
"*Syukurlah yum, syukurlah.. kau sudah bangun. Aku-... Dokterrrr... siapapun cepat kemari." Derick menghampiri Ayumi dan berteriak memanggil tim medis agat cepat datang memeriksa kondisi Ayumi.
Derick masih terus menggenggam tangan Ayumi sambil menekan tombol yang ada di atas tempat tidur Ayumi, tak lama Kyuhyun dan beberapa asistennya serta perawat pun berdatangan dan meminta Derick untuk keluar ruangan sebentar*.
..
..
"Bagaimana Kyu?" tanya Keiko terlihat sangat cemas dan memaksa ikut untuk melihat Ayumi, saat Derick memberitahunya Ayumi sudah sadarkan diri.
"Ayumi stabil, hanya saja dia masih harus istirahat total." Katanya tersenyum memberitahu Ayumi yang tampak ingin bertanya sesuatu pada Kyuhyun namun terlihat ragu karena takut mendengar jawabannya.
"Apa kau merasa sakit?" Kyuhyun bertanya pada Ayumi yang hanya memandangnya kosong.
"Ba-bayiku bagaimana?" tanya Ayumi yang memiliki perasaan buruk mengenai kondisi bayinya.
"Istirahatlah terlebih dulu. Aku akan memberitahumu besok pagi." Derick menaikkan selimut Ayumi, namun Ayumi mencengkram erat lengan Kyuhyun menuntut jawaban.
"Apa aku kehilangan bayiku?" tanya Ayumi tanpa ekspresi.
"Yum… Kau harus beristira….."
"BERITAHU AKU" jerit Ayumi membuat ketiga orang yang berada di ruangan itu membelalak panik karena Ayumi terlihat sangat emosi.
"Ayumi.. Jangan berteriak aku mohon. Kau baru saja sadarkan diri." Keiko mendekati Ayumi dan memeluknya erat.
"Keiii, beritahu aku bagaimana bayiku, aku mohon." Pinta Ayumi putus asa.
"Kau kehilangan bayimu Yum, maaf."
Deeick yang tak tahan lagi melihat Ayumi sangat frustasi, akhirnya memberitahu Ayumi yang melepas cengkramannya di bahu Keiko.
"Hey, anakmu sudah bersama Tuhan sekarang. Kau tak perlu khawatir lagi Yum, Tuhan punya rencana untukmu." Keiko menatap takut Ayumi yang kembali tak berkespresi dan hanya diam tak memberikan reaksi.
"Benar, Tuhan mempunyai rencana lain untukku. Rencana untuk membuatku lebih menderita." Gumam Ayumi membalikkan badannya ke arah dinding, menolak untuk bertatapan dengan ketiga temannya.
__ADS_1
"Yum.." Keiko memegang pundak Ayumi namun Ayumi menolaknya dan minta dilepaskan.
"Pergilah, kepalaku sangat sakit. Aku ingin istriahat." Gumam Ayumi dengan suara yang datar tak berekpresi.
"Ayumi, biarkan aku menemanimu." Pinta Keiko yang tak rela meninggalkan Ayumi sendirian.
"Kau juga sedang sakit Keii, istirahatlah. Besok pagi kau boleh menemuiku." Balas Ayumi yang masih tak mau menatap Deeick, Kyuhyun dan Keiko.
"Tapi Yum…"
Suara Keiko tertahan saat Derick dan Kyuhyun memberikan instruksi kalau mereka harus pergi, dan dengan setengah hati, Keiko mengangguk dan meninggalkan ruangan bersama Kyuhyun sementara Derick masih berada di ruangan Ayumi.
"Aku akan membiarkanmu sendiri, tapi aku harus memastikan kau baik-baik saja. Apa benar kau baik-baik saja?" tanya Derick bersender di bahu Ayumi yang tampak menegang.
"Ya rick.. Aku baik-baik saja." Balas Ayumi masih tak bersekspresi.
"Baiklah, aku menunggu diluar. Jika butuh sesuatu kau harus memanggilku, oke."
"Hmmm…." gumam Ayumi mengerti.
"Anakku sayang, maafkan eomma tak bisa menjagamu nak. Eomma ingin sekali kita bertukar posisi, harusnya kau yang hidup, jika kau hidup kau bisa menjaga appamu nak. Eomma lelah." Ayumi terisak pelan sambil mengelus perutnya yang sudah kembali rata.
"Eomma yakin kau sudah bahagia dengan halabeoji dan halmeoni mu disana, eomma iri nak."
