Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 52


__ADS_3

Keesokan paginya Ayumi merasa wajahnya diterpa sinar matahari yang begitu menghangatkan dan memaksanya untuk membuka mata. Dia kemudian terdiam dan sedikit kecewa karena tak menemukan Kenji yang mendekapnya erat, dia kemudian memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan sedikit merona mengingat percintannya dengan Kenji semalam yang meninggalkan begitu banyak tanda di tubuhnya.


"Kami benar-benar melakukannya seperti suami-istri." Gumam Ayumi yang bergegas pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya walau tubuh bagian bawahnya masih terasa sakit karena kegiatannya dengan Kenji semalam.


Selesai membersihkan diri, Ayumi mengenakan pakaian casualnya seperti biasa, namun kali ini dia memutuskan untuk memakai training karena tak mau menyiksa bagian bawahnya yang masih terasa sakit. Dan setelah selesai berpakaian Ayumi keluar kamarnya berniat mencari Keiko untuk minta dibuatkan sarapan.


Sesampainya dilantai bawah, Ayumi sedikit mengernyit karena banyak orang-orang yang berlalu lalang dan memasang dekorasi di taman belakangnya, karena merasa bingung dia memutuskan untuk mencari Keiko dan bertanya padanya.


"Keiii.." sapa Ayumi bergelayutan di lengan Keiko yang sepertinya sedang memasak sesuatu yang menurut Ayumi menjijikan.


"Kau sudah bangun yum? Aku baru mau kekamarmu. Kau harus sarapan dulu" Katanya mencubit gemas pipi Ayumi yang sedang menatap jijik pada masakan yang sedang ia buat.


"Buatkan aku sandwich." Pintanya merajuk pada Keiko.


"Tidak-… Mulai hari ini kau akan memakan makanan sehat yang aku dapatkan dari majalah kesehatan." Balas Keiko tegas membuat Ayumi mengernyit tak suka.


"Makanan sehat? Apa maksudnya?"


"Seperti sayuran yang sedang aku tumis ini."


"Tidak mau-.." Ayumi langsung menggeleng cepat dan menatap horor pada Keiko yang memandangnya galak.


"Kau harus makan dan minum obatmu." Keiko sedikit menarik lengan Ayumu menuju meja makan.


"Obat?" Ayumi mengulangi pertanyaan Keiko dengan bingung.


"Hmm..Kenji memberikanku obat yang harus kau minum, dia juga membelikanmu vitamin untuk daya tahan tubuh. Dia berpesan padaku agar kau meminum semuanya tanpa sisa." Balas Keiko panjang lebar.


"Kenji yang menyuruhmu?" tanya Ayumi yang kini wajahnya merona karena mendengar Kenji yang meminta Keiko untuk merawatnya sendiri.


"Ya…dan kenapa wajahmu memerah? Astaga Ayumi..kau seperti pengantin yang baru kemarin menikah?" kekeh Keiko yang benar-benar gemas melihat Ayumi.


"Aniya.. Aku tidak memerah." Kilahnya dan secara ajaib memakan dengan lahap sarapan yang ditatapnya jijik dari awal dia bangun.


"Aigo.. bahkan warna wajahmu sudah menyamai warna tomat ini."sindir Keiko yang mendapat tatapan galak dari Ayumi.

__ADS_1


"Semalam kalian habis bercinta kan? Bagaimana rasanya? Apa dia melakukannya dengan lembut semalam?"


Uhuk!


Ayumi tersedak makanannya saat Keiko tak henti-hentinya menggodanya.


"Astaga..Minum ini yum… maaf aku tak bermaksud membuatmu tersedak." Keiko terlihat panik dan membantu Ayumi minum sambil menepuk pelan punggung belakang Ayumi.


"Berhenti menggodaku. Kau menyebalkan." Protes Ayumi yang menarik Keiko kembali ke kursinya.


"Iya..iya.. maafkan aku. Ummmm.. tapi apa kau senang?" tanya Keiko memastikan.


Ayumi kali ini menatapnya dan mengangguk sambil tersenyum sangat bahagia, Keiko benar-benar lega karena Kenji sepertinya memang sudah kembali menjadi Kenji yang sedikit memperhatikan Ayumi.


"Syukurlah…Kalau begitu kau harus makan yang banyak, setelah itu minum obatmu. Oke"


Dan Ayumi pun kembali mengangguk membuat Keiko kembali gemas dan mengacak-acak rambut Ayumi.


"Oia Kei…siapa orang-orang itu? Kenapa mereka terlihat mendekorasi taman belakang?" tanya Ayumi disela-sela sarapannya yang hampir selesai.


"Entahlah yum, Kenji yang menelpon mereka pagi-pagi buta sebelum dia berangkat bekerja. Sepertinya Kenji akan mengadakan pesta nanti malam." Balas Keiko memberitahu Ayumu.


