Hafalan Qur'An Untuk Afra

Hafalan Qur'An Untuk Afra
BAB 44 : KECELAKAAN


__ADS_3

"Astagfirullah, apa ini?!"


Mata Afra mendadak perih dan tak lama air matanya telah mengalir deras membasahi pipi. Sebelah tangannya menutup bibir agar tangisannya teredam. Tubuhnya tiba-tiba panas dingin melihat foto yang terpampang jelas dalam handponenya.


"Apa semua ini? Hiks .... " Afra menggengam erat poselnya seakan ingin meremukkannya. Kakinya membawa tubuhnya berlari menjauhi mesjid. Langkahnya semakin cepat dengan bulir air mata yang terus menetes seperti hujan.


KENAPA? KENAPA KAMU TEGA?! Raungnya dalam hati. Afra merasa sangat terkhianati. Jiwanya lumpuh setelah melihat semuanya.


"Mengapa ya Rab? Mengapa Ziran bisa sejahat itu berpaling dariku? Dengan alasan bekerja di luar kota ternyata dia malah berduaan dengan wanita lain! Hiks ..., dia sama saja!!!" Gumamnya terus saja berlari.


Pesan itu berisi beberapa gambar. Gambar pertama, sepasang manusia tengah berada di depan restoran terlihat sangat bahagia dengan senyum keduanya. Begitupun dengan gambar-gambar berikutnya. Namun yang paling menyakitkan adalah ketika laki-laki itu tengah memeluk si wanita dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Itu tak lain adalah Suami Afra, Ziran! Suaminya telah menghianati dirinya. Perasaannya sangat kacau, sebagai seorang istri dia tentu sangat hancur saat ini.


BUKH!


"Aaakh! ... iissh," Afra mendesis dalam tangis ketika lutut dan telapak tangannya menyentuh tanah kasar membuat luka berdarah di sana.


"Astagfirullah, Buk Ustadzah!" suara Pekikan seorang anak laki-laki berusia 15 tahun. Anak itu mengenakan pakaian olahraga khusus santri. "Maaf, maaf, saya nggak sengaja, Buk." Lanjutnya menunduk dan berniat membantu Afra berdiri.

__ADS_1


"Nggak pa-pa, Nak. Hiks ..., ibu baik-baik saja." Ucao Afra di tengah tangisnya yang tidak kunjung reda. Dia berdiri di bantuh anak laki-laki itu.


"Masa nggak sakit, itu Ustadzah sampai nangis gitu. Ayo Ustadzah kita ke UKS dulu!" Ajarnya.


Afra menggeleng keras sebagai penolakan.


"Tidak usah, Nak. Ibu lebih baik pulang saja." Baru saja Afra akan melangkah, Namun sosok Jodan sudah berdiri di depannya.


"Ibu Ustadzah tangannya berdarah, kenapa?" Tanya Jodan tak berani mendekat hanya melihat dari jarak cukup jauh.


"Ini pak guru olahraga, Buk Ustadzahnya tadi jatuh karena saya. Terus saya sudah tawarin ke UKS pondok tapi nggak mau. Katanya mau pulang." Jelas anak laki-laki itu pada Jodan.


Biarpun di obati itu tidak akan berguna sama sekali, rasa ini terlalu sakit dan menyesakkan! Aku benci padamu! Afra menyangkut pautkan luka di tangannya dan luka pada hati yang di khianati Ziran.


"Buk, Ustadzah?" Jodan menyadarkan dengan menggoyangkan dua tangan di depan wajah Afra.


Afra menyeka air mata di pipi dan tersenyum pada dua orang di depannya.


"Nggak pa-pa, aku akan langsung pulang saja, ya. Pak Jodan, aku minta tolong untuk sampaikan izinku sama Buk Roniah karena harus pulang lebih awal. Boleh Pak?" Jodan awalnya ingin bertanya, namun dia paham ada yang tidak beres pada wanita di depannya. Wajah penuh kehancuran dan sakit terpancar jelas di sana.

__ADS_1


"Boleh, Ustadzah, boleh. Akan saya sampaikan." Afra kembali tersenyum meski di paksakan.


Ada apa dengann wanita ini? Aku yakin, tangisan itu bukan karena luka di tangannya, tapi karena sesuatu! Ah, sudahlah Jodan, jangan terlalu mencampuri urusannya! Peringatnya pada diri sendiri.


"Ustadzah yakin mau pulang? Lukanya cukup dalam loh, Buk. Kita ... " Anak laki-laki itu kembali bertanya prihatin. Berharap Afra mau mengobati luka tersebut.


"Ibu baik, makasih sudah perhatian. Kalau begitu aku duluan, Assalamualaikum."


Afra berlalu begitu saja menuju parkiran. Sedikit kesulitan karena lututnya perih dan dia tidak begitu yakin tangannya bisa memegang baik stir motor, sebab dua telapak tangannya sama-sama luka.


Meski begitu Afra tetap nekad membawa motor di tengah keadaan luka pada fisik dan hatinya. Dia menaiki motor dan membawanya pergi keluar dari pesantren.


Tangis yang berhenti tadi kembali turun. Foto itu terus menari-nari di pelupuk mata sampai tak fokus pada jalanan. Dan akhirnya....


BRAK!!!


DUAR!!!


Benturan dua benda keras terjadi dalam sekejap mata.

__ADS_1


-To Be Continue-


__ADS_2