
14 mei, 2014
Waktu menunjukan puku 5 pagi hari aku terbangun dari tidurku dan beranjak untuk mandi dan bersiap siap untuk sekolah. Setelah aku bersiap siap aku menuju ruang makan untuk sarapan dengan keluargaku “pagi… ibu, ayah, kakak” aku menyapa mereka dengan senyuman “oh pagi anakku, bukanya sekarang kamu terima rapot?” jawab ayahku “ya, sekarang aku terima rapot dan pastinya aku akan kelas 2 SD” aku menjawabnya “wahh…. Anakku sudah tumbuh besar” ujar ayah “pastinya tambah pintar dan ganteng kaya ayahnya” ibu membalas ayah dengan senyuman “baiklah, dik cepatlah sarapan dan berangkat aku tidak mau terlambat lagi” kakak menyuruhku dengan nada agak tinggi. Dan setelah sarapan aku pun langsung berangkat bersama ayah , dan kakak “dah… bibi aku berangkat dulu” aku menyapa bibi yang meyapu halaman rumah “oh tuan, sampai jumpa semoga hari mu menyenangkan” jawab bibi, aku hanya melambaikan tangan pada bibi dan bergegas ke mobil. Setelah mengantarkan kakak, ayah dan aku akan menuju ke sekolahku untuk mengambil rapot sesampainya ayah dan aku menuju ke kantor dan melihat hasil belajar ku selama satu semester ini “hm…. Seperti biasa nilaimu sangat memuaskan tetapi mtk masih saja dapat 20. Baiklah nak, tingkatkan belajarmu lebih giat lagi ya!” ujar ayah sambil mengelus elus rambutku “baiklah yah, aku berjanji tahun depan aku akan mendapatkan nilai 100 untuk mtk dan berjanjilah padaku untuk mengelus rambutku lebih lama jika aku mendapatkan nilai 100” jawab ku dengan tegas “huh… ayah tidak bisa janji” jawab ayahku dengan penuh kesedian “hah…. Kenapa ayah tidak bisa” jawab ku dengan heran “hmm…. Ketimbang memikirkan itu yuk pulang dan menikmati liburan sekolah” ajak ayah kepadaku sambil menggendongku dipundaknya “ayah turunkan aku, aku jadi malu dilihatin sama temenku” aku membentak ayah tetapi ayah tidak mendengarku dia malah ketawa sangat keras dan menuju mobil sport ayah “aku iri pada mereka selain mereka dekat satu sama lain mereka adalah keluarga yang sangat kaya” ujar salah satu temanya melihat kelakuan mereka berdua. Dan sesampainya dirumah “yang dulu sampai disofa mereka yang berhak dapat remote TV” ujar ayah mengasih tantangan kepadaku “dah….” Aku menjawabnya sambil berlari meninggalkanya “hey… itu curang, awas kau akan kugelitiki sampai kau meminta ampun!!!!!!” ayah mengancamku “huh huh huh huh” aku tergesah gesah menuju ke ruang keluarga “akhirnya, dasar lambat aku yang dapat remote nya” ujarku sambil tertawa jahat “heheheh” tiba tiba muncul suara yang tak asing bagiku “NANI…..!!!!!!” aku bergumam di hati “WELCOME TO THE HELL” ujar ayah sambil mengeluarkan suara serak yang menyeramkan. Spontan aku pun lari sekuat tenaga untuk menghindari kejaran ayah, aku menuju ke kamar untuk bersembunyi dan sesampainya aku langsung mengunci pintu “ya ampun capek sekali, tapi bagaimana ayah bisa mendahuluiku padahal aku yang lari duluan dan tidak ada seorang pun yang menyalipku” aku berkata dalam hati dan terheran heran “hihihihihi, siap untuk minta ampun” suara yang tak asing itu muncul lagi “suara itu, jangan jangan” aku berkata dalam hati sambil menengok kebelakang “huaaaa….. ba..ba bagaimana kau bisa?” aku terheran heran “bisa saja, baiklah apa kau siap untuk meminta ampun” ayah menjawabnya dengan wajah yang menyeramkan “tidak, aku tidak akan pernah meminta ampun” jawab ku dengan nada tinggi dan tegas “bwahahahahhahahahah” tiba tiba ayah menggilitiki kakiku. “kring…kring…” suara pannggilan masuk di HP ayah “hmm…… waktu habis, kuharap ayah bisa bersenang senang dengan mu lagi besok” ujar ayah dengan penuh kesedian “tentu saja kita akan bersenang senang besok kan aku libur” aku menjawab dengan penuh kesenangan “ya, kuharap begitu. Nak jaga ibu baik baik ya” balas ayah dengan senyuman sedikit dipaksa dan dia langsung pergi bekerja “kenapa tiba tiba ayah bilang seperti itu?” aku menengok ibu dikamarnya, aku membuka pintu “bu… oh dia tertidur” aku berkata dengan volume rendah dan halus tiba tiba aku menemukan surat diatas meja dan aku pun membacanya “sayangku, saat ini aku sedang melawanya dan pertarungan ini yang menentukan takdir dunia jika aku tidak kembali kumohon jangan cari aku dan jika aku berhasil aku tidak akan kembali kerumah aku akan kembali ke alam iblis karna tugas ku didunia ini sudah selesai, terima kasih sayang sudah menemani ku selama ini” “astaga,ayah dalam bahaya aku harus menyelamatkanya”