Ayumi masih mengalami trauma jika membicarakan pesta, karena belum lama pesta diadakan dirumahnya berakhir dengan sangat memalukan untuknya dan sangat menyakitkan karena melihat Kenji bercinta dengan sekertarisnya.


"Hmm pesta.. Kau suka kan?"


Ayumi hanya kembali mengunyah makanannya dan menatap Keiko sekilas "Aku hanya ingin tidur dikamar malam ini Keii." Katanya memberitahu Keiko dengan tak bersemangat.


Keiko yang tahu benar kalau Ayumi sedang mengingat kejadian pesta yang lalu pun tersenyum lirih dan berusaha menghibur Ayumi "Kau benar, kau istirahat saja dikamar. Lagipula pesta itu hanya akan membuat Ayumiku lelah." Katanya mengusak lembut rambut Ayumi.


Ayumi tak memberi tanggapan apapun lagi setelahnya. Dan selesai makan serta minum obat yang disiapkan Keiko, Ayumi sudah memutuskan untuk tidak keluar kamar dan hanya akan berada dikamarnya sepanjang hari ini. dia berharap tak lagi melihat wanita yang pernah memakinya dan bercinta dengan Kenji seperti pesta sebelumnya yang Kenji selenggarakan dirumah mereka.


..


..

__ADS_1


Malam harinya Ayumi masih tak bergeming dan terus berada dikamarnya sepanjang hari, dia hanya bisa menikmati pemandangan dekorasi pesta yang begitu cantik dari jendela kamar Kenji, dia juga bisa melihat para tamu undangan Kenji sudah mulai berdatangan dan terlihat sangat menikmati dekorasi indah yang Kenji pesan kepada para petugas dekorasi pagi tadi.


Ayumi sudah cukup senang bisa mengamati pesta dari kamar Kenji tanpa harus merusaknya seperti pesta beberapa waktu lalu. Dia juga sangat penasaran akan setampan apa suaminya nanti di pesta yang ia adakan dirumahnya.


"Appamu pasti akan sangat tampan nak." Gumam Ayumi yang sedang menggenggam hasil USG bayinya beberapa waktu lalu sebelum dia mengalami keguguran. "Kita akan segera melihat appamu. Kau pasti akan bangga karena dia sangat tampan." Puji Ayumi mencium hasil foto USG nya dengan senang dan tak sabar.


Cklek!


Terdengar pintu kamar terbuka, namun tak dihiraukan Ayumi yang menebak pasti Keiko yang datang. Dari sore hari Keiko sudah membujuknya turun dan ikut bersiap, namun Ayumi menolak dengan keras karena tahu benar dia hanya akan menghancurkan pesta suaminya.


"Kenapa kau belum bersiap?"


Ayumi sedikit terkesiap menyadari kalau bukan Keiko yang datang melainkan Kenji yang sedang berjalan ke arahnya dengan sangat tampan menggunakan kemeja putih dengan blazer hitam yang ia gulung sampai setengah lengan.


"Kenji.." gumam Ayumi yang refleks menyembunyikan hasil foto USG nya kebelakang tangannya.


"Ini pakaianmu, cepat bersiap." Ujar Kenji memberikan sebuah bungkusan untuk Ayumi dan mengambil foto USG yang disembunyikan Ayumi dibelakang tangannya.


"Aku hanya ingin berada disini Kenji, aku tidak mau merusak acaramu." Ujar Ayumi tercekat takut membuat Kenji marah.


"Ini pestamu, jadi tidak mungkin kau tak hadir. Cepat ganti pakaianmu. Aku akan menunggumu disini." Kali ini nada Kenji sedikit memerintah walaupun masih terdengar lembut untuk Ayumi.


"Ayumi…" Kenji kembali memperingatkan Ayumi yang masih diam tak beranjak untuk berganti pakaian.


Ayumi yang menyadari tak bisa melawan Kenji pun mengangguk dengan cepat dan segera berganti pakaian dengan pakaian yang diberikan Kenji.


Kenji tersenyum lirih mengetahui Ayumi masih sangat takut padanya, kemudian dia memutuskan untuk menunggu Ayumi sampai dia menyadari ada sesuatu yang disembunyikan Ayumi yang baru saja ia ambil dari tangan istrinya tersebut.


Kenji kembali tersentak karena hatinya kembali berdenyut sakit saat menyadari Ayumi benar-benar belum bisa merelakan kepergian calon anak mereka. Dan rasa bersalah pun kembali menggerogotinya menyadari kalau dirinyalah penyebab Ayumi kehilangan calon bayi mereka.


"Kenji, aku sudah siap."


..


..

__ADS_1


..


Bersambung...


__ADS_2