"Aku ingin sekali melihat anakku Ya Tuhan. Aku ingin membesarkannya, ingin melihat wajahnya yang cantik atau tampan. Kenapa-…kenapa Kau mengambil satu-satunya hal yang bisa membuatku bertahan. Kembalikan anakku. Arghhhhhh." Ayumi tak tahan lagi, dia tak bisa menahan lebih lama rasa sesak yang begitu menghimpitnya, dia memukul keras dadanya berkali-kali, dia meronta, meraung dan berteriak sendirian di kamarnya yang begitu gelap dan terasa sangat sepi ini.
"ANAKKU…KEMBALIKAN ANAKKU..ARGHHHH." Ayumi terus memukuli dirinya sendiri, berharap semua kesulitan dihidupnya tak lagi mengusik dan mengganggunya selamanya.
Derick merasa dirinya teriris mendengar jeritan Ayumi yang begitu kesakitan, dia ingin sekali berlari kesana dan memeluk Ayuminya yang begitu malang. Namun dia tahu, satu-satunya hal yang dibutuhkan Ayumi saat ini adalah waktu untuk melampiaskan semua rasa sakitnya sendiri.
..
Dan hari-hari berikutnya berhasil Ayumi lewati dengan penyesalan di setiap hembusan nafasnya, Ayumi tak menolak untuk melakukan terapi, Ayumi tak menolak untuk makan dan minum obat. Ayumi juga tak menolak mereka semua melakukan apapun pada tubuhnya, karena Ayumi beranggapan dia sudah mati, dia sudah mati secara batin semenjak dia mengetahui kalau dia kehilangan bayinya.
"Kau pulanglah kerumah Kei, aku bosan melihatmu."Ayumi berkata sambil tersenyum seolah olah dia tak merasakan beban apapun.
__ADS_1
Saat ini Ayumi baru saja selesai makan dan sedang meminta Keiko untuk beristirahat dirumahnya karena dia sama sekali tak pernah beranjak pergi sedikitpun untuk menemani Ayumi.
"Aku akan pulang setelah ini, aku akan mengambil baju ganti untukmu." Keiko mengusak rambut Ayumi dan memberitahu Ayumi yang kini lebih serius dan tak lagi ceria seperti dulu.
"Gomawo." Katanya kembali berbaring berlawanan arah dengan Keiko.
Ini sudah lima hari Ayumi sadarkan diri, namun Kyuhyun masih belum mengijinkan Ayumi pulang karena menganngap Ayumi masih memiliki trauma dan juga karena benturan keras di kepalanya membuat Ayumi harus diperiksa secara rutin dan spesifik.
"Keiii.." Ayumi berbalik arah menatap Keiko yang tampaknya sedih dengan perubahan sikap Ayumi.
"Ada apa hmmm." Tanyanya membenarkan rambut Ayumi.
"Kapan aku boleh pulang?" tanyanya penuh harap.
"Nanti setelah Kyuhyun bilang kau lebih baik." Katanya menjawab Ayumi dan mengelus sayang pipi Ayumi.
"Kapan?" tanyanya lagi.
"Sebentar lagi Yum." Ujar Keiko berusaha menghibur Ayumi.
"Kenapa tak biarkan aku mati saja. Itu akan lebih baik untukku." ujarnya kembali berbalik arah ke arah berlawananan dengan Keiko.
"Yum…" Keiko mendesah frustasi karena Ayumi sama sekali tak memiliki semangat hidup lagi.
"Bawakan aku selimut favoritku jika kau pulang. Selimut ini bau, aku tak bisa tidur." Katanya berusaha memejamkan mata dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya.
"Baiklah. Aku akan segera kembali Yum." Keiko tak mau membuat Ayumi kembali emosi karena dia memaksanya, dan dengan berat hati dia meninggalkan Ayumi sendirian di ruangannya.
..
Keiko kembali kerumah Kenji untuk mengambil selimut pesanan Ayumi, dia kembali terenyuh saat menyadari bahwa di lemari Ayumi sudah ada beberapa baju bayi yang ia persiapkan untuk anaknya. Keiko mengeluarkan sepasang piyama berwarna biru bergambar rusa yang Ayumi siapkan, tangannya bergetar saat membuka piyama biru itu, dia bisa membayangkan bagaimana bahagianya wajah Ayumi saat membelikan piyama lucu untuk anaknya tersebut. "Ayumi…" gumamnya memeluk erat piyama yang Ayumi siapkan untuk anaknya.
..
..
__ADS_1
Next...