
*Sesampainya didepan rumah, dia cukup kaget melihat mobil Kenji sudah terparkir menunjukkan kalau suaminya sudah pulang bekerja, padahal seminggu ini Kenji hampir tak pernah pulang kerumah karena sibuk mencari keberadaan orang tuanya,
Cklek*!..
..
..
Dengan was-was Ayumi masuk kedalam rumahnya, dia mengernyit melihat rumahnya yang tampak gelap dan sepi, dia kemudian tersenyum menebak kalau Kenji sudah beristirahat dikamarnya, Ayumi pun memutuskan untuk ikut beristirahat sampai sebuah suara menginterupsi langkahnya...
"Darimana saja kau?" Kenji ternyata belum tidur, dan dilihat dari tempatnya berdiri tak jauh dari pintu, sepertinya dia sedang menunggu Ayumi pulang kerumah.
"Kenji? Kau belum tidur? Apa kau lapar? Aku akan membuatkan makanan untukmu." Ayumi sedikit berjalan menghampiri Kenji yang hanya menatap tajam ke arahnya.
"Aku tanya darimana saja kau?" Kenji menggertakan giginya bertanya pada Ayumi.
"Ah, aku baru pulang dari memberi keterangan pada po.."
"Apa kau menemui mereka?" Kenji memotong ucapan Ayumi membuat Ayumi menatapnya bingung.
"Mereka siapa?" tanyanya tak mengerti.
"Sialan! Kau masih bertanya? Tentu saja orang tua pembunuhmu. Apa kau menemui mereka?" Kenji berteriak menghimpit Ayumi ke dinding. Ayumi kembali bergetar takut karena sepertinya Kenji akan kembali memukulinya.
"Jawab aku." Desis Kenji menakutkan.
"Tidak.. Tentu saja tidak.. Aku juga sudah memberitahu polisi kemana kemungkinan mereka pergi Kenjiaaa, aku tak bertemu mereka. Sungguh." Ayumi berkaca-kaca memberitahu Kenji, berharap Kenji mempercayainya.
Kenji sudah ingin memukul wajah Ayumi lagi, tapi saat melihat tubuh Ayumi bergetar dia kemudian melepaskan cengkramannya dari tangan Ayumi "Jika kau sampai membantu mereka melarikan diri. Aku bersumpah akan membunuh kalian dengan kedua tanganku sendiri. Kau mengerti?" tanya Kenji tapi tak mendapat jawaban dari Ayumi yang masih sangat ketakutan.
"KAU MENGERTI KAN?"
Kenji berteriak membuat Ayumi tersentak dan mengangguk cepat sebagai jawaban "A-aku mengerti Kenjiaaa. Aku mengerti." Jawab Ayumi yang sudah sangat terisak dan sangat takut.
__ADS_1
Kenji sedikit mendorong tubuh Ayumi dan pergi kekamarnya dengan membanting keras pintunya membuat Ayumi bisa bernafas lega "Syukurlah.. Syukurlah kau aman nak." Gumam Ayumi terduduk dan mengelus sayang perutnya yang mulai terasa tegang "Iya nak, eomma tidak akan stress. Kau tak boleh panik didalam sana nak." Ayumi mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Setelah merasa perutnya tak tegang lagi, Ayumi menatap ke arah kamar Kenji dan menghapus air matanya berharap kalau dirinya segera menemukan kedua orang tuanya agar tak berbuat sesuatu yang mengerikan pada Kenji.
..
Keesokan harinya, setelah memastikan Kenji pergi terlebih dulu. Ayumi kembali keluar rumah untuk mencari tahu bagaimana perkembangan tentang keberadaan orang tuanya. Dia sedikit kecewa karena saat sampai di kantor polisi, mereka mengatakan kalau hasilnya masih sama saja keberadaan orang tuanya dan narapidana yang lain belum diketahui.
Untuk mengobati rasa kecewanya, Ayumi memutuskan untuk sedikit berjalan-jalan ke tempat dimana dia dan Kenji sering kunjungi sewaktu dulu. Sebuah kafe yang menjual pancake dengan menyediakan menu bubble tea didalamnya. Ayumi berniat untuk membuat senang dirinya hari ini, saat pesanannya datang Ayumi langsung melahap habis pancake bluberry dan bubble tea coklat kesukaan Kenji, Ayumi melahap makanannya dengan air mata yang menetes cepat di matanya. Karena saat ini dia sangat merindukan Kenji, Kenji yang dulu Kenji yang sangat hangat dan sangat mencintainya.
..
Flashback...
_____________
Slurpppp…
Terdengar suara sedotan bubble tea yang menandakan kalau bubble tea itu sudah habis karena diminum rakus oleh pria tampan berdagu runcing yang sudah mulai bosan menunggu kekasih rusanya yang tak kunjung datang.
"Kau menghabiskannya?" tanya Sebuah suara menuduh membuat pria tampan itu sedikit tersedak dan menyengir lebar mendapati kekasihnya berdiri didepannya.
"Aku tidak mau tahu. Aku mau buble tea." Katanya mendelik sebal pada Kenji yang menghabiskan minuman pesanannya.
"Tapi yum, ini aku beli di kedai dekat sekolah. Aku tidak mungkin kembali lagi hanya untuk bubble tea kan. Besok saja ya? Aku belikan dua." Katanya membujuk Ayumi yang masih cemberut.
"Terserah." Ayumi mendengus sebal dan berjalan mendului Kenji yang langsung memeluknya erat. "Kau tak boleh marah. Baiklah aku akan kembali ke sekolah dan membelikannya untukmu ya?" bujuk Kenji kemudian Ayumi tersenyum karena Kenji benar-benar merasa bersalah.
"Kau yakin mau kembali ke sekolah?" tanya Ayumi bertanya serius.
"Sangat yakin." Balas Kenji menjawab Ayumi "Sebentar. Aku ingin bertanya. Kenapa kau terlambat datang? Bukankah les musikmu sudah berakhir setengah jam yang lalu?" kini Kenji yang menatap curiga ke arah Ayumi.
Ayumi menyengir lebar saat Kenji menyadari keterlambatannya "Karena ini." Ayumi mengeluarkan sesuatu yang ada di tasnya.
"Ini apa?" tanya Kenji bingung.
__ADS_1
"Pancake blueberry. Aku mengantri ini hampir setengah jam, aku ingin kau memakan pancake sementara aku minum bubble tea, tapi kau menghabiskannya" kesalnya menunjuk cup bubbe teanya yang kosong.
"Maaf Ayumiku sayang. " Kenji mencubit gemas pipi Ayumi sambil menyesal karena menghabiskan minuman favorit kekasihnya.
"Umm sebenarnya kafe pancake ini juga menjual bubble tea" Ayumi menunjuk kedai pancake yang tak jauh dari taman tempat Kenji menunggu dan memberitahu kekasihnya.
"Kenapa tak bilang daritadi." Kenji menyentil kening Ayumi membuat Ayumi terkekeh karena Kenji langsung menariknya kearah kafe tersebut.
"Kenjiaa." Ayumi menarik tangan Kenji menahannya sebentar.
Kenji menaikkan alisnya bingung karena Ayumi menahannya "Kenapa lagi?" tanyanya merengkuh pinggang Ayumi.
Ayumi sedikit berjinjit dan berbisik di telinga Kenji "Harganya mahal" katanya memberitahu Kenji dan tak lama...
HAHAHAHAHA
Kenji tertawa terbahak karena kekasihnya begitu lucu dan sangat menggemaskan. "Aku akan membelikan kafe itu untukmu kalau kau minta." Katanya kembali menarik Ayumi masuk kedalam kafe yang memang sangat ramai pengunjung itu.
Dan setelahnya memang benar Kenji memesankan hampir semua rasa bubble tea untuk Ayumi sementara dirinya terus-terusan memesan pancake blueberry yang membuatnya sangat ketagihan.
End Of Flashback
___________________
Ayumi menghapus cepat air matanya mengingat betapa Kenji sangat mencintainya saat dulu, kemudian dia berusaha kembali ke kenyataan dan menguatkan dirinya sendiri kalau Kenji masih mencintainya, namun caranya mencintai Ayumi sekarang sedikit berbeda.
Ayumi kembali memakan makanannya dan melihat ke luar jendela, matanya tersenyum melihat orang-orang yang sibuk berlalu lalang sambil tertawa, dia terus mengedarkan pandangannya sampai matanya terkunci pada satu sosok.
Sosok tampan yang sedang tersenyum sangat bahagia, senyum yang tak pernah Ayumi lihat lagi selama tujuh tahun ini. dan yang membuat hati Ayumi menghangat adalah sosok yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya itu tersenyum karena sedang memberikan sesuatu yang Ayumi tebak sepatu olahraga kepada anak kecil yang terlihat tak mampu.
..
..
__ADS_1
Bersambung...