afra menyalami Suaminya. Ziran pun benar-benar pergi dari hadapan dua wanita itu.


"Enak ya punya suami. Ada yang manjain, perhatiin, ada yang kecupi kening kita kalau pamit kerja. Ah, aku juga mau, tapi kapan!" perkataan Zanira mendapat tatapan horor dari Afra.


"Ya Allah, Kakak Ipar ... Efek kelamaan jomblo ternyata berbahaya juga ya. Sudah ayo kita masuk kedai kak."


Tangan Zanira di tarik oleh Afra masuk ke dalam kedai dan di dudukkan pada bangku kosong di tengah ruangan.


"Eh, eh, mau kemana?" Cegat Zanira melihat adik iparnya yang hendak akan pergi.


"Aku ke dapur buatin Kakak coklat hangat. Tunggu ya, Kak." Saar Zanira hendak pergi lagi, Zanira tetao menahan tangan Afra.


"Tunggu dulu Adik ipar. Coba deh kamu lihat gambar itu," Tunjuk Zanira pada lukisan di dinding kedai. "Itu kamu, kan? Siapa yang lukis?"


"Oh lukisan itu. Kiki yang lukis Kak." Jelas Afra dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


Ning nong


Ketika Zanira ingin menjawab, terhenti saat bel kedai berbunyi tanda ada pengunjung yang datang. Kedua wanita itu pun menoleh menatap orang yang baru datang.


"Bika?"


Kini suasana kedai Afra terasa seperti di rumah hantu. Tidak hanya Bika yang ada di depannya duduk dengan menatap dirinya sebegitu seriusnya. Tapi, Farsya, Debi, Mila, Reza, dan Joy, juga hadir karena panggilan Bika. Ini sudah menit ke 10 mereka masih saling berdiam. Sedari tadi pula, Kakak ipar yang duduk di sampingnya mencoleknya meminta penjelasan siapa mereka semua?


Mereka duduk mengelilingi satu meja.


"Kenalkan Kak, Ini teman-teman petualangan Afra dulu." Afra menjeda sebentar, "Yang ini Bika, Farsya, Debi, Mila, Reza, dan yang terakhir Joy."


Zanira angguk-angguk masih meneliti satu persatu ke enam orang yang merupakan teman Afra.


"Hai semua, aku Zanira, Kakak Ipar Afra. Salam kenal, ya." Ucapnya sambil menjawab satu persatu teman Afra.


Zanira orang yang mudah bergaul dan suka memulai perkenalan duluan.


"Kakak Ipar? Afra sudah menikah?" Ucap Mila terkejut. Tidak hanya Mila, tapi mereka semua juga terkejut.

__ADS_1


"Apa itu benar, Af?" Kata Debi bersikap santai.


"Serius kamu sudah nikah, nih? Wah, jadi benar dugaanku dulu." Celetuk Joy bangga.


"Afra ayo jawab! Jangan diam saja!" Kali ini desakan itu dari Farsya. Sementara Reza dan Bika memilih diam.


Reza melirik sekilas pada Bika, dia cukup peka bagaimana perasaan sahabatnya itu sekarang.


Afra menunduk meremas-remas pakaiannya. Dia harus katakan apa? Apa sudah waktunya jujur?


"Loh, kalian tidak tau?" Kata Zanira balas terkejut. Kompak tiga gadis di depannya menggeleng. "Afra sudah menikah dengan adikku namanya, Ziran. Dan pernikahan mereka sudah berjalan 3 bulan." Jelas Zanira kemudian.


Setelah mendengar penjelasan itu, kompak semua teman Afra menatap Afra. Berbeda dengan yang lain, Bika belum membuka suara sama sekali. Tatapannya kosong terus menatap Afra.


"Kok kamu jahat sih, Afra. kamu anggap kami ini teman atau apa? Sampai hal sepenting itu tidak kamu beritahu!" Kesal Mila menampar meja cukup keras, membuat beberapa pengunjung Kedai memperhatikan mereka.


Tak cukup itu, rupanya sifat keramahan Zanira langsung lenyap seketika mendapati perlakuan buruk teman Afra. Kini emosinya menguasai dirinya.


"Hei, jaga sikap kamu, ya! jangan berteriak pada Adik Iparku!" Bentak Zanira berdiri dan menunjuk wajah Mila tajam. Melihat itu Afra sigap berdiri dan membujuk Zanira untuk duduk kembali.


"Tahan emosi Kakak, mereka baik kok." Ucap Afra.


"Huh, baik dari mana kalau sifat cewek ini bikin Kakak kesel." Zanira memalingkan wajah.


"Kamu juga Mila, tenang dulu jangan langsung emosian. Kita dengar penjelasan Afra." Kata Debi menenangkan Mila. "Afra ..., bisa kamu jelaskan pada kami?"


"Kalian mau minta penjelasan apa lagi? bukannya sudah jelas Afra sudah menikah dengan Adikku. Titik!" Zanira kembali menjawab.


Jika seperti ini tidak akan ada habisnya. Afra harus memberanikan diri.


"Iya, aku sudah menikah dan laki-laki itu yang kalian pernah temui sewaktu di hutan lalu. Maaf tidak beritahu kalian tentang ini, maaf sekali lagi." Afra meminta maaf berulang kali dengan wajah menyesal. "Aku memang bukan teman yang baik."


"Hei, puas kalian! Adikku sampai meminta maaf. memangnya kenapa kalau kalian tidak di beritahu? apa masalah besar? Kalian pikir kalian benar? salah! sebagai teman seharusnya memberi ucapan selamat, bukannya membahas yang sudah lewat!" Sepertinya Zanira memang tidak bisa melihat keluarganya di tindas. Dia memarahi teman-teman Afra tanpa ampun.


"Benar, seharusnya kita memberi selamat." Suara itu akhirnya terdengar. Ketua geng petualang baru tersadar dari lamunan panjangnya. "Selamat ya Afra, aku doakan bahagia."

__ADS_1


Sekarang Bika menjadi pusat perhatian semua temannya, antara percaya dan tidak? Kenyataannya, pasti sakit melihat orang yang kita suka telah menjadi milik orang lain.


-To Be Countinue-


__ADS